18

2.8K 189 12
                                        

Happy reading


























Ting

Pintu lift terbuka memperlihatkan dahyun dengan wajah sangar memasukan kedua tangannya ke saku celana, sekretaris son di samping kanannya, jeongyeon di samping kirinya sementara di belakang ada Pak lee dan sinb yang menggendong loli

"A-astaga... ini tuan dahyun nyata atau cuman halusinasi ku saja," gumam yuna dalam hati.

"Tuan je-jeongyeon." lia memandang jeongyeon dengan kagum. Teman tuannya ini tak kalah tampan.

"Kenapa tuan dahyun datang kemari," batin bibi yana heran. Ia juga sempat melihat sinb yang menggendong loli

"Apa menu makanan hari ini babi guling?" chef vano bergumam dalam hati nya kala melihat sinb yang membawa seekor babi.

Pak lee berteriak. "Apa yang kalian lakukan? beri salam kepada Tuan dahyun!"

Mereka yang sedari tadi mematung dan terhanyut dengan pikirannya masing masing akhirnya membungkukan badan serempak.

"Selamat siang Tuan." Mereka memberi salam serempak.

Dahyun dengan santai berjalan meninggalkan mereka, tak perduli dengan tatapan terkejut dari semua pelayannya. Karena ia sekarang bagai kucing yang hendak menangkap tikus, ia harus segera menemukan sana

Jeongyeon dan Sekretaris son pun ikut menyusul. Sementara sinb keluar dari Lift dan mematung sesaat memandangi mereka.

"Berikan salam kalian kepada loli ku juga!" bentaknya.

Pak Lee hanya menggelengkan kepala melihat sinb, memberi salam kepada babi? yang benar saja.

"Selamat siang tuan loli." ratusan pelayan kembali membungkukan badan.

"Hei! Loli ku ini perempuan!"

Mereka mendengus dalam keadaan masih membungkuk. Mau marah pun tidak bisa, sinb tetap teman tuannya.

"Selamat siang nyonya loli." ulang mereka kembali.

"Good!" sinb pun melangkah pergi menyusul dahyun

Semua pelayan menghela nafas lega dengan kepergian sinb. Untung saja mereka tidak di suruh menyembah anak babi itu.

"Ingin sekali aku memasak babi menyebalkan itu!" batin Chef vano

BRAKH!!!

Dahyun menendang markas kecil Nostra di ruang bawah tanah itu. Semua orang yang berada di dalamnya terlonjak kaget.

Sana, woojin, changbin, felix,bangchan, jeongin dan jisung menatap dahyun dengan wajah amarah berdiri di ambang pintu.

Kemarahan dahyun bertambah melihat mereka memegang cup ice cream di tangannya. Jadi mereka benar benar makan ice cream bersama?

"Mati aku," batin felix

Jisung melirik felix tajam dengan ekor matanya seolah olah berkata ini semua salahmu felix

Dahyun melenggang masuk begitu saja dan duduk di samping sana dengan menyilangkan kedua tangan di dada.

Sana kembali melihat ke arah pintu. Jeongyeon, sekretaris son dan sinb juga berjalan masuk ke arahnya.

Sana menaikkan satu alisnya heran mengapa ada anak babi di mansion ini. Hewan peliharaan kah?

Woojin dan yang lain terlihat gugup dengan kehadiran Senior Nostra yaitu jeongyeon, sinb dan sekretaris son di tambah lagi pemimpinnya sendiri ada disini.

[END] Ruthless MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang