MIRACLE IN LOVE [1]

5K 290 28
                                        

Mark, putra pertama dan satu-satunya yang dimiliki Yoona. Jika kalian berpikir anak tunggal itu akan dimanja, maka kalian salah untuk yang satu ini. Mark memang anak kandung namun sering diperlakukan seperti anak tiri.

Ada alasan mengapa Yoona bersikap demikian. Karena seseorang dari masa lalu yang amat ia benci. Membuat hatinya hancur dalam keterpurukan. Seolah tenggelam dalam palung yang tak mungkin dapat kembali pada permukaan.

Mustahil. Itu katanya. Namun tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ia pandai membolak-balikkan hati manusia. Kehadiran seseorang berhati malaikat telah perlahan mengikis dinding tebal yang selama ini melingkupinya.

Dia bukan hanya bintang di langit malam, namun matahari di kehidupan Yoona. Lewat kelembutan dan kasih sayang yang ia salurkan, mampu meretakkan kerasnya hati perempuan itu.

Yoona sangat senang seseorang mengusap kepalanya, dan ia melakukannya. Lelaki nyaris sempurna itu begitu mencintai seorang Lim Yoona. Menempatkan Yoona sebagai wanita spesial setelah ibunya.

---

Lim Yoona bekerja sebagai manajer divisi pemasaran. Bukan terlalu cepat untuk Oh Sehun yang diam-diam terpikat pada pesona Yoona. Awalnya ia tak memperhatikan keberadaannya. Hanya menganggap perempuan itu sebagai bawahan.

Berawal dari rasa kagum pada kecerdasan Yoona perlahan menciptakan senyum tercetak manis di bibir tipisnya. Terkadang ia merasa gila karena sering tersenyum tanpa sebab yang pasti. Namun ia menyadari sesuatu. Ia sedang jatuh cinta.

Menemani Yoona lembur tiap malam. Mengajaknya mengobrol dengan secangkir kopi untuk dirinya sendiri dan secangkir lagi ia buatkan untuk Yoona.

Perempuan itu awalnya berusaha menghindar, Sehun sadar itu. Namun dengan pendekatan sedikit demi sedikit. Perlahan Yoona luluh dan menampilkan senyuman kala Sehun melontarkan candaan. Asal Sehun tahu saja, faktanya Yoona tidak tersenyum karena bahan candaan tapi lebih pada ekspresi pria itu.

“Aku tahu aku tidak lucu,” ucap Sehun dengan cengirannya.

“Saya tahu pak, anda kan memang bukan pelawak.”

“Bukan begitu Yoona. Beberapa kolegaku memang kau pikir mereka pelawak? Tapi mereka bisa membuat orang lain tertawa dengan candaannya. Ah faktanya selera humorku memang jelek. Kau pasti terganggu kan? Maafkan aku ya.”

Yoona tertawa hingga air di sudut matanya keluar namun cepat-cepat disekanya. Yoona tak habis pikir, kenapa bosnya ini semakin aneh. Sementara Sehun terkekeh sambil mengusap tengkuknya.

Kesempatan digunakan dengan baik oleh Sehun untuk terus mencari perhatian perempuan bermata rusa itu. Sehun selalu mengajaknya pulang bersama. Pada awal ketika Yoona dipaksa, ia mau, namun di malam berikutnya Yoona berlari menuju halte sebelum Sehun tahu ia sudah keluar lebih dulu.

Tetapi pada malam-malam berikutnya dan seterusnya Sehun bersikukuh untuk mengantar perempuan itu dengan alasan kalau Yoona adalah seorang manajer, jika ada sesuatu yang buruk menimpanya maka akan berakibat pula pada kinerja karyawan divisi Yoona.

Apalagi setelah berita tentang pelecehan remaja sekolah dalam taksi saat larut malam itu keluar. Tentu membuat Yoona bergidik. And well, Sehun berhasil membujuknya demi keselamatan perempuan itu.

Di suatu hari saat Yoona minta cuti karena sakit, Sehun datang membawa buah-buahan. Ia datang bertamu dan Yoona membuka pintu dengan wajah pucatnya tak lupa ekspresi terkejutnya. Tidak menyangka atasannya akan kesini.

“Kau sudah minum obat?” Yoona mengangguk pelan.  “Lalu kenapa masih pucat hm?”

“Saya sedang istirahat pak. Anda mengganggu saya.” Mendengar itu Sehun meringis lalu minta maaf.

SHORT STORIES || YoonHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang