REAL BOSS [9] END

770 70 44
                                        

Seminggu rasanya cepat sekali, terlebih mendengar pekerjaan yang bertumpuk telah menyambut kedatangannya. Karena dalam 2 hari sebelumnya senior Yangsun izin pulang lebih awal saat harus menemani ibunya menjalani medical check-up. Namun beruntung, Minjeong telah banyak membantunya.

Yoona banyak-banyak mengambil nafas panjang ketika melihat inbox email berisi 2 naskah yang sama sekali belum tersentuh. Kebetulan juga novel berjudul "Real Boss" karyanya akan launching hari ini. Namun Yoona meminta agar tidak ada acara khusus, sedangkan book signing akan dilakukan secara online dengan memilih 100 pembaca yang beruntung. Sesungguhnya ini lebih mendebarkan dari apapun.

"Eonni! Apa kabar?" tegur Minjeong menghampiri Yoona.

"Rasanya seperti pulang dari surga dan kembali ke kehidupan nyata."

Keduanya pun tertawa, "Eonni, selamat atas launching novelnya. Itu pasti luar biasa!"

"Kau bahkan belum membuka sampulnya."

"Haha! Aku serius, eonni yang terbaik, karena itu aku tidak sabar membacanya. Ah tunggu sebentar, aku tadi membelikan ini untukmu," Minjeong mengulurkan bubble tea.

"Wah kau manis sekali. Terimakasih!"

Bicara soal novel, sudah mulai didistribusikan ke 20 toko buku secara berkala. Dan akan diluncurkan versi e-book juga.

***

"Huh? Ada apa?" tanya Yoona yang tengah berjalan dengan Yangsun ketika melihat banyak karyawan dengan raut ceria.

"Sepertinya sudah datang?" Sahut Yangsun.

"Siapa yang datang?"

"Pemilik baru Daehan."

Tentu Yoona dibuat kaget bukan kepalang. "Apa?! A-apa maksudnya?"

"Sungjae belum memberitahumu? Dia pasti tidak sanggup mengatakannya ya. Aku memahami situasi itu, agar tidak mengganggu fokusmu."

"Sungguh aku tidak mengerti. Haein juga tidak bilang padaku soal apapun," hatinya mencelos, rupanya banyak hal yang tidak ia ketahui. Seminggu rasanya seperti ditelan bumi saja.

Yangsun menggigit bibir bawahnya. "Seorang CEO mengakuisisi Daehan. Dia memegang 82,3% saham. Sungjae bilang awalnya mereka melakukan pertemuan kerjasama dan sudah sepakat, selang 3 hari CEO itu menelfonnya bicara soal rencana akuisisi. Kemudian dia bersama Pak Baekho berdiskusi dengan ayahnya, lalu mereka menyetujui kesepakatan, Sungjae sempat menangis di hadapan kami. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mampu mempertahankan perusahaan yang dirintis ayahnya. Dia meminta kami tidak memberitahumu karena akan mengatakannya sendiri. Baru kali ini Daehan mengalami masa surut dalam periode panjang, kita semua tahu cabang di Apgujeong menghentikan produksi 1 bulan terakhir. Ditambah lagi perusahaan cabang saingan kita yang baru beroperasi 2 bulan seperti magnet yang menarik mereka semua. Huh! aku semakin kesal saat tahu musuh bebuyutanku semasa kuliah ternyata bekerja di sana."

"Siapa orangnya?"

"Musuhku? Dia Jung Na-"

"Maksudku orang yang mengakuisisi tempat ini."

"Ah, CEO muda The One, Oh Sehun."

Tepat bersamaan dengan jawaban Yangsun, beberapa orang di sekitar Sungjae dan Sehun yang semula menutupi pandangan mereka, berpindah tempat. Saat itu pula sepasang hazel bersudut tegas di kejauhan sana bertemu tatap dengan Yoona. Sementara gadis itu merasakan dadanya seperti ditimpa batu. Otot-otot di tubuhnya menegang. Netra kembar itu membulat, ia tercengang dengan apa yang dilihatnya.

'Apa yang namanya Sungjae itu wanita?'

'Aku pernah bertemu bosmu, namanya juga Sungjae tapi dia seorang pria.'

SHORT STORIES || YoonHunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang