YOU ARE MY STAR [3]

1.1K 186 13
                                        

Yunho sedang memberi petuah pada anak-anak didiknya. Pertandingan akan segera dimulai dalam beberapa menit lagi. Mengingatkan mereka untuk fokus, jangan lengah dan tetap sportif.

"Entah aku akan menamakan ini keuntungan atau bagaimana. Leo. Kapten sekaligus striker andalan mereka masuk rumah sakit kemarin malam karena kecelakaan."

"Tentu itu keuntungan bagi kita pak," sahut Jaehyun. Yunho sejujurnya tidak enak menganggap sebuah musibah sebagai peluang yang menguntungkan. Ia menghela nafas.

"Yah...aku tak bisa bicara banyak. Semangat untuk tim kita!" bersorak serentak sebelum berhamburan ke lapangan. Sementara seorang laki-laki di antara mereka tengah menarik sudut bibirnya, sebuah smirk kepuasan.

---

Pertandingan telah menuju menit ke-87. Kedudukan 4-0. Tim yang menyematkan nama Oh Sehun sebagai kapten berhasil menggempur pertahanan lawan. Strategi yang disusun Yunho memang luar biasa.

Meski berada pada detik-detik yang melelahkan, tak juga membuat kobaran semangat mereka mereda. Jersey yang mereka kenakan basah melekat pada kulit akibat peluh yang membanjiri sekujur tubuh. Juga rambut yang lepek beberapa helainya berserakan pada dahi. Diiringi dengan nafas terengah.

Oh Sehun berdiri berkacak pinggang sambil menyugar rambutnya. Menyeringai bangga ketika tatapannya tepat bertemu dengan mantan pelatihnya yang berdiri di samping lapangan dengan kepalan erat di sisi tubuh. Gestur Sehun memberi kesan angkuh dan keren. Ia sesungguhnya ingin melihat reaksi pria tua itu.

Sehun mengangkat jari di depan wajahnya. Membentuk angka nol lalu mengubahnya menjadi telunjuk yang mengacung tegak. Kemudian jari telunjuk dan tengah merapat dan memberi gerakan seperti hormat dengan posisi kepala yang agak miring. Dan jangan lupakan senyuman khas seolah memberi cibiran itu.

Sehun terkekeh. Sementara Jae Wook dengan rahang mengeras dan urat menyembul segera berbalik meninggalkan lapangan. Sorak sorai para penonton pada tribun memenuhi stadion. Menggema menyebut nama klub andalan mereka.

---

Pertandingan telah usai. Jae Wook keluar dari satu ruangan. Menutup pintu kemudian berbalik. Ia dikejutkan dengan seseorang yang ada di hadapannya saat ini. Pria kekar ber-jersey dan handuk kecil melingkar di leher sedang berdiri tegak, tatapan dingin dan tangan terlipat di depan dada.

"Kau-"

Tersenyum sinis. "Kenapa kau kelihatan menghindariku pak? Ah aku baru ingat. Kau kan membenci si Tuan Big Zero ini." Sehun terkekeh sarkas. "Kau bisa mengakuinya sekarang!"

"Mengakui apa?"

"Kehebatanku lah memang apalagi?"

"Kau sangat terobsesi pada pengakuanku rupanya."

"Karena membuatmu mengakui kekalahan itu tidak mudah. Kau kolot. Mengandalkan kepala besarmu dan merendahkan orang lain semaumu. Padahal kau tidak mengaca betapa rendahnya dirimu. Sekarang....aku akan mengembalikan gelar Big Zero itu padamu. Wow selamat Tuan, kau pemilik baru gelar itu sekarang."

Itulah Oh Sehun dengan ucapan pedasnya disertai seulas senyuman culas. Menatap datar si mata nyalang di hadapannya.

Zero to Hero.

---

Sehun merasakan tarikan pada kerah bagian belakang jaketnya agak kasar. "Kau melakukannya pada Leo?" Sehun mencoba melepaskan cengkraman itu. "Dasar pengecut."

Pria beratribut sporter itu mendecih. Ia sahabat Sehun sejak SMA. Ia mengambil cuti dari kantor hanya demi bisa menonton pertandingan sahabatnya.

"Aku tidak akan melakukan ini kalau mereka tidak memulainya." Sehun yang tak kalah kasar menepis tangan pria itu darinya.

SHORT STORIES || YoonHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang