Dalam pelukan sang suami, Kaia terus menangis.
Di sisi lain, Ren hanya bisa menenangkan sang istri dengan pelukan lembut. Ia tidak bisa melakukan apapun.
Di hadapan Ren dan Kaia duduklah seorang pria muda yang masih berumur 20an tahun. Jika bukan 22, mungkin 23. Mereka datang berkunjung ke sebuah gubuk tua di tengah hutan dimana 2 anak penjual Mud Hemp tinggal.
Kaia selalu merasa jika tidak mungkin akan ada asap jika tidak ada api. Ia mencoba menganalisa ingatan pria muda itu dengan seizin kedua bocah kecil yang mengaku sebagai anak dari pria itu.
Berdasarkan dari ingatannya, pria muda itu bernama Erskine Raffiel Leighton. Seorang ajudan Pangeran dengan kemampuan yang luar biasa. Erskine adalah seorang manusia. Pangeran tempatnya mengabdikan diri bernama Johanes the Ninth-yang juga seorang manusia dari Kerajaan Manusia. Johanes the Ninth adalah Putra Mahkota dari kerajaan tersebut.
Fakta mengatakan jika Johanes the Ninth adalah Pangeran dari Kerajaan Manusia bukanlah masalah besar. Yang membuat Kaia menangis tersedu adalah apa yang Johanes the Ninth lakukan pada Erskine. Kaia tahu jika kebanyakan manusia adalah makhluk tamak dan tidak tahu diri, namun yang dilakukan oleh si Pangeran sungguh sangat biadab.
Ers mencintai Jo.
Tapi Jo tidak mencintai Ers.
Dari kecil, Erskine ditempa langsung oleh seorang Ksatria Istana yang belum dilengserkan oleh Raja yang sedang menjabat. Ia dipuji sebagai calon penerus tangan kanan raja masa depan. Namun Johanes the Ninth adalah sosok yang selalu memuja selangkangannya daripada orang lain. Orang-orang yang pernah tidur dengannya selalu memuji keperkasaannya. Hal ini bahkan banyak dibenarkan oleh beberapa bangsawan kelas atas dari Kerajaan Manusia yang pernah menghabiskan malam bersama mereka dengannya.
Kebejatan Johanes the Ninth lalu menarik Erskine juga masuk. Sejak umur 15 tahun, Erskine digoda dan dibujuk sedemikian rupa agar ia mau menghabiskan malam bersama dengan sang Pangeran. Dari yang tidak mau lalu menjadi mau jika diajak terus menerus. Malam pertama Jo dan Ers sangat tidak menyenangkan. Jo yang besar sulit masuk ke dalam Ers yang tidak dipersiapkan. Bahkan Ers sedikit robek dan berdarah. Mereka lalu tidak melanjutkannya.
Percobaan pertama boleh saja gagal, namun percobaan kedua berjalan dengan mulus. Jo akhirnya ketagihan dengan kehangatan yang disediakan oleh Ers. Meski tidak berharap menjadi seorang Ratu masa depan, Ers meminta untuk dijadikan selir jika waktunya telah tiba. Ia percaya jika sebenarnya Jo juga mencintainya. Dijadikan sebagai selir, Jo menyetujuinya.
Sayangnya, hubungan sesama jenis dilarang di Kerajaan Manusia. Hanya jika Johanes the Ninth bisa naik takhta maka peraturan itu bisa ditinjau kembali sehingga ia bisa menikahi Erskine.
Tepat sebelum Jo menikahi seorang putri bangsawan sebagai istri, ia menikmati malamnya dengan Ers. Mengutarakan omongan sambil lalunya pada Ers jika ia berharap bisa memiliki anak dengan Ers. Di sisi lain, Ers merasa jika itu adalah perintah dari sang pangeran.
Kaia bukanlah pasien pertama Dokter Zlato yang ingin hamil, Ers-lah orang itu. Ia datang pada Dokter Zlato dan mengatakan keinginannya. Dengan berbagai pertimbangan dan harga yang mahal--dimana Ers harus menjual dan memberikan gajinya selama ini untuk membeli semua bahan dan perlengkapan, akhirnya Ers hamil juga. Berita membahagiakan ini ingin ia kabarkan pada sang pangeran.
Dalamnya luka Ers malam itu tidak akan pernah ada seorang pun yang bisa membayangkannya. Malam itu, ia memberanikan diri untuk menemui Jo di kamarnya. Entah kebetulan macam apa, putri bangsawan yang dipersunting Jo ternyata juga hamil. Namun bukan hal ini yang membuat Ers terluka, perkataan Jo setelahnyalah yang membuatnya hancur berantakan.
"Aku akan mengusirnya dari istana agar kau merasa aman. Dia hanyalah mainanku. Setiap pangeran punya peliharaan. Bahkan ayahku punya puluhan peliharaan. Begitu bosan, maka aku akan membuangnya. Ers tidak sepenting yang kau bayangkan bagiku. Dia hanya salah satu penghangat ranjangku. Jika kau merasa terancam karena kehadirannya, besok aku akan mengusirnya. Jangan khawatir."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kingless
MaceraBerparas menawan, tinggi semampai, hingga berbudi luhur. Apalagi yang bisa diharapkan oleh Ren dari sosok Kaia? Bahkan Kaia masih terus mengejarnya dan melindunginya sampai saat terakhirnya. Karma mungkin sedang tertawa padanya, menamparnya dengan f...
