Sudah genap tiga hari si kembar Kayla dan Elvino berada di rumah keluarga Farel Bagaskara, mereka hanya tinggal menunggu dijemput oleh ayahnya setelah kembali dari Jakarta bersama ibu mereka dan orang tua Ayuna.
Saat ini Ayuna, Sehun serta si kembar berada di supermarket. Selain berbelanja barang pribadi, stok makanan dan bahan masakan, Ayuna membiarkan si kembar memilih jajanan sesuka mereka namun tetap tak luput dari pengawasan Sehun. Anggap saja ini sebagai bentuk perpisahan. Letak rumah Kay dan El memang cukup jauh dan butuh waktu satu setengah jam dari kediaman Ayuna.
Sambil mendorong troly, Ayuna mencari keberadaan mereka bertiga yang entah sampai dimana. Betapa bodonya Ayuna hingga lupa kenapa tidak menelfon Sehun saja daripada menghabiskan tenaga lagi untuk berkeliling.
“Lo dimana sih Hun? Gue muter-muter nyariin kalian.”
“Depan. Jajanan Kay sama El udah gue bayar tadi. Gue buru-buru gak ngabarin lo soalnya El ngerengek kebelet pup.”
“Ya ampun. Tau gitu gue gak bakal muter-muter dari tadi.”
“Iya iya maaf.”
“Kalian tetep di sana ya, tungguin gue mau bayar dulu.”
Kay dan El berdiri dengan satu tangan menggenggam jari Sehun sementara lainnya memegang stik es krim. Begitu menangkap perawakan mereka lalu mendekat.
"Belanjaan banyak amat Na." Ditanggapi dengan anggukan Ayuna. "Maksud gue, si kembar kan bentar lagi pulang, gue rasa kita gak butuh banyak persediaan makanan."
"Udah ah gak usah bawel, bukain bagasi dong cepetan, berat nih."
Diletakkannya barang-barang, hela nafas seiring ditutupnya kembali bagasi. Menepuk telapak tangannya seraya tersenyum. Ayuna bergegas menuju mobil, tepatnya di samping Sehun. Dua bocah itu juga sudah duduk manis di jok belakang. "Kapan kapan kalo kangen, El sama Kay boleh kok main ke rumah kakak," ujar Ayuna saat berbalik.
Sehun tersenyum sinis, "Gak salah lo ngomong gitu? Ntar ngomel lagi karna kerepotan." Ucapan Sehun mengundang pukulan kecil Ayuna.
"Apasih. Itu kan kemarin-kemarin. Gue pikir lebih baik direcokin mereka daripada berantem mulu sama lo."
"Gue gak pernah ya Na ngajak berantem. Lo sendiri yang mulai."
"Apa? Gue? Lo bikin mood gue berantakan bihun, lo juga jadi cowok gak ada ngalah sama cewek."
"Gak ngalah gimana? Tiap kita berantem, nyatanya gue kan yang bakal diem duluan. Gak usah putar balikin fakta."
"Tuhkan ngajak berantem lagi."
"Lo tadi yang mulai, maemunah!"
"Ih kok kasar."
"Gak, gue gak kasar."
"Tuh buktinya."
Kay dan El sangat jengah, memutar bola mata menyaksikan percekcokan dua kakaknya ini. Saling melirik lalu terukir senyum miring di kedua bibir mereka. Lalu Kay menepukkan telapaknya di tangan El.
"Akh...sakit!"
"Kay, gak papa?" El memegang bahu kembarannya.
"Sa-kit."
Sehun dan Ayuna sontak menoleh, Sehun bahkan sempat menginjak rem mendadak sebab terkejut.
"Hun! Pelan-pelan."
"Maaf." Kemudian Sehun menepikan mobil.
"Kayla...kamu kenapa hm? Sakit a-apanya yang sakit?"
"Kepala Kayla sakit kak Na," El menjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
Cerita PendekBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
