🌜34🌛

1.1K 102 4
                                        

Hay guy's.... 🙋
Yang malam mingguan, ganggu bentar ya... 🙂
Kang Mantan meluncur nih
Jangan lupa vote anda komennya ya. Thanks😀
Happy Reading 🤗🤗🤗

Entah sudah berapa lama Syifa mondar-mandir di dapur. Dia bingung sekaligus resah. Semua ini gara-gara Rama! Tiba-tiba mantannya itu mengajak kedua orang tuanya ngobrol tanpa melibatkan dirinya.

"Apa ya yang lagi di omongin mereka? Apa bahas pekerjaan? Atau membahas hal lain? " Syifa bermonolog sendiri.

"Tapi kalau bahas pekerjaan, kenapa ibu diajak juga? Ibu kan nggak ikut mengerjakan proyek itu?"

" Apa mungkin akang lagi ngomongin masalah hubungan kami ya? ". Syifa menggigit jari telunjuknya karena gugup.

" Ah tapi nggak mungkin. Tadi aja di mobil, akang nggak ada bahas apa-apa kok. Lagian apa yang mau di bahas. Diantara kita berdua kan udah nggak ada apa-apa".

Di depan pintu, bu Titin melihat putrinya dengan wajah bingung. Putri sulungnya itu terus saja mondar-mandir membuat ia sendiri yang melihatnya pusing.

" Teh_". Bu Titin mendekati Syifa dan memegang pundaknya hingga gadis itu berhenti.

"Kenapa bu? ".

" Kok malah nanya ibu. Harusnya ibu yang tanya. Teteh kenapa? Kayak lagi bingung gitu".

"Hehehe enggak kok bu". Syifa menggaruk kepalanya yang tertutup hijab warna navy.

"Teh nya mana? Udah di buat belum? ".

Syifa menepuk keningnya cukup kerasa hingga menimbulkan bunyi.

" Lupa bu". Aku-nya sambil tersenyum menunjukkan giginya.

"Pantesan dari tadi nggak keluar-keluar sampek tamunya udah pulang".

" Udah pulang? ".

" Iya. Teteh sih kelamaan ". Syifa merasa bersalah karena secara tidak langsung sudah mengabaikan perintah ibunya tadi.

" Sekarang teteh ke depan. Ada yang mau ayah omongin ke teteh".

"Ngomong apa ya bu? "

"Udah temuin aja. Nanti juga tau".
Syifa pun mengikuti perkataan ibunya. Ia berjalan ke ruang tamu dimana ayahnya sedang menunggunya.

" Kata ibu,ayah manggil teteh. Ada apa??"

" Duduk sini, ayah mau ngomong ". Ayah Syifa menunjuk sofa kosong yang ada di sebelahnya.

Tanpa banyak bicara, Syifa segera duduk di sofa yang di tunjuk ayahnya.

Pak Harun meletakkan sesuatu di atas meja. Kening Syifa mengernyit melihat kotak kecil berwarna navy itu.

" Ini apa yah? "

" Ini cincin dari nak Rama ". Mata Syifa membulat. Cincin?? Dari Rama? Untuk apa?

" Nak Rama ingin serius sama teteh.
Dia ngasih cincin ini sebagai pengikat hubungan kalian".
Ayah Syifa menjelaskan sebelum Syifa bertanya-tanya.

"I_ini ma_maksudnya a_akang nge_la la_mar te_teteh? ".
Tiba-tiba Syifa menjadi gagap. Matanya masih menatap kotak yang berada di atas meja.

" Iya. Nak Rama minta izin sekaligus minta restu untuk menjadikan teteh pendamping hidupnya ".

Deg.... Jantung Syifa rasanya berhenti berdetak. Tidak ada angin, tidak ada hujan Rama melamar Syifa langsung pada ayahnya? Bagaimana ini?

" Terus.... Ayah jawab apa? "

"Ayah belum jawab apa-apa. Ayah dan ibu menyerahkan semuanya pada teteh karena teteh yang akan menjalaninya".

" Ayah ngizinin kalau teteh sama akang? ".

KANG MANTANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang