Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

HELP [6] END

1.5K 194 33
                                        

Soal kecelakaan itu Sehun masih belum tahu karena dia sibuk mengikuti kompetisi bersama grup musiknya di luar kota.

Yoona dirawat dua hari di rumah sakit. Si pengendara motor yang hanya mengalami luka lecet ringan segera bertanggung jawab membawa Yoona ke rumah sakit dan menanggung biaya perawatannya.

Pengendara itu bernama Lee Taeyong. Dia berkali-kali minta maaf kepada Nyonya Lim, ibu Yoona. Dia bilang saat itu sedang buru-buru sehingga tidak menyadari pergantian lampu lalu lintas dan mengaku lalai.

Tanpa pikir panjang, Taeyeong membanting setir untuk menghindari Yoona. Timing begitu cepat. Ia salah perhitungan. Bagian depan motornya menghantam beberapa tempat sampah yang berjejer di trotoar dan bagian belakangnya menyenggol kaki Yoona.

Gadis itu jatuh dan daerah pergelangan kakinya terkilir. Tulang daerah sana mengalami retak dan timbul luka lecet sedikit pada tangannya. Ia menangis keras saat perjalanan ke rumah sakit. Namun Yoona tidak marah pada Taeyong. Mereka sempat mengobrol setelah gadis itu mendapat penanganan dokter.

Dan hari ini, Yoona diperbolehkan pulang. Taeyong ikut serta membantunya. Kemudian Nyonya Lim berterima kasih dan meyakinkan bahwa Yoona akan baik-baik saja, Taeyong tidak perlu khawatir lagi karena tanggung jawabnya atas Yoona sudah selesai. Namun ia tak melarang lelaki itu untuk berkunjung ke rumahnya.

---

Saat ini Yoona sedang duduk selonjoran pada ranjang dengan punggung bersandar sambil menyibak halaman novel. Ia mendengar sayup-sayup percakapan orang di luar kamar.

Menit berikutnya, tepat ketika ia mengembalikan novel pada meja, gagang pintu bergerak dan menampilkan seorang pria di baliknya. Yoona membalas raut cemas pria itu dengan senyuman.

"Hai," sapa Yoona lembut.

Sehun menghela nafas dengan wajah datar dan mendekat. Ditaruhnya semangkuk bubur pada nakas dengan agak kasar. Ia duduk di pinggiran ranjang. Yoona tahu Sehun sedang dalam mode tak bersahabat. Marah karena ia tidak memberitahu soal kecelakaan itu dari awal.

Karena ia tahu Sehun pasti akan cemas, sementara laki-laki itu sedang mengikuti kompetisi, pasti ia akan jadi tidak fokus akibat memikirkan dirinya. Maka akan lebih baik Yoona diam dan memberitahu nanti. Selama di rumah sakit, mereka tetap berkomunikasi seperti biasa sehingga Sehun menganggap Yoona dalam keadaan baik.

"Apa masih sakit?" Melirik balutan perban pada sekitar mata kaki Yoona.

"Lumayan."

"Lumayan bagaimana, tentu saja sakit. Kenapa kau tidak memberitahuku huh? Bahkan aku tahu dari Krystal. Kau menganggapku apa sih Yoong?" Sehun masih berusaha mempertahankan nada lembutnya.

Yoona yang diam lalu bergeser dan menelusupkan tangannya melingkari punggung Sehun. "Aku baik, jangan khawatir lagi oke?"

"Apa yang terjadi?" Sehun menyelipkan helai rambut ke belakang telinga gadis itu.

"Hanya kecelakaan kecil. Pengendara motor itu tanggung jawab kok. Dia tidak lari." Yoona menatap sepasang mata hazel itu yang tampak sendu. "Hun?"

"Hm?"

"Kau mengenal perempuan bernama Kim Jisoo dari SMA Daesang?"

Sehun mengeryit sebentar lalu mengangguk. "Hm aku ingat. Dia teman satu tempat les musik denganku. Kami sempat jadi teman sekelompok dan berduet."

"Kalian menyanyikan apa?"

"Perfect dari Ed, kalau aku tidak salah ingat."

"Dia juga menyukai Fur Elise?"

Sehun mengangguk. "Dia memainkan notasinya beberapa kali. Tunggu bagaimana kau tahu soal itu?"

Mata Yoona berair, lalu setetes jatuh pada pipinya. Sekarang Yoona mengerti. Tapi haruskah ia mengatakan pada Sehun sekarang?

SHORT STORIES || YoonHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang