Yoona telah tiba di rumah sakit diikuti Sehun di belakangnya. Dia tampak terburu-buru sampai tak sadar telah meninggalkan pria itu yang semakin berjarak.
"Permisi, bisakah saya bertemu dengan Tuan X yang baru saja meninggal di ruang ICU?"
"Maaf, apa anda keluarga pasien?"
"Tidak. Tapi saya yang menemukannya."
"Saat ini pasien telah dipindahkan ke ruang pemulasaran jenazah."
Sementara Sehun yang kehilangan jejak Yoona, dibuat sedikit heran dengan kehadiran Kepala Sekolah Daehan di bagian administrasi. Hanya semenit, cukup menciptakan kerutan dalam di pangkal alis Sehun.
Orang itu berlalu, dan 5 menit kemudian Yoona muncul dengan ekspresi lemas.
"Ada apa?"
"Perawat bilang Tuan X sudah dipindahkan, dan pihak keluarga sudah menjemputnya."
Tanpa perkataan apapun, Sehun beranjak mencari jawaban atas kecurigaan. Dia mendatangi bagian administrasi dan menanyakan pasien yang diselesaikan oleh orang berpakaian biru tua. Pergerakan Sehun tak mengindahkan atensi Yoona yang masih larut dalam perasaan bersalah dan mengganjal, karena dia sangat ingin tahu tentang pasien itu.
Sehun kembali, menarik tangan Yoona menuju mobil.
"Kau kenapa?"
"Orang yang kau selamatkan, ada keterkaitan dengan pelaku sindikat. Aku sempat melihat kepala sekolah berkeliaran dan mengurus administrasi, setelah ku pastikan, dugaanku benar."
Yoona tercenung, mengulang ingatan ketika pria itu sempat membisikkan nama Hyesung di dekat telinga. Sementara itu, Sehun mengemudi ke arah sekolah mengejar keterlambatan.
Dan kata dekat sekolah dari maksud Sehun adalah perempatan jalan yang letaknya 500 meter dari sekolah. Yoona menyesal mengikuti permintaan yang lebih cocok disebut perintah itu. Nyatanya hanya kesusahan yang ia dapatkan, andaikan dia naik bis, dia tak perlu berlari menuju gerbang.
Jam pelajaran kedua adalah milik Sehun. Yoona baru saja mendaratkan tubuhnya selang 10 menit ketika dia masuk. Beruntung guru pada pelajaran pertama telah meninggalkan kelas lebih awal.
'Aku penasaran, jika Sehun juga memiliki tujuan yang sama denganku, siapa dia sebenarnya. Apa itu tentang balas dendam?'
"Kau yang di pojok sana! Bisakah kau mengerjakan soal di papan?"
Seisi ruangan tertuju pada satu orang gadis berkacamata dan poni tipis di dahi.
'Sial, dia sengaja ya.'
Yoona yang duduk di pojok segera bangkit, tetapi seorang pria lebih dulu berdiri. Dia si ketua kelas, Eunwoo. Yoona terdiam, berkedip singkat memandang pria dingin itu melewatinya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Mengerjakan soalmu." Jawaban bernada datar itu mengundang sorot tajam Oh Sehun.
"Apa kau pikir aku menunjukmu?"
"Kenapa? Kau menunjuk anak baru? Jika tak bisa menjawab, apa memberimu kepuasan setelah dia ditertawakan?"
Sehun menyipit, bola matanya bergulir ke arah Yoona. Sedangkan gadis itu hanya mengerjap polos. Tak lama Sehun tertawa sumbang, menepuk bahu Eunwoo mempersilahkan dia mengerjakan.
"Kau bertanggungjawab sebagai ketua kelas, ya. Baiklah, lanjutkan niat baikmu." Tutup Sehun kembali melihat sepintas senyum senang Yoona.
***
"Sepertinya kau punya penggemar disini."
"Apa maksudnya?"
Sehun meletakkan jajjangmyeon di hadapan Yoona. Mereka saat ini berada di ruang kerja Sehun. Lampu temaram di sana mengingatkan Yoona ketika menyusup di tempat itu pertama kali. Aksi nekatnya pertama kali meski belum mengenal isi tempatnya yang sungguh bobrok.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
Short StoryBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
