🌜61🌛

850 91 2
                                        

"Eh mama". Syifa tersenyum lega melihat kehadiran mama mertuanya di depan pintu. Ia kira orang itu mengikutinya. Jika sampai itu terjadi, Syifa akan berteriak karena merasa di ganggu.

" Kamu kenapa? ".

" Hehehe nggak pa-pa ma. Ada apa ma? ".

"Tadi teman mama telepon. Dia ada barang baru yang mau di tunjukin ke mama. Kamu mau ikut mama pergi untuk menemui dia? "
Tanpa pikir panjang, Syifa mengangguk. Lebih baik ia pergi bersama mama Asti daripada di rumah.

"Ya sudah nanti jam 10 kita akan berangkat. Sekarang mama ada kerjaan yang harus mama lakukan".

" Iya ma".
Setelah mama Asti pergi, Syifa menutup pintu kamarnya lagi dan menguncinya dari dalam.

Masih ada waktu satu jam lebih. Tidak mungkin jika Syifa menelpon Rama karena saat ini suaminya pasti sedang sibuk.
Syifa ingat ia membawa alat rajut dari kampungnya. Sambil menunggu, lebih baik Syifa menekuni hobi yang sering ia lakukan di waktu senggang.
Syifa mulai merajut baju-baju kecil. Entah kenapa dia ingin merajut ini. Dalam pikirannya saat ini, baju-baju yang ia rajut bisa di pakai saat ia nanti mempunyai anak. Baju dengan hasil rajutan seperti ini akan cocok di gunakan saat musim hujan tiba.

Syifa menghentikan kegiatannya saat alarm di HPnya berbunyi. Ia sengaja memasang alarm di HP 30 menit sebelum jam 10. Syifa menyimpan peralatannya di dalam laci.
Ia mulai mempersiapkan diri sebelum nanti mama Asti memanggilnya.

Syifa bukan termasuk golongan perempuan yang lama dalam merias diri. 15 menit waktu yang ia butuhkan untuk bersiap-siap hingga akhirnya ia dipanggil untuk turun.
Syifa bersama asisten mama mertuanya turun.

Syifa tidak tahu akan di bawa kemana. Ia pokoknya menurut saja dan akan ikut kemanapun mama mertuanya pergi.

Mereka sampai di sebuah mall. Tadi mama mertuanya mengatasi bahwa, orang yang ingin si temui nya berada di sini.

"Ya ampun jeng Asti. Makin cantik aja".

" Hmm... Sudah menjadi ciri khas mu. Memuji seseorang, jika barang mu ingin di beli ". Ucap mama Asti dengan nada sinis.

" Hahaha... Jeng Asti seperti nya sudah sangat mengenal ku".
Wanita yang baru saja cipika-cipiki dengan mama Asti menoleh pada Syifa.

"Bawa teman hmm? "

"Dia bukan temanku. Dia putriku. Apa kamu lupa, kemarin putriku ini baru saja melakukan resepsi dan kalau tidak salah aku mengundangmu. Apa kamu tidak datang? " Mama Asti merangkul Syifa dan menatap tajam sahabatnya.

"Hahaha. Aku datang. Bahkan aku memberikan kado spesial untuk mereka. Apakah belum di buka? ".

" Tentu saja belum. Kado pernikahan mereka terlalu banyak dan kado yang kamu sebut spesial itu bergabung bersama kado yang lain".

"Yahh sayang sekali tapi tidak apa-apa. Pokoknya kado dari tante yang paling spesial dan kamu pasti suka".

" Bagaimana menantuku bisa tahu kado spesial itu dari kamu, jika kamu tidak mengenalkan diri padanya ".

" Oh iya. Aku lupa. Untung diingetin". Wanita seumuran mama mertuanya itu menepuk keningnya.

"Nama tante, Marcella. Orang-orang biasa memanggil tante dengan nama Ella. Jadi kamu bisa memanggilku tante Ella"

"Baik tante Ella".

" Ya sudah. Sekarang mana barang baru yang kamu punya. Aku ingin melihat. Jika cocok, aku akan membelinya ".

" Ada di dalam. Ayo masuk".

Syifa dan yang lain masuk ke dalam sebuah toko perhiasan. Rupanya mama mertuanya ingin membeli perhiasan.

KANG MANTANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang