'Usia kandungan anda sudah berjalan 7 minggu. Bisa kita lihat bersama, bayinya sehat di dalam sana dan tumbuh dengan sangat baik. Anda pasti sangat menjaga pola makan dan selalu bahagia, karena itu sangat berpengaruh pada bayi. Mood anda berubah-ubah dan fisik anda tiba-tiba lemah itu sangat wajar dialami oleh para ibu muda.'
Penjelasan dokter obgyn melekat dalam benaknya. Di tangan Yoona terdapat secarik kertas berisi hasil USG. Menatapnya dalam diam foto itu. Dia akan menyembunyikan ini dari siapapun.
Pesawat sebentar lagi landing, dia memutuskan meninggalkan Korea untuk beberapa waktu kedepan. Meninggalkan masa lalu yang begitu berat. Dia harap, dia mampu bertahan.
Sementara itu, Sehun diliputi kehingungan. Tak menemukan Yoona sama sekali di vila. Mobilnya melesat menuju kediaman Yeojin berharap wanita itu berada di sana.
"Ibu? Apa Yoona ada disini?"
Yeojin berdiri dengan sorot datar. Sehun tergopoh mendekati ibunya. Namun, respon Yeojin seolah menahan amarah.
Plak
Suara nyaring di tengah suasana sepi terdengar keras. Sehun tercekat ketika tamparan yang membekas hangat di pipi, perlahan dia melirik Yeojin yang bergeming. Secarik kertas di genggamannya sangat kuat nyaris merobeknya. Itu memusatkan atensi Sehun.
"Apa yang kau lakukan padanya? Aku tidak mendidikmu untuk berbuat sejauh itu, Sehun! Katakan padaku itu tidak benar."
"Maafkan aku, ibu," lirihnya.
Yeojin membuang muka, menarik nafas selagi menghempaskan dirinya di sofa. Pria itu tertunduk, menyadari Yoona telah menceritakan pada ibunya lewat sebuah surat. Kaki jenjangnya melangkan penuh keraguan, mendekat, lalu bersimpuh di kaki Yeojin.
"Apa yang membuatmu melakukan hal bodoh? Kau sudah tahu Chanyeol tidak akan bangun dari koma sehingga membuatmu mengaku sebagai dirinya ketika kau sadar."
"Aku hanya.. tidak ingin melihat dia menangis."
Yeojin yang semula tak sudi menatap Sehun, kini dengan serius menodong dengan sorot penasaran. Ingin sekali dia mengutuk.
"Kenapa? Kau mengenal Yoona sebelumnya?"
Sehun mengangguk lemah.
"Kami, pertama kali bertemu di gedung jurusan Yoona. Teman wanita yang kukenal menceritakan sosok terkenal di jurusannya. Wanita yang lembut dan suka mengikuti acara amal. Aku tersentuh saat tak sengaja melihatnya tersenyum ketika menyapa temanku. Aku mulai tertarik tentang dia. Bahkan aku hadir di acara amal karenanya, meskipun dia sama sekali tidak melihatku. Dia sering berkunjung ke perpustakaan di akhir semester. Aku juga berada disana, meninggalkan hand warmer di meja Yoona. Hari itu salju turun, pasti dia kedinginan. Aku, masih menyimpan foto hari kelulusan Yoona. Aku berjanji pada diri sendiri, aku akan kembali dari luar negeri begitu menyelesaikan S2.
...Saat itu, aku juga masuk pelatihan boxing dan bertanding di ring hampir setiap minggu. Tersenyum setiap dia mengunggah postingan di instagram tentang kesehariannya. Kami mengobrol seperti teman melalui direct message. Dia hanya mengingatku sebagai orang yang memberinya penghangat tangan. Aku senang bisa berteman. Dia tumbuh menjadi wanita hebat dan cantik...
Aku kembali sesuai janjiku.."
[oohsehun : wah kebetulan aku juga mau ke Harry Cafe, mau bertemu?]
Pesan sehun sebagai balasan instastory Yoona.
[yoona_lim : haha, boleh juga]
[oohsehun : kau duduk dimana? pakai baju apa?]
[yoona_lim : kardigan pink dan celana jeans, oh ya aku sedang bersama seseorang, tak apa?]
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
Short StoryBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
