"Kakak, kenapa kita tidak ke kafe itu lagi?" Jurado berjalan memutari Ren yang sedang berjemur di bawah sinar matahari. "Kakak, ayo kita ke kafe itu lagi."
"Kenapa?" tanya Ren malas. Jurado suka makan kentang tumbuk dari kafe itu. Hampir setiap hari dia meminta untuk memakan makanan itu. Dulu, Ren selalu bersikap royal untuk semua adik-adiknya sehingga pembuatan istana harus terhalang selama 10 tahun. Namun kali ini, dia tidak ingin seperti itu. Istana sangat penting untuk keberlangsungan hidupnya dan adik-adiknya, terlebih lagi, ia berniat mengambil hati Kaia kali ini.
Jika Ren berhasil mendapatkan Kaia, pria itu pasti akan tinggal bersama dengannya setiap kali dia turun ke Bumi. Lantas, di mana ia bisa menempatkan Kaia? Di tenda? Jangan bercanda!
Dengan emas yang dimilikinya, Ren masih sangat kekurangan. Sembari berjemur, ia berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang banyak dalam sekejap mata?
Ren tiba-tiba berdiri, melupakan Jurado yang masih mengelilinginya dengan semangat. "Ah! Kakak! Apa kita akan pergi ke kafe sekarang?"
Mata Ren melirik Jurado sekilas. "Ada yang lebih baik."
Jurado yang sangat ingin makan kentang tumbuk sebenarnya merasa tidak tertarik. 'Memang ada yang lebih baik dari kentang tumbuk?' sangsinya dalam hati.
"Kita akan pergi ke Pusat Pengembara," ujar Ren.
Selain Jurado, ada Esther yang juga sedang bersantai di sekitar mereka. Mendengar Ren menyebutkan Pusat Pengembara, membuat alis Esther naik bingung. "Kakak, apa kita kehabisan uang?"
Setelah pergi ke kafe bersama Ren tempo hari, Esther menyadari tempat Pusat Pengembara yang ramai dengan petualang. Mereka datang untuk menukarkan informasi atau item yang mereka miliki dengan sejumlah emas, perak, atau tembaga. Selain itu, mereka juga bisa mengambil misi yang ditawarkan oleh orang-orang sesuai dengan level mereka.
Wajah Jurado berubah panik seketika. "Apa?! Kita kehabisan uang?! Jadi kita tidak bisa membeli kentang tumbuk? Kakak! Aku akan mencari uang sekarang!"
Ren melihat wajah berapi-api Jurado dengan penuh rasa bangga. Adik-adiknya akan menjadi mesin pencari uangnya seperti biasa.
"Aku juga akan menghasilkan banyak uang." Esther yang cantik jelita mengibaskan rambutnya ke belakang punggung dengan penuh rasa percaya diri.
"Aku! Aku juga!" Ajax datang dengan masih menyeret seekor babi hutan yang ingin dijadikan menu makan malam hari ini. "Mari kita mengumpulkan banyak uang dan membeli kentang tumbuk untuk Jurado!"
Slora menghela napas pasrah meski tangannya masih menggenggam pisau dapur. "Jurado memang yang paling muda, tapi kau tidak boleh memanjakannya seperti itu. Kakak, aku juga akan mengumpulkan uang. Aku tidak ingin tinggal di tenda lagi."
"Aku akan berusaha semampuku," tambah Cass dengan sebuah boneka voodoo di tangannya. Cass bisa dengan mudah mengecil atau membesarkan boneka jahannam itu sesuka hatinya. Boneka jerami itu benar-benar sangat mematikan.
Oz yang bersembunyi di balik pohon ingin segera pergi dan mengumpulkan uang lebih dulu, namun suara Alger menghentikannya. "Oz, jangan gegabah. Lebih baik kita pergi bersama. Biar bagaimana pun, Kakak membutuhkan banyak uang. Emas yang kita miliki sepertinya masih sangat kurang. Kita harus membangun istana dan mengumpulkan uang untuk meminang calon pasangan Kakak."
"Eh?!" teriak mereka serempak.
Ren melirik Al. Seperti biasa, Al selalu tahu apa yang ingin Ren lakukan mengingat jiwa yang diberikan pada Al oleh Ren adalah yang paling dekat dan murni dengannya. Jiwa Ren mengalir ke masing-masing tubuh adiknya. Karena itulah mereka tiba-tiba bisa hidup di dunia ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kingless
AventureBerparas menawan, tinggi semampai, hingga berbudi luhur. Apalagi yang bisa diharapkan oleh Ren dari sosok Kaia? Bahkan Kaia masih terus mengejarnya dan melindunginya sampai saat terakhirnya. Karma mungkin sedang tertawa padanya, menamparnya dengan f...
