19. Nowhere to be Found

2.5K 320 77
                                        

Selama perjalanan dengan menggunakan gondola, Ren menatap air yang ada di bawahnya lamat-lamat. Beberapa arwah tenggelam di bawah sana karena mereka tidak diterima di Surga maupun Neraka. Mereka hanya bisa terombang-ambing di Sheol. Semakin lama mereka berada di alam Sheol maka semakin mengerikan pula rupa mereka.

Tanpa takut, Ren segera mencelupkan tangannya ke dalam air. Aksi ini jelas mengundang tatapan ngeri dari pengemudi gondola. Sebelum pengemudi itu menegur Ren, ia segera terdiam ketika melihat bagaimana arwah-arwah gentayangan yang mendekati Ren segera hilang begitu saja. Para arwah itu seolah terhisap oleh sesuatu. "Tuan," tegur pengemudi gondola takut.

Ren sadar akan aksinya. Ia lalu mengendikkan bahunya sejenak. "Aku harus menabung untuk memberi makan energi jiwa pada kekasihku. Lihatlah, ada ribuan arwah gentayangan di sini. Jika bisa, aku ingin menyerap sebanyak yang aku bisa."

Jawaban Ren membuat pengemudi gondola merinding. 'Bagaimana bisa sebuah sentuhan menjadi begitu fatal?!' teriaknya dalam hati.

Butuh beberapa jam bagi pengemudi gondola akhirnya sadar jika ia belum menanyakan tujuan Ren. "Tuan, ke mana saya harus membawa Anda?"

Yang Ren tahu dari apa yang dikatakan oleh dokter Hanz tadi adalah jika Sheol dibagi menjadi tiga bagian, Padang Asphodel, Elisium, dan Tartaros. Dengan hati Kaia yang begitu jernih, Ren tahu jika Kaia pasti ada di, "Elisium."

'Kenapa seorang Raja Neraka ingin pergi ke Elisium?' gusar sang pengemudi gondola. Akan tetapi, ia tidak berani membantah. Ia harus mengikuti apa yang dikatakan oleh raja yang ada di depannya atau jiwanya bisa menghilang begitu saja!

Setibanya di daratan Elisium, tangan Ren sedikit membiru. Efek dari terlalu banyak menyerap jiwa pendendam membuat tangannya terlihat buruk. Namun Ren hanya mengendikkan bahunya acuh seolah tangan yang agak membiru itu bukanlah masalah besar.

"Efek terlalu rakus, tanganmu jadi membiru," ujar seseorang pada Ren ketika kakinya baru saja menapak di atas daratan. "Radamanthis di sini."

"Tuan Radamanthis," sapa pengemudi gondola dengan menundukkan kepalanya dalam.

Apa yang dilakukan Ren? Ia tidak melakukan apa-apa. Biar bagaimana pun, tubuhnya lebih besar daripada pria yang ada di hadapannya. "Aku adalah pemimpin dari Elisium. Jika boleh bertanya, apa tujuan Tuan datang ke mari?" tanya Radamanthis baik.

"Aku tidak berniat mengganggu. Aku hanya ingin mencari seseorang." Mata Ren menatap Radamanthis hati-hati. Pria yang ada di hadapannya jelas kuat, tapi mungkin tidak sekuat dirinya. Sayang sekali Ren belum pernah bertemu dengan penguasa Elisium ini di kehidupan sebelumnya. Jika saja ia bertemu, ia tidak perlu ragu jika harus dihadapkan dengan orang yang ada di depannya.

"Jika sudah bertemu, apa yang akan Anda lakukan?"

"Membawanya kembali ke dunia fana."

Radamanthis sedikit tersentak setelah mendengar jawaban Ren. "Mengambil jiwa orang mati adalah pelanggaran."

Jawaban Radamanthis dengan cepat ditangkis oleh Ren. "Aku telah mengambil jiwa berkali-kali dari Neraka untuk kugunakan. Apa masalahnya jika aku hanya mengambil satu jiwa di Sheol?"

"Tapi Tuan telah mengambil ratusan jiwa selama perjalanan Anda ke sini."

"Bagaimana bisa mereka dihitung? Mereka bahkan tidak akan pernah bisa diterima di Surga ataupun Neraka. Aku hanya membersihkan sungai kalian sedikit. Kenapa hal itu dipermasalahkan?"

"Karena Tuan belum meminta izin pada Tuan Hades."

"Kenapa?"

"A-apa?" Radamanthis dibuat bingung oleh Ren.

KinglessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang