Kang Mantan
Akang udah di Jakarta. Ini lagi di Bandara. Di anterin sama mama.
Syifa membaca pesan dari Rama. Ia segera membalas pesan tersebut sesuai permintaan laki-laki itu.
Kang Mantan
Iya. Hati-hati ya
Inget! Pulangnya jangan bawa perempuan Dubai
Bawa oleh-oleh lain. Adek lebih suka
Kang Mantan
Iya sayang. Hal itu nggak akan terjadi
Akang udah mau berangkat. Pesawatnya udah siap. Nanti kalau udah sampek sana, akang kabarin lagi.
Syifa tidak membalas lagi. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan mulai beraktivitas.
"Mau buat apa bu? " Tanya Syifa pada ibunya. Ibunya sedang memarut singkong di dapur.
"Ayahmu minta di buatin misro. Katanya enak pagi-pagi gini buat sarapan".
" Ohh".
"Nak Rama udah berangkat? " Giliran ini Syifa yang bertanya.
"Jadi. Sekarang udah di pesawat kali". Syifa menjawab sambil mencari cemilan dari dalam kulkas.
" Loh kok cepat banget".
"Iya bu. Pesawat punya sendiri. Mau berangkat kapan aja juga bisa".
" Wahh berarti keluarganya kaya banget sampek punya pesawat gitu".
"Bukan lagi. Makanya teteh sempat minder waktu akang ngelamar teteh".
" Yang penting niat teteh deket sama nak Rama bukan karena itu tapi murni karena teteh cinta sama nak Rama ".
" Iya bu. Cinta mati teteh mah sama si akang".
Syifa mengucapkan kalimat terakhirnya seperti sedang menggumam.
"Teh, nanti ke pasar ya. Bumbu masakan habis".
" Iya bu".
"Aa ikut! ".
" Anan juga ikut! ".
Tiba-tiba Abi dan Adnan ke dapur sambil berteriak ingin ikut Syifa ke pasar.
" Mau ngapain sih kalian ikut ke pasar segala. Di sana nggak belanja, malah menuh-menuhin pasar aja".
"Kita mau bantuin teteh belanja. Ya nggak nan? " Adnan yang di tanya hanya mengangguk.
"Bantu apaan. Bantuan kamu itu pasti pamrih".
" Anggap aja upah teh. Orang kerja kan perlu di upah, biar semangat ".
Syifa memcebikkan bibirnya. Bisa aja Abi kalau menjawab.
Sebenarnya Syifa tidak masalah jika kedua adiknya ikut. Justru ia senang karena jadi ada teman saat jalan ke pasar.
🍃🍃🍃
Sampai pasar, Syifa segera mencari apa yang ibunya suruh. Setelah apa yang ia cari selesai, barulah Syifa bisa mengikuti keinginan adik-adiknya untuk mengelilingi pasar untuk mencari makanan.
" Edi?? Ke pasar juga! Mau beli mainan ya??" Syifa menoleh saat Abi menyebut nama adik dari pak Edo.
"Enggak! Aku beli kandang buat burung ku". Edi mengangkat kandang burung yang terbuat dari bambu
" Kamu sendiri ke sininya? " Giliran Syifa yang bertanya.
"Enggak teh. Sama ambu juga tapi ambu lagi beli ikan asin. Nggak tau di mana. Edi di suruh nunggu di sini".
