Keduanya bersiap di hari berikutnya. Yoona menyelipkan pistol kecil berisi obat bius untuk berjaga. Sehun tak mengijinkannya membawa senjata api atau senjata tajam. Yoona mengaitkan sabuk dan melilit kaki bagian atas lutut, dia menyembunyikan itu dengan rapi di balik gaun panjangnya. Berdandan natural dan elegan dengan gaun hitam.
"Ternyata aku lebih menyukai gaun ini daripada sebelumnya."
"Sama saja."
"Apa maksudmu? Bagian dadanya kan tidak terbuka. Jelas berbeda. Pikiranmu akan tenang selama disana," Yoona yang naif membuat Sehun menghela nafas.
"Sudah bicaranya? Ayo pergi, kita harus tiba di awal untuk melihat situasi."
Yoona menyeringai menatap Sehun yang terlihat bugar dengan hair-up menampilkan seluruh bagian kening.
"Kau sangat tampan malam ini dengan gaya rambut itu."
Yoona mengangkat gaunnya dan berjalan santai melewati Sehun yang terdiam di tempatnya. Selang lima detik, Sehun melangkah mengejar Yoona dan menarik pintu mobil untuknya. Meletakkan tangannya pada sisi atap, agar kepala gadis itu aman.
"Terimakasih. Oh ya, bisa ambilkan tasku di meja tamu? Aku lupa meninggalkannya disana."
"Hm."
'Ada yang aneh, tiba-tiba dia menurut padaku dalam beberapa hari.'
***
Beruntung pesta ini adalah pesta topeng. Tak banyak orang saling mengenal satu sama lain, sehingga memudahkan mereka menyamar. Yoona tak bertanya cara Sehun mendapatkan akses undangan ke pesta, karena apapun pria itu tak dapat ditebak.
Yoona memberikan gelas berisi anggur pada Sehun yang tampak serius memindai situasi.
"Aku melihat wanita di samping si youtuber, Alexander Kim. Apa dia ibunya? Mereka terlihat dekat dengan pemilik Hotel."
"Alexander, anak tiri mereka."
"Wah, kejutan apalagi ini. Setauku Alexander anak yatim piatu, pantas saja dia terlihat menghabiskan uang keliling luar negeri di vlog-nya."
"Aku sangat ingin tahu hubungan mereka dengan Hyesung. Karena terakhir aku mendapatkan informasi, mereka pernah mengunjungi Jeju di tanggal yang sama."
"Bagaimana bila itu tentang keterkaitan dengan transaksi narkobanya?"
"Karena itu, aku harus menemukan bukti kali ini. Aku menantikan kedatangan Hyesung untuk membuktikan hubungan mereka."
Sesuai rencana yang telah disusun, Yoona menyelinap masuk. Mencari area tempat seragam para karyawan tersimpan. Dan ia pun mencari kamar mandi yang aman untuk mengganti pakaiannya. Dia sangat cekatan dalam perannya sehingga tak satupun curiga. Tak lupa memasang hair net untuk membungkus rambutnya.
"Joy, bawa tasku ke ruangan. Mulutku pahit sekali. Aku mau merokok."
"Baik, Nyonya." Karyawan itu juga mengenakan topeng, walau masih berpakaian formal. Dia hendak menuju ruang pribadi Nyonya sambil membawa tas.
Sudut bibir Yoona berkedut. Nyonya yang dia perhatikan itu tak lain adalah ibu Alexander. Yoona menyeru pada gadis berseragam itu.
"Hei, Joy. Bisa tolong bantu aku?"
Joy menoleh menemukan kepala yang menyembul dari balik kamar mandi.
"Ini sangat urgent."
"Apa?"
"Bisakah kau menjaga pintu untukku disini? Aku mau mengganti pakaian. Aku tak sadar datang bulan sampai membuat rokku kotor."
"Kenapa tidak berganti di dalam bilik saja?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
KurzgeschichtenBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
