Syifa akan membelikan gitar untuk Abi di kota. Ia berangkat dari rumah pada sabtu siang. Rencananya nanti malam Syifa akan menginap di rumah sahabatnya.
Syifa berpamitan pada kedua orang tuanya. Mereka menitip pesan agar hati-hati dan jangan ngebut saat di jalan. Jika Syifa mengantuk dan lelah, gadis itu diminta untuk istirahat dan jangan memaksakan diri.
Perjalanan selama 6 jam sudah Syifa lalui dengan lancar. Ia bersyukur karena di beri selamat sampai di tempat yang ia tuju. Syifa sudah mengabari Rindu bahwa ia akan tiba ba'da Magrib.
Saat Syifa mulai masuk ke halaman rumah Rindu, sahabatnya itu sudah menunggu di teras rumah.
"Alhamdulillah... Nggak nyasar kan jalan ke rumah gue".
" Enggak dong. Masa iya aku nyasar. Kalau kamu lupa, udah puluhan kali aku ke sini. Masa iya nyasar".
"Ya kirain. Perlu loe inget, udeh setahun loe nggak nginjekin kaki di rumah gue".
" Hehehe ya maaf. Alhamdulillah di beri kesibukan ".
" Hmmm... Ya udah tuk masuk".
Syifa masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam.
"Mau minum apa? ".
" Air putih aja".
"Oke. Tunggu bentar. Gue ambilin". Syifa memijat kakinya karena merasa pegal. Ia juga memijat punggungnya karena merasakan hal yang sama. Duduk berjam-jam di atas motor membuat badannya sakit semua.
" Eh neng cantik... Akhirnya datang ke sini lagi". Tatapan Syifa tertuju pada Rindu dan seorang wanita yang merupakan asisten rumah tangganya.
"Hehe iya mbok. Udah lama ya mbok nggak ketemu. Di mbok makin keliatan muda aja".
" Ah si neng cantik mah ada-ada aja. Pipi udah kendor gini masa di bilang muda".
Syifa tertawa mendengar pernyataan mbok Nah,asisten rumah tangga Rindu. Iasudah biasa bercanda dengan wanita berusia 40-an itu.
"Gimana kabarnya mbok? Sehat? ".
" Alhamdulillah neng sehat. Neng sendiri gimana kabarnya? Kok nggak pernah main ke sini lagi? "
"Alhamdulillah aku sehat mbok. Sekarang udah mulai ngajar jadi nggak bisa kemana-mana".
" Wah alhamdulillah ya neng langsung dapat kerjaan ".
" Iya alhamdulillah. Bersyukur banget".
Syifa berbincang-bincang dengan mbok Nah sementara Rindu masuk ke dalam kamar.
"Ke kamar yuk, istirahat. Kamu pasti capek kan? " Ucap Rindu yang baru datang
"Iya neng Syifa mendingan istirahat. Pasti capek habis perjalanan jauh".
"Iya". Jawab Syifa pada Rindu.
" Mbok aku ke kamar dulu ya". Ucap Syifa pada mbok Nah.
"Iya neng silahkan".
" Mau makan enggak? "Tanya Rindu pada Syifa.
" Enggak. Tadi aku sempat mampir dan makan di rumah makan padang".
"Oh ya udah. Kita ke kamar".
Kamar rindu masih sama sejak syifa menginjakkan kakinya setahun yang lalu. kamar yang di dominasi warna biru dongker tidak mengalami perubahan pada letak posisinya.
" Nggak ada yang berubah ya? "
"Hmm... Gue terlalu malas buat ngerubah tata letak kamar ini. Bagi gue yang penting bisa tidur nyaman dan tenang". Syifa manggut-manggut.
" oh iya tante sama om mana? kok aku nggak lihat".
"Kondangan".
" Nggak ikut". Rindu melirik Syifa dengan ujung matanya.
