EXTRAORDINARY [9]

650 99 196
                                        

"Lo?!" Ayuna bersiap dengan kepalan tangannya yang melayang bebas.

"Gue gak niat jahat!"

"Orang jahat mana mau ngaku dia jahat, lo ya.. udah mau jambret tas gue dengan gak tau dirinya sekarang nemuin gue lagi!"

Cowok itu pun mengerutkan keningnya, jadi Ayuna berpikir dia itu maling, bukan psikopat seperti di cerita fiksi ketika diikuti seseorang misterius berhoodie.

"Ada yang mau gue tanyain ke lo."

Kedua mata Ayuna menyipit curiga. "Gak percaya, lo mau berapa? Gue kasih asal jangan jambret."

Nak sultan.

"Astaga, gue gak ada niat buat jambret apalagi begal. Gue cuma mau nanya sesuatu."

"Gak percaya."

"Tolong.."

"Oke."

Kini dua insan itu duduk di salah satu bangku yang tak jauh dari sana. Cowok berambut cepak itu tanpa ragu mengutarakan maksudnya mengikuti Ayuna.

"Gue Andrew."

"Gak nanya sih gue. Jadi, apa yang mau lo tanyain ke gue?"

"Lo.. sahabatan sama Sehun?"

Ayuna mengangguk membenarkan, "Kenapa?"

"Berarti lo kenal Meyna?"

"Iya."

"Gue, kakak tirinya Meyna," lanjut cowok itu kemudian membuat Ayuna tertegun sejenak. Dia baru tahu jika Meyna memiliki saudara lagi selain Revan.

"Papa gue nikah sama mamanya Meyna sampai punya anak Revan. Tapi semenjak mereka pindah ke kota ini, gue lost contact dan gak tau lagi nyari mereka kemana. Sampai pada akhirnya gue liat Sehun. Gue, ada sedikit masalah sama dia dulu."

Inikah alasan Sehun melarangnya menanggapi cowok asing itu jika bertemu lagi?

"Kalian ada masalah apa emangnya?" Ayuna mencari celah untuk menjawab rasa penasarannya selama ini.

"Masalah cewek," singkatnya namun tidak jelas yang dimaksud siapa. Ayuna pikir itu hal biasa jika ada cowok yang berseteru soal cewek. "Jadi.. bisa tolong kasih tau gue dimana Meyna tinggal sekarang?" Tanya Andrew memohon.

***

Tangan ramping itu terulur meraih kotak donat di lemari atas meja dapur. Begitu diturunkan, satu jumputan donat dan melahapnya nikmat. Pipi pucatnya menggembung dengan mata berbinar.

"Enak banget kayaknya."

Sebuah suara menginterupsi mengalihkan atensinya. Di sana, Sehun terlihat mendekat setelah mengambil sebotol air dari kulkas.

"Mau dong."

"Nih," ujarnya seraya menggeser kotak tetapi justru Sehun malah menarik pergelangan tangannya lalu menggigit donat tepat di bekas Ayuna.

"Gue maunya yang ini," kata Sehun dengan mulut penuh.

Ayuna tersedak, lalu Sehun memberikannya minum yang ia ambil tadi. Diusapnya lembut punggung Ayuna.

"Ciee pipinya merah."

"Masa?" Terkejut, Ayuna reflek memegang pipinya. Ayuna mendengus sambil meninju pelan tubuh Sehun. "Bisa gak sih gak nyebelin."

"Lo kan juga sering nyebelin jadi orang."

"Tapi bikin jantungan."

"Apa?" Sehun tersenyum jahil menaikkan kedua alisnya. Manik mata Ayuna melirik ke sembarang sisi. "Coba ulangi dong, suamimu ini gak denger loh."

SHORT STORIES || YoonHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang