Hui guy's.... 🙋🙋
Kang Mangan kembali hadir😃😃
Jangan lupa vote and komennya ya😀
Terimakasih 🙂🙂
Happy Reading 🤗🤗🤗
"Adek seneng enggak? ".
Syifa menoleh pada Rama dan mengangguk antusias. Syifa tidak bohong. Ia memang sangat senang bisa kembali ke tempat ini bersama seseorang yang pernah memberikan kenangan termanis di hidupnya.
" Masa??enggak bohong kan? "
Syifa memberengut. "Enggak. Adek seneng bisa ada di sini".
" Seneng karena tempat ini apa karena ada akang di sini? " Rama menggoda Syifa. Ia paling senang jika menggoda gadis itu dan berujung memunculkan rona merah di wajah sang gadis.
"Emmm seneng karena tempatnya lah". Syifa membuang pandangannya ke arah lain. Jangan santai Rama melihat wajahnya yang memerah saat ini.
" Yahh akang kepedean dong kalau gitu. Akang kira kamu seneng karena akang ada di sini. Ya udah deh akang pulang aja. Nggak guna juga akang di sini. Tanpa akang juga adek udah seneng. Udah bahagia". Ucap Rama mendramatisir.
Ia baru baru berdiri namun tangannya sudah di tahan oleh Syifa.
" Akang di sini aja. Kalau akang pergi, kebahagiaan adek juga ikut pergi".
Diam-diam Rama tersenyum. Posisinya saat ini masih membelakangi Syifa hingga gadis itu tidak bisa melihat senyum di bibirnya.
Syifa menarik tangan Rama ke bawah agar lelaki itu kembali duduk.
"Akang jangan pergi ya... " Pinta Syifa tulus.
Rama yang sudah kembali duduk menganggukkan kepala.
"Mau jalan lagi? "
"Boleh".
Rasanya sangat senang melihat orang yang kita sayang tertawa bahagia. Hal itulah yang saat ini dirasakan oleh Rama. Ia bahagia melihat tawa Syifa.
Mereka berkeliling tempat wisata dengan berjalan beriringan. Tak ada pegangan tangan atau rangkulan di pundak seperti dulu. Mereka benar-benar hanya berjalan berdampingan tapi hal itu tidak mengurangi ras bahagia di hati masing-masing.
Ketika kita bahagia, waktu terasa cepat berlalu. Benar bukan? Rasa bahagia membuat kita tidak memikirkan waktu, hingga sang waktu berlalu begitu saja.
Syifa, Rindu , Rama serta Elang sudah sampai di rumah. Kedua pasangan itu masuk ke rumah dengan berjalan bersama pasangannya. Rindu dan Elang berjalan di depan sedangkan Syifa dan Rama berjalan di belakangnya.
" Loh mama kok ada di sini ". Ucap Rama saat mengetahui mamanya sedang duduk bersama mama dari Rindu.
" Memangnya mama nggak boleh ke sini? "
"Bukannya gitu ma". Setelah menyalami mamanya dan mama Rindu, Rama memilih duduk di sofa panjang diikuti Elang. Rindu duduk di samping mamanya sedangkan Syifa, gadis itu di minta oleh mamanya Rama untuk duduk di sebelahnya.
" Jalan-jalannya gimana? Seru? " Mendapat pertanyaan dari mamanya Rama, Syifa mengangguk.
"Iya tante. Seru".
Entah perasaan Syifa saja atau bagaimana. Syifa merasa tatapan yang di berikan tante Asti padanya terasa berbeda. Tatapan itu terasa begitu dalam dan lembut. Syifa merasa mendapatkan tatapan yang sama seperti yang biasa ia dapatkan dari ibunya.
"Awalnya sih ada yang bete parah bude". Mendengar celetukan Rindu, Syifa memberikan tatapan tajam pada sahabatnya.
" Kenapa? "
"Soalnya sang pangeran ngeprank nggak dateng. Alhasil tuan putri jadi bete". Mama Rama tersenyum dan mengelus pundak Syifa.
" Oh iya, tante mau nagih janji kamu buat ngajarin tante bikin moci. Bisa kan??".
