Si pembuat masalah, Sora dan Nara kembali menjahili Yoona. Mendorong kepala Yoona hingga masuk ke dalam nampan berisi makanan basah.
"Kenapa kau begitu tidak sabaran? Kalau kau memang lapar karena miskin, kau bisa makan sisaku." Gadis nakal itu menumpahkan sisa piringnya ke piring Yoona. Senyum culas Nara mengimbangi adegan Sora.
Genggaman pada sendok logam tampak semakin erat. Menyalakan emosi yang telah ia tahan sejauh ini di wajah datarnya. Cukup menahan, terlebih ketika mendengar tawa nyaring yang justru menggelikan di telinga Yoona.
Dia bangkit, membawa nampannya dengan tenang, tetapi Nara menarik pakaian Yoona dengan kasar.
"Siapa yang menyuruhmu pergi?"
Yoona berbalik, mendorong nampan di tangannya ke dada Sora hingga membuatnya terhimpit pada sisi meja. Otot mata menegang mengesankan emosi tak terbendung.
"Sekali lagi kau bicara, akan kurobek mulutmu." Datar dan dingin.
"Kau berani denganku?" Sora masih tak menyerah. Namun, mengundang senyum sinis Yoona yang mereka rendahkan tanpa ampun.
"Kenapa tidak? Kau hanya tikus kecil di mataku."
"Apa?!"
Teriakan Sora berhenti begitu menyadari Yoona sengaja mendorongnya lagi, hingga kuah dari makanan itu membasahi seragam sekolahnya. Sora tak berkutik, dia tak melanjutkan emosi yang tersangkut di tenggorokan.
"Kau akan dapat hukuman setelah ini," kata Nara yang terkejut sekaligus marah melihat Sora ditekan.
Amukan Yoona rupanya gertakan tak main-main. Dia menoleh pada Nara.
"Maka aku akan menghabisimu sebelum itu terjadi."
Nara tersentak seketika mundur. Tangan gemetar dan melirik Sora dengan ketakutan.
Atensi Yoona kembali pada Sora di hadapannya. Untuk pertama kalinya, dia menyukai ekspresi takut gadis pembuat masalah itu. Kemudian mengambil gerakan mundur dan menarik kembali piring makan. Melangkah tenang memasukkannya ke dalam tempat piring kotor.
Eunwoo memperhatikan dari kejauhan. Perkelahian antara murid-murid anggota kelas yang dia pimpin.
***
Yoona menghabiskan sisa jam istirahat untuk menikmati angin sepoi di atap sekolah. Rasanya seolah kembali ke masa lalu ketika masih menjadi siswa betulan. Dia yang sering bolos pelajaran, tetapi membuat guru terheran-heran akan peringkatnya.
Keberadaannya disini seperti lelucon tak terbayangkan sebelumnya. Dirinya tak pernah tertarik masuk akademi, tetapi dia mulai menyukai ini. Bertemu dengan Sehun, mungkin juga salah satu alasan.
Suara pintu penghubung tangga dan rooftop terbuka, seketika mengundang perhatian Yoona.
"Ketua kelas? Sedang apa kesini?"
Eunwoo menghampiri tempat duduk Yoona, meletakkan satu kantong berisi makanan cepat saji dan cola. Yoona mengeryit lalu menaikkan pandangan, menunggu pria ini membuka mulut.
"Makanlah."
Yoona terkekeh. "Apa kau merasa bertanggung jawab atas kejadian tadi? Aku anggap ini tugasmu sebagai ketua kelas. Jadi, aku berterimakasih."
"Hanya peran kecil."
Yoona mengulurkan ayam goreng pada Eunwoo. Dia diam sejenak memandang Yoona.
"Aku akan makan kalau kau juga makan," kata Yoona.
Tak menunggu lama, Eunwoo menggigit ayam itu. Yoona pun mengambil yang baru dan melahapnya. Bersenandung nikmat begitu rasa kuat perbumbuan menyentuh lidah.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHORT STORIES || YoonHun
Storie breviBukan oneshoot, satu judul bisa terdiri dari beberapa chapter, genre suka-suka » Baku » Semi baku Baca aja, barangkali suka :))
