9. Three of A Kind

2.3K 296 39
                                        

Ren menemani Kaia sedang berendam di sebuah kolam air hangat. Tidak besar, mungkin hanya berdiameter satu setengah meter dengan panjang dua meter. Sebuah kolam yang sengaja Ren buat untuk Kaia.

Cass mengatakan jika penyaluran jiwa bisa dilakukan dengan berhubungan intim selama dua hati saling terhubung. Sayangnya, Ren sangat sangsi dengan opsi yang ini sehingga Cass memberikan cara lain yang sedikit lebih rumit. Selama periode tertentu, Ren harus menyalurkan jiwa yang telah ditangkapnya ke dalam sebuah kolam. Semakin banyak jiwanya, maka semakin panas kolam itu. Makanya, Ren tidak bisa memenuhi sebuah kolam dengan jiwa atau itu hanya akan melukai Kaia.

"Bagaimana?" tanya Ren khawatir. "Jiwanya cukup?"

"Tujuh puluh persen telah terisi," jawab Kaia dengan mata tertutup.

Ren lalu menyentuh air kolam dengan cara memasukkan tangannya ke dalam kolam. Merasakan air yang sebentar lagi tidak akan hangat, ia lalu mengirim beberapa jiwa lagi sampai air kembali hangat. Ren adalah makhluk Dunia Bawah, mudah baginya mengumpulkan jiwa dari Neraka untuk kemudian diekstrak menjadi energi untuk Kaia.

Melihat Kaia yang seperti ini, membuat Ren teringat akan kehidupan masa lalunya. Ia juga sering menghabiskan waktu berendam di kolam air hangat bersama seseorang.

Benar juga!

Di kehidupan kali ini, Ren memilih untuk bersama Kaia. Harus ada sesuatu yang ia bayar pada orang itu karena ia tidak memilihnya. Di kehidupan terakhirnya, sebulan dari sekarang akan ada sebuah penyerangan di Desa Succubi. Penyerangan yang dilakukan oleh Ras Malaikat karena merasa dirugikan oleh orang-orang Succubi yang luar biasa indah. Mereka menggunakan keindahan mereka untuk menjerumuskan Ras Malaikat dan mereka merasa tidak terima akan hal ini.

Banyak orang yang berstatus suami dan ayah dari Ras Malaikat yang terjerat akan keindahan seorang Succubus. Banyak korban tumbang dari Ras Succubus karena mereka kalah jumlah, termasuk kedua orangtua dan saudara dari orang itu.

Di kehidupan terakhirnya, orang itu juga membantu Ren. Menjadi tameng Ren ketika dirinya dikhianati oleh orang lain. Paling tidak, Ren harus menyelamatkan keluarga dari orang itu agar tidak memiliki nasib seburuk terakhir kali.

Ketika makan malam.

"Desa Succubi?" tanya Kaia. "Butuh lebih dari seminggu untuk sampai ke sana," jelasnya.

"Untuk apa kita ke sana?" tanya Esther aneh.

"Aku ingin menyelamatkan seseorang."

Alis Kaia terangkat. "Jika aku boleh tahu, siapa seseorang yang kamu maksud?"

"Hanya kenalan lama."

"Kalau begitu aku ikut," sambar Slora.

"Aku juga," tambah Oz.

"Aku akan mengatur di sini," imbuh Al.

"Aku—" sebelum Ajax bisa menyelesaikan kalimatnya, Ren segera memotong, "kalian semua akan ikut denganku."

"Ha?" teriak si 7 adik bersaudara.

Ada sebuah keserakahan di hati Ren agar adik-adiknya berkenalan baik dengan orang itu. Di masa depan, jika orang itu meminta bantuan, dia tidak perlu datang kepadanya. Dia bisa meminta bantuan pada salah satu adiknya.

"Maka semuanya akan ikut, kita bisa menyiapkan 3 kereta." Kaia menimbang berapa kereta yang harus mereka bawa. "Satu kereta akan diisi oleh 4 orang."

"Jika seperti itu, maka aku dan adik-adikku akan berbagi 2 kereta. Sedang Kak Ren bisa bersama dengan Kakak Ipar di kereta tengah." Al membantu membagi personel kereta seefisien mungkin. "Wanita akan bersama-sama di kereta belakang dan para pria akan bersama di kereta depan."

KinglessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang