Sehun berhenti begitu mendengar langkah kaki Ayuna yang menjauh. Kemudian ia menoleh sembari tersenyum. “Yuyun Yuyun. Mestinya lo inget kamar gue deket balkon.”
Hari ini Adel dan Farel kemungkinan pulang larut. Farel sedang ada pertemuan di luar kota ditemani istrinya. Alhasil di rumah hanya ada Sehun dan Ayuna beserta bibi Jum.
"Na, lo gak ngerasa kesepian tiap ditinggal di rumah sendiri gini?" Kristy berjalan masuk di sebelah Ayuna dan Hani.
"Ada bibi Jum kok."
"Ya maksud gue, kakak lo kan sebulan lalu udah balik ke Korea, gak ada yang bisa lo ajakin berantem lagi dong," lanjut Kristy lagi.
'Padahal mah ada ih, kalian aja yang gak tau.'
"Dan lo akhir-akhir ini kenapa dah tiap kita mau main kesini selalu gak boleh? Bahkan kita pernah juga kan sampai nginep dan fine aja," Hani bersuara. "Tumben sih kali ini boleh."
'Bukan boleh, gue lupa soalnya. Karna terlanjur yaudah.'
"Lebih tepatnya gue males kalo lo nginep, gak mau tanggung jawab bikin rumah gue berantakan," Ayuna menekankan kelakuan Hani.
Hani meringis menggaruk kepalanya, "Hehe sorry Na, waktu itu kan lagi buru-buru."
"Buru-buru karna ditelfon Johny?" Ayuna melipat tangan di depan dada.
"Em-"
"Sampai kapan sih lo ngarepin dia Han? Udah jelas-jelas lo sering dibikin kecewa. Dia juga udah deket sama ketua ekskul tari itu kan?"
Hani mengerucutkan bibir, "Gue masih sayang. Biar gimana pun kita pernah deket banget sampai hampir pacaran. Lagian kan belum tentu juga mereka udah jadian. Bisa aja cuma deket doang."
"Elu boleh cinta tapi jangan sampai digoblokin sama cinta, ngerti? Johny aja terang-terangan lagi pdkt dua minggu yang lalu. Dan gue liat mereka makin lengket. Lo sadar kan sebenernya mereka itu udah jadian?" tegas Ayuna. Habisnya ia geregetan dengan satu sahabatnya ini. Terlalu berharap beginilah jadinya.
"Sekolah dulu yang bener, gak usah mikir pacaran lah. Inget kita mau lulus. Fokusin sama ujian, pacaran sama ngehalu itu buang waktu doang," kata Kristy. "Coba lo liat si Yuna, dia tahan jomblo dari lahir dan fokus sama hobinya bikin harum nama sekolah. Bukan kerjaannya ngehalu mulu, kalo jatoh sakit kan Han."
Seolah tertampar bertubi-tubi, Hani hanya bisa diam. Mau protes pun dia yang salah karena ucapan Ayuna dan Kristy memang benar adanya.
Sementara itu Ayuna menggigit bibir. Memang benar kata Kristy, ia jomblo dari lahir. Tapi sekalinya kepergok ketemu cowok langsung dijadikan menantu oleh papanya. Sungguh miris. Hidup memang tidak sesuai ekspektasi.
"Gue kan juga jomblo dari lahir Kris. Belum pernah ngerasain pacaran. Elo sih udah pernah, tapi herannya gue gak pernah liat lo nangis patah hati gitu." Hani menyipitkan mata. "Atau jangan-jangan lo masokis ya?"
Kristy berdesis, "Emang harus ya gue nangis di depan lo? Mantan gue cuma dua. Dan bagi gue, kalo udah putus yaudah, temenan okelah, balikan No! Gue bukan cewek baperan yang terus-terusan larut kalo putus."
Ayuna mengangguk setuju, "Gue cuma sekali liat Kristy murung abis putus. Besoknya udah kayak gak terjadi apa-apa. Move on nya cepet banget."
"Ya kan gue gak bucin Na," sahut Kristy membuat keduanya tertawa singkat bermaksud menyinggung Hani.
Brukk
"Suara apaan tuh?" Ketiganya menoleh serentak. "Kek barang jatuh gak sih?" Hani pun berbalik hendak melihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
Short StoryBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
