Yuna sudah memeriksa gudang tempat ia menemukan kertas bergambar beberapa hari yang lalu. Namun, Yuna tidak menemukan petunjuk apapun di sana. Selain sisa robekan kertas itu, tidak ada sesuatu lain yang mencurigakan setelah diobrak-abriknya. Dia berkacak pinggang dan terdiam beberapa saat untuk berpikir.
'Gak, aku harus mempersempit caranya.'
Mengingat dirinya adalah orang baru, tentu tidak banyak tahu tentang apapun yang berkaitan dengan pemilik rumah ini, sekalipun ia mengorek setiap sudut ruangan. Dibandingkan itu, informasi dari orang-orang sekitar sini pasti akan sangat membantu.
Pada akhirnya saat ini Yuna berada di rumah bu Gina. Usai mengetuk pintu, si pemilik rumah pun membukakannya.
"Eh mbak Yuna? Silahkan masuk, mbak."
"Terimakasih, tapi gak perlu bu Gina. Duduk di luar aja gak papa," ucap Yuna sopan.
"Oh baik kalau gitu. Saya ambilkan minum ya, eit yang ini gak boleh nolak."
Yuna mengulum senyum. Dan semenit kemudian, Gina kembali membawa secangkir teh hijau.
"Begini, ada..yang ingin saya tanyakan ke bu Gina."
"Tentu boleh, jangan sungkan mbak Yuna, silahkan, InsyaAllah saya akan jawab seadanya." Wanita itu tersenyum amat ramah.
"Bu Gina pernah bilang udah lama tinggal di sini dan sempat membahas 2 keluarga yang pernah tinggal di rumah saya kan waktu itu? Apa bu Gina juga udah di sini sebelum itu?"
Gina membenarkan. "Dulu rumah itu dihuni sama 1 keluarga, orang-orang sini manggilnya pak Santo sama istrinya, bu Eva. Pak Santo memang dikenal ramah sama tetangga. Apalagi bu Eva, baiknya kayak malaikat, makanya gak heran pak Santo keliatan cinta sekali sama bu Eva. Pak Santo itu pengusaha konveksi tapi terakhir yang saya tahu beliau menjual pabriknya sebelum bu Eva meninggal. Entah demi biaya pengobatan bu Eva atau gimana saya juga kurang tau."
"Apa mereka punya anak?"
"Setau kami, mereka cuma tinggal berdua. Tapi, saya pernah gak sengaja liat gadis kecil berdiri di jendela rumahnya. Dia cantik, rambutnya panjang. Saya langsung nebak dia anaknya pak Santo mengingat bu Eva sudah lama sekali gak keliatan. Sebelum itu memang sempat beredar rumor bu Eva sedang mengandung dan langsung dibenarkan sama beliau. Tapi beberapa bulan kemudian, saat tetangga bertanya tentang kapan bu Eva melahirkan, pak Santo menjawab kalau bu Eva keguguran. Karna itu pak Santo melarang istrinya keluar sebab dikhawatirkan bu Eva akan mengalami serangan panik saat melihat anak-anak tetangga."
"Lalu siapa anak kecil yang bu Gina liat, sementara pak Santo sendiri bilang anaknya gak selamat?"
Gina terdiam lalu menggeleng pelan. "Awalnya saya tanya sama tetangga sekitar sini, mereka bilang gak pernah liat. Jadi, saya berasumsi kalau saya emang salah liat. Tapi karna ternyata saya ngalamin itu gak cuma sekali, saya memutuskan tanya ke pak Santo langsung. Beliau bilang, itu ponakannya yang dari luar kota. Yasudah saya percaya. Dan tiba saat dimana bu Eva meninggal. Saat melayat, kami baru tau rupanya bu Eva udah sangat lama mengidap penyakit kanker yang kemungkinan kecil sembuh. Jangan ditanya lagi perasaan kami, sedih sekali dan merasa sangat kehilangan. Setelah itu pak Santo sempat jadi sangat tertutup, pendiam dan gak banyak senyum. Kami sangat maklum dengan perubahan sifat beliau. Dan besoknya, pak Santo ke rumah bu RT nyerahin kunci cadangan sama sertifikat tanah dan rumah. Beliau gak menjual rumah itu, melainkan diberikan secara cuma-cuma, dengan syarat minta supaya rumah itu dirawat dengan baik. Lalu malamnya, pak Santo sudah betul-betul pindah dari sana. Semenjak itu pula bu RT minta ke pak Aryan yang merupakan sepupu bu RT untuk memeriksa rumah itu secara berkala, terlebih saat akan kedatangan penghuni baru."
"Bukannya bu RT hanya diijinkan untuk merawat bukan disewakan apalagi dijual?"
"Awalnya begitu mbak, tapi setelah 4,5 tahun saat ada yang datang nyari hunian kosong, akhirnya bu RT memberikannya karna kasian. Karna kebetulan kan di perumahan ini cuma rumah itu yang kosong. Harga rumah juga dikasih murah cuma untuk ganti biaya perawatan."
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
Kısa HikayeBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
