66. Mrs. Aldric

1.5K 231 19
                                        

"Didi dilindungi oleh Malaikat Uriel."

"Gigi dilindungi oleh Malaikat Ramiel."

"Kiki dilindungi oleh Malaikat Azrael."

"Lili dilindungi oleh Malaikat Gabriel."

"Riri dilindungi oleh Malaikat Mikhael."

"Vivi dilindungi oleh Malaikat Samael."

"Zizi dilindungi oleh Malaikat Raphael."

Cass membatin, 'mereka memang benar-benar dilindungi oleh malaikat-malaikat dari tujuh kebajikan pokok.' "Meski seperti itu, mereka hanyalah anak-anak. Bisakah mereka menanggung kekuatan besar milik malaikat itu?"

Ren dan Kaia saling bertukar pandang. "Satu-satunya anak yang sedikit kesulitan menampung kekuatan malaikat dari tujuh kebajikan pokok hanya Kiki. Aku dan Kakakmu mengirimkan kekuatan kami agar Kiki tidak terbebani dan mampu menerima kekuatan Malaikat Azrael."

Mendengar penjelasan sang kakak ipar membuat Cass lega. Benar juga, setiap hari Kiki selalu berendam di kolam spiritual bersama Kaia sehingga konstitusi tubuhnya menjadi lebih baik dibanding manusia biasa pada umumnya. Dengan sedikit sulingan kekuatan dari Ren dan Kaia, menjadi wadah kekuatan dari Malaikat Azrael seharusnya masih bisa ditanggung. Biar bagaimana pun, Kiki adalah seorang manusia.

"Tidak mungkin bagi Kakak Iparmu untuk membiarkan salah satu anaknya terluka, kami sudah pasti akan melakukan segalanya agar Kiki terlepas dari bahaya apapun." Ren menjelaskan dengan senyum cerah.

"Jika seperti itu, maka aku tidak memiliki lagi pertanyaan. Perihal malaikat dari tujuh kebajikan pokok, aku tidak akan mengatakannya pada siapa pun bahkan jika mereka adalah saudaraku sekali pun." Cass berjanji pada dirinya sendiri.

Bibir Kaia menunjukkan senyuman maklum. "Jika suatu saat mereka bertanya, maka kau boleh menjelaskan. Tidak apa-apa."

Cass menganggukkan kepalanya. "Aku mengerti, Kakak Ipar."

Kembali ke ruangannya, Cass melihat Gigi memberikan beberapa makanan dan uang perak pada budak yang didapatkannya. "Ada apa?" tanyanya pada gadis kecil itu.

"Aku tidak ingin menyimpannya sebagai budak. Biarkan dia hidup bebas. Lagipula, orangtua dan saudaraku tidak akan setuju jika aku menyimpan seorang pria di kamarku." Gigi lalu memerintahkan pelayan spirit untuk mengantar budak itu keluar.

"Suatu hari nanti, aku akan membalas jasamu. Maaf karena aku salah paham padamu. Kerajaan ini, aku akan membantu menyebarkan keharumannya pada negeri lain." Budak itu menitikan air mata.

"Kau tidak perlu melakukan hal itu, kupikir bukan hal itu yang dimaksud oleh keponakan tercintaku. Hiduplah sesuai yang kau inginkan, kau bisa menunjukkan token bebas perbudakan yang Kakak Iparku berikan padamu. Kau dan keturunanmu bukan lagi seorang budak."

Penjelasan Cass memang benar. Kaia telah memberikan sebuah token bebas perbudakan dengan energi spiritual Ren pada benda itu. Memang bukan energi spiritual besar, namun ketika seseorang meragukan token itu maka itu berarti mereka melawan pemilik energi spiritual yang terpatri di dalam token itu. Suatu saat nanti, jika si pemilik token dipaksa untuk menjadi budak lagi maka Ren akan tahu dan bisa melacaknya. Inilah alasan kenapa token bebas perbudakan tidak bisa dianggap sebelah mata.

Budak itu bersujud pada Ren dan Kaia lalu yang terakhir Gigi sebelum benar-benar keluar dari ruangan super megah milik Cassandra. Ia diantar oleh pelayan spirit yang sangat cantik. Kerasnya kehidupannya dan kelamnya masa lalunya membuatnya tidak percaya akan kesempatan bebas seperti ini. Ia akan kembali ke kampung halamannya dengan uang yang Gigi berikan padanya. Dalam perjalanannya, ia juga tidak akan segan-segan menyebarkan betapa jayanya negara Ruthven itu.

KinglessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang