Hai guys....🙋
Terimakasih ya udah setia baca cerita aku🥰
Happy Reading... 🤗🤗
"Hahahaha.... Aku pengen ketawa terus kalau ingat teh Citra tadi. Kalau kamu ada di sana, aku yakin kamu juga bakalan ketawa terus kalau liat sendiri. Hahaha".
" Seneng banget Lan liat orang lain menderita".
"Bukannya seneng tapi lebih ke.....bahagia aja gitu. Hahaha". Lagi-lagi Wulan tertawa membuat Syifa menggelengkan kepalanya.
Setelah peristiwa tadi, Syifa langsung di giring untuk ke kantor. Ia diminta untuk berkumur untuk menghilangkan darah yang ada di mulutnya dan Rama juga memaksa Syifa untuk pergi ke rumah sakit. Tentu Syifa menolak. Ia tidak apa-apa. Hanya saja mulutnya terasa kebas dan karena kejadian tadi.
" Udah kali jangan ketawa terus. Kering tuh mulut bisa-bisa ".
" Hahaha... Ya gimana ya fa. Bayangin deh. Bisa-bisanya dia nyuntik tangannya sendiri karena cemburu. Anak-anak pada ketawa lah liat itu" Wulan menghentikan tawanya. Ia menatap Syifa dengan serius.
" Fa,kamu nggak marah dia suka sama pak Rama?".
"Kenapa harus marah. Itu hak dia. Aku nggak bisa ngelarang siapapun buat suka sama akang".
" Kalau pak Rama juga suka sama dia gimana? "
Syifa terdiam sebentar. "Yaaaa... Ya nggak pa-pa. Nggak ada yang salah kan".
" Jawabannya kayak ragu gitu. Pertahanin dong kalau masih ada rasa sama si doi ".
" Aku udah mutusin buat jadi temen aja".
"Emang dia mau jadi temen kamu? Kalau pak Rama maunya lebih dari temen, gimana? ".
" Dia itu udah_".
"Udah punya pacar? Iya? " Wulan memotong ucapan Syifa.
"Ya mungkin setelah kalian putus dia pacaran dengan yang lain, tapi siapa tahu sekarang mereka udah putus. Kamu lihat kan di instagramnya nggak ada foto cewek lain selain kamu. Itu menunjukkan apa? Artinya pak Rama masih cinta sama kamu. Mungkin cewek yang pernah kamu liat di instagram dia itu, cuma numpang posting aja".
" Nggak mungkin kalau sekedar numpang posting. Di IG nya si cewek, banyak kok foto akang".
"Kamu lihat? " Syifa mengangguk.
"Waktu itu aku langsung stalking IG cewek itu karena penasaran dan yahh foto mereka berdua banyak banget. Dari yang jalan bareng,.makan bareng bahkan.... Tidur bareng". Syifa menunduk saat mengucapkan dua kata terakhir.
" Serius kamu??!!! Mereka tidur bareng? " Tangan Wulan dengan wajah yang kaget.
Hmmm
"Bener-bener berdua? Nggak ada orang lagi? "
"Iya. Aku liat di IG waktu itu ya gitu. Akang lagi tidur dan setengah badannya di tutupi selimut".
" Pake baju enggak? " Syifa dengan lemah menggeleng.
Wulan membuka mulutnya lebar. Buru-buru ia mengambil HP dari dalam tasnya hingga benda berbentuk persegi panjang itu jatuh. Inilah Wulan, kalau susah kepo pasti grasak-grusuk.
"IG cewek itu apa? Aku mau lihat".
" Aku udah lupa. Udah lama banget kan itu".
Bahu Wulan merosot. Rasa keponya tidak bisa terjawab.
"Beneran kamu udah lupa? Udah nggak inget sama sekali. Nama depannya gitu? ".
" Aku udah nggak inget sama sekali. Buat apa juga di inget-inget".
"Apa ini alasan kamu nggak mau balikan sama dia, walaupun kamu masih cinta sama dia? "
"Ya salah satunya. Aku juga sakit hati karena dia ngelanggar janji yang udah di buat sebelum pergi".
