Disibukkan dengan bisnis baru membuat Yuna lebih bersemangat dari sebelumnya. Apalagi bila mengingat hubungannya dengan Sehun yang semakin tak berjarak dan manis. Yuna tertarik membuka usaha frozen food. Dulu dia pernah ditawari menjadi distributor, tetapi menolak karena ingin fokus membangun usaha kuenya.
Kesepakatan yang terjadi antara dirinya dengan produsen hari ini, merupakan langkah menguntungkan yang diharapkan dapat terus berjalan dengan baik kedepannya.
Dia telah membeli sebuah kios sebagai awal mempublikasikan bisnisnya yang satu ini. Promosi baik secara offline dan online akan mulai dicanangkan. Dia mengabari Sehun dengan perasaan suka cita yang membuncah. Sehun tak banyak tahu persoalan bisnis jual beli makanan, dia memberinya sedikit masukan yang mungkin diperlukan istrinya.
Si cantik yang hebat tak ingin stagnan hanya pada satu keinginan. Yang ingin terus berkembang dan menjadi pribadi produktif membuat orang-orangnya bangga dengan segala pencapaian.
Sehun menemukan Yuna tertidur di meja makan, perhatiannya tersebar ke dekat wanita itu. Dia menyajikan makanan di atas meja. Sebetulnya Sehun sudah pulang dua jam lalu, mendapati Yuna yang tentu saja belum kembali membuat dia mengiyakan ajakan teman-temannya untuk bertemu di luar. Begitu kembali dia dibuat tersenyum dengan wanita yang ternyata tengah menunggunya kembali.
"Eung.. hei, udah pulang? Ayo makan, aku siapin makan malam buat kamu."
Kerutan dalam di antara kedua alis pria itu membuat Yuna bingung. Seringaian di bibir Sehun menambah kebingungannya. Yuna beranjak mengambilkan piring, tetapi Sehun melangkah pelan dan berakhir menggenggam pinggang Yuna hingga mengundang pekikan kecil. Begitu terhempas di atas pantry, Sehun meletakkan dua lengannya di samping tubuh Yuna.
"Mau ngapain?" Senyuman Yuna menambah tinggi keinginan Sehun untuk menggodanya.
"Gak tau. Menurut kamu mau ngapain?"
Yuna tak heran dengan tingkah random Sehun. Dia mengulurkan tangan demi menjumput helai rambut Sehun yang tampak semakin panjang. Dia tak begitu memperhatikan itu, justru heran karena mengetahui kecenderungan Sehun menjaga rambut hitam kecoklatannya tetap pendek.
"Kamu berniat panjangin rambut?"
"Cakep, gak?"
"Eum, biasa aja."
"Oh ya?" Dia mendorong maju wajahnya dan hanya memberi jarak 5 senti.
"Eheum.."
Anggukan Yuna mengundang tatapan yang kian intens. Triangle method yang dilakukan Sehun berhasil membuat dada Yuna berdebar. Namun, begitu dia hendak menciumnya, Yuna bertolak ke samping lalu memeluk leher Sehun.
"Aku udah selesai."
Bisikan lembut mengalun merasuk ke dalam gendang telinga. Menyadari tak ada respon darinya, Yuna bertanya-tanya. Lelaki itu masih bergeming tanpa pergerakan berarti.
"Terus?"
Yuna mengendikkan bahunya. "Kamu nanyain kan semalem. Jadi aku- akk!"
Yuna dibuat terkejut bukan main kala Sehun mengangkat tubuhnya dalam gendongan koala. Surai panjangnya berayun menyentuh wajah Sehun di bawahnya. Dia tetap berpegangan pada bahu keras Sehun. Menunduk mengamati mata pria itu yang dipenuhi binar kepuasan.
"Aku punya ide bagus dibanding makan malam."
Yuna terkekeh, "Mau ngapain?"
"Anggap aja ini permintaan pertama suami."
Nada rendah seperti menggeram tak dapat Yuna hentikan. Dia membawanya melayang di setiap menapaki anak tangga. Membuka knop pintu lalu mendorongnya dengan siku.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
Short StoryBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
