GLIMPSE OF HER [8]

318 48 21
                                        

Yuna melangkah hendak duduk di sofa depan tv, setelah menyesap tehnya, ia tiba-tiba terdiam. Satu tangannya meraba perut, sedikit meremat pakaian bagian itu dan ekspresi wajahnya pun berubah.

Semenjak pagi tadi, perutnya memang sempat terasa kram. Moodnya juga sangat buruk. Sampai-sampai rasa kesalnya pada Sehun memuncak.

Kedua matanya terbelalak. Buru-buru ia letakkan cangkir, kemudian berlari ke arah toilet. Tak peduli dengan Sehun yang ia lewati begitu saja.

Yuna memeriksa dan bahunya melorot seketika diiringi hembusan lirih melalui celah bibirnya. Bagaimana ia lupa kalau ia sudah memasuki masa pre-menstruasi. Dia sekarang berada di apartemen Sehun, mana mungkin disana ia menemukan pembalut.

Jika ia keluar dan pergi ke minimarket terdekat dalam keadaan seperti ini, itu sangat tidak mungkin. Ibunya hanya menyiapkan pakaian ganti Yuna untuk pagi ini, karena mereka pikir juga Yuna dan Sehun takkan sampai sore untuk pulang dari hotel.

Yuna menggigit kuku sambil mondar-mandir di dalam toilet. Selang beberapa detik, terdengar suara ketukan pintu dari luar.

"Na?"

Yuna langsung menoleh kaget.

"Kamu kenapa?" Sehun hanya ingin tahu mengapa Yuna tiba-tiba berlari ke toilet. Walau mungkin saja Yuna ingin buang air, tetapi Sehun hanya berniat memastikan.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya ragu. Lalu secara perlahan, ia membuka pintu dan dihadiahi dengan tatapan khawatir Sehun.

"A-aku. Datang bulan," ucap Yuna lirih sambil menunduk.

"Serius? Eum mama bawain pembalut gak?"

Yuna menggeleng polos. "Aku juga gak bawa pakaian dalam lagi."

"Oke. Kamu tunggu disini aja. Biar aku yang turun."

Yuna hendak menolak, tetapi suaranya tertahan dan berakhir membiarkan Sehun beranjak. Sedangkan Sehun, baru beberapa langkah, dirinya berbalik kembali menghampiri Yuna.

"Kamu biasa pakai merk apa? Eum ukuran? Sorry Na kalau gak sopan, daripada nanti salah beli."

Yuna menggigit bagian dalam mulutnya dan ragu-ragu menjawab Sehun. Situasinya terasa aneh, karena biasanya dia tak pernah merepotkan orang lain disaat masa periodenya tiba.

"Nanti aku chat. Biar gak lupa."

"Oh oke." Sehun langsung melesat menuju pintu.

Pandangannya terputus bersamaan dengan menghilangnya punggung Sehun dari jangkauan. Detik kemudian ia terpejam erat, meremas rambutnya lalu mengerang. "Malu banget astaga!"

***

Sehun berkeliling dari rak ke rak mencari sesuatu yang Yuna butuhkan setelah membuka pesan chat darinya. Kebetulan ini adalah supermarket yang cukup besar, sehingga barang-barang kebutuhan banyak tersedia di sana.

Walau Yuna menyuruhnya hanya membeli 1 kotak pembalut, Sehun berpikir dan akhirnya membelikan 3 sekaligus, karena takut kurang, pikirnya. Sekarang Sehun telah berada di stand pakaian dalam wanita. Ia pun mengambil satu kotak celana dalam yang berisi 4 pcs. Sehun hampir tak menyadari ada seorang wanita yang memperhatikannya dengan wajah terkejut dan penuh kecurigaan.

Sehun menoleh, terpaku sejenak lalu mengangkat kedua alisnya. Sebelum berpikir yang tidak-tidak, Sehun segera menjelaskan.

"Saya belikan buat istri saya." Sangat singkat lalu melengos pergi, tak peduli dengan wajah lega wanita itu.

Tiba di kasir, ia kembali harus dihadapkan dengan tatapan geli para pegawai.

"Romantis banget pak."

"Iya, istri saya lagi gak bisa kemana-mana," jawab Sehun seadanya. Perempuan yang berdiri di balik meja kasir itu pun tersenyum selagi mengemasi belanjaan Sehun.

SHORT STORIES || YoonHunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang