THE PARTNER [6] END

354 34 29
                                        

Joy melangkah semakin jauh. Bersembunyi di balik semak dan menggunakan pisau kecilnya untuk melukai dua orang penjaga. Meski membawa pistol, dia belum mau menggunakannya. Joy menemukan sebuah bangunan cukup besar mirip gudang yang diyakini sebagai markas.

"Hyesung-ah. Aku merindukanmu. Rasa ini terkadang menyiksaku. Sehebat apapun Jack, takkan ada yang sanggup menandingi kekuatanmu. Aku senang kau sudi melihatku kembali. Pertemuan terakhir yang sangat membekas itu selalu menggangguku setiap waktu..."

".. Oh ya, bagaimana dengan Eunwoo? Aku tak pernah mendengar sedikitpun kabar tentangnya. Mari kita membuka lembaran baru bersama disini, aku akan ikut bersamamu kapanpun dan kemana-"

Darr!!

Joy terhenyak. Suara letusan cukup nyaring di telinga. Wajahnya dipenuhi rasa khawatir dan panik.

"Kau terlalu banyak bicara. Itu yang membuatku sangat muak."

Darr!!

"Bi*dab! Apa yang terjadi di dalam sana? Tidak tidak."

Joy berlari kesetanan membelah ilalang dan jalan berbatu. Letusan sekali lagi membuat dirinya kehilangan tenaga. Air matanya menetes begitu saja. Seorang wanita bersimbah darah di hadapan pria besar itu.

"Nyonya Rose!!"

Dia mendekap wanita itu yang terus muntah darah. Seluruh tubuh Joy gemetar dan terguncang. Namun, begitu dia menoleh hendak menatap Hyesung, tepat pria biadab itu mendekatkan pistolnya di atas kepala Joy.

"Kau bekerja pada wanita ini, kan? Bukankah akan lebih baik lagi kalau kau juga ikut mati bersamanya. Kau mau ditembak bagian mana?" Seringai iblis yang memuakkan bagi Joy.

'Orang ini, pantas mati.'

Joy mendelik berani, menggertakkan giginya begitu aliran amarah mulai naik.

"Apa bedanya? Kami, tetap mati di tanganmu, bahkan lima tahun lalu. Kau seharusnya mati terbakar di neraka."

Hyesung mengerutkan kening. "Kau salah satu korbanku?" Jeda cukup membuat memori masa lalu kembali. "Ah, apa kau putri Eunji dan Seungkwan yang terbakar hidup-hidup itu? Salahkan mereka yang mengkhianatiku lebih dulu. Jika mereka menurut dan tak cari masalah, mereka mungkin masih bernafas dengan benar."

Darr!!

Suara tembakan yang dilepaskan itu membuat Sehun dan Yoona lebih kencang berlari.

"Kumohon jangan Joy. Hyesung sialan!" Teriak Yoona frustasi.

***

"B*ngs*t! Perempuan j*l*ng! Harusnya aku membunuhmu sejak tadi."

Hyesung menyeret kaki bagian atasnya yang terluka karena timah panas dari tangan Joy. Dia yang diam-diam merogoh saku dan akhirnya menggunakan pistol yang tersimpan lalu menodongnya saat ada kesempatan.

"Jika nyawa bagimu hanya sebuah lelucon, maka kau takkan keberatan jika peluru ini menembus kepalamu."

Tangannya masih gemetar, tetapi tembakannya tak meleset. Bahkan pakaiannya dipenuhi darah Nyonya Rose, ia tak peduli. Bertatap wajah dengan Hyesung adalah salah satu ambisi teredam dalam benak terdalam. Sisi emosional kembali membara. Dia melepas satu tembakan lagi di kaki bagian lain.

Hyesung menyeret tubuhnya, berusaha meraih pistol yang terlempar di belakangnya. Begitu dapat, dia segera mengangkat benda itu dan mencoba melepas tembakan ke arah Joy.

Darr!!

Tepat di waktu bersamaan, dua tembakan terlepas. Joy terluka pada bagian bahu karena peluru Hyesung, sedangkan sebuah peluru dari arah lain kembali bersarang di tubuh Hyesung, menyasar bagian lengan. Tembakan itu berasal dari Sehun. Sehingga Hyesung berteriak kesakitan dan pistolnya terhempas jauh.

SHORT STORIES || YoonHunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang