Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

HEAD OVER HEELS [3]

152 20 15
                                        

"Bagaimana kabarmu, sayang?"

"Kabar baik, ibu. Terimakasih ibu sudah datang jauh-jauh kesini dan membawakan sup untukku."

Yeojin mengulas senyum, dia telah menganggap Yoona sebagai putri sendiri, walau Chanyeol telah tiada. Mengusap lembut surai panjangnya yang tergerai penuh kasih.

"Kau tak ingin pindah tinggal bersama ibu, nak? Dibanding tinggal sendiri disini, bukankah lebih baik kita bersama?"

Perempuan itu selagi memegang sendok, dia juga menggenggam tangan Yeojin. Menyalurkan ketenangan dan perasaan tulus.

"Aku baik-baik saja disini, bu. Aku merasa lebih tenang tinggal jauh dari padatnya kota."

"Baiklah, ibu tidak bisa lagi memaksamu. Tapi pintu rumah itu terbuka lebar jika kau ingin tinggal sementara atau selamanya."

Yoona terkekeh. "Ngomong-ngomong, ibu ada agenda fashion ke Paris minggu depan?"

"Sebenarnya aku bukannya diundang, teman ibu yang mengajak. Padahal ibu bukan model, hanya sebagai owner brand fashion lokal."

Dia mengerutkan hidung selagi mata menyipit. "Ibu merendah lagi, ya?"

Yeojin tertawa menepuk bahu menantunya. "Oh ya, apa Sehun pernah kesini? Semenjak menjabat dia jadi super sibuk dan tak pernah mengunjungi ibu. Junmyeon mengatakan dia sangat bekerja keras. Aku masih takjub dengan anak itu. Hidupnya yang bebas tiba-tiba berbalik dalam jalan penuh aturan."

Yoona bergeming ragu, mencari alasan. "Dia.. hanya sesekali kesini memastikan keadaanku, lalu pergi."

"Sayang, kau jangan lakukan hal bodoh lagi seperti waktu itu, ya. Semua orang mencemaskanmu. Hidupmu berharga dan kau harus bahagia, nak."

"Iya, bu. Aku minta maaf."

Usai melahapnya hingga tak tersisa, dia mengantar ibu mertuanya yang berpamitan. Melesat bersama mobilnya, seseorang memperhatikan dari atas sana selagi sibuk berbincang melalui telfon.

Benar, itu ibunya. Yeojin sama sekali tidak mengetahui Sehun disana.

"Nak, kau bisa mengantar ibu pekan depan?"

"Kupikir ibu sudah mengangkat Junmyeon sebagai anak." Dia terkekeh.

"Jangan memancing, dia mendengarmu. Kau dimana sekarang? Ibu ke kantor, mereka bilang kau cuti sehari."

"Hm, ada yang harus aku urus. Ibu tenang saja, meski jauh aku masih memegang kendali klien kita."

"Kau ke luar negeri, ya?"

"Tidak. Yang jelas tempat ternyaman saat ini."

"Apa kau berpacaran dengan mantan manajermu itu? Saat dia bertemu denganku dia menanyakan keadaanmu."

"Mana mungkin. Jika aku ingin menikah, bisa dipastikan aku menikahi wanita yang benar-benar aku cintai.

***

Rangkulan nyaman di balkon tuai sambutan dari angin pantai dan kicauan burung. Membingkai indah dua insan yang tengah menikmati waktu berharga.

"Novel apa yang kau baca?"

"Hm.. tentang reinkarnasi seseorang dari masa lampau. Kehidupan kedua yang dirayakan. Dia banyak menghabiskan waktu bersama pekerjaan, tak punya waktu bersama keluarga. Ketika diberi kesempatan mengulang kehidupan, dia berusaha memperbaiki hubungan."

"Kelihatannya menarik."

Yoona menyibak lembaran buku. Tampak santai membaca penggalan kalimat motivasi.

SHORT STORIES || YoonHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang