🌜54🌛

929 90 7
                                        

Hai guy's..... 🙋
Jangan lupa siapin amplopnya ya soalnya Syifa sama Kang Mantannya mau nikah 💑💑
Jangan lupa vote and komennya ya supaya author nya semangat ngetik😀
Happy Reading 🤗🤗

Hari yang di tunggu-tunggu oleh Rama dan Syifa akhirnya tiba. Jantung gadis itu berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Penantiannya selama ini akhirnya akan berakhir dengan bahagia. Ia akan bersanding dengan laki-laki yang ia cintai dan juga mencintainya.

"Tegang amat tuh muka. Kayak baru pertama kali".

Syifa memukul paha Wulan yang duduk di sebelahnya.

" Emang pertama kali! Gimana sih".

"Hahaha aku bercanda. Makanya jangan serius-serius amat. Hasil riasan MuA terkenal pesanan mertua mu bisa rusak dan hancur gara-gara ekspresi mu yang kayak lagi nahan boker".

Syifa mencebikkan bibirnya kesal. Bukannya menenangkan, Wulan justru menguji kesabaran nya.

Syifa sudah selesai di rias 10 menit yang lalu. Baju kebaya warna putih pun sudah terpasang dengan apik di badannya. Siger Sunda berwarna perak menghiasi kepala Syifa yang di tutupi ciput berwarna putih. Tangan Syifa pun tak luput dari riasan cantik pelukis hena terkenal yang secara khusus di datang kan oleh mertuanya dari kota Bandung.

Syifa dan yang lain sedang menunggu kedatangan Rama beserta keluarganya. Wulan menemani sahabatnya itu di dalam kamar yang sudah di hias dengan tirai berwarna putih.
Keluarga besar Rama sudah datang beberapa hari yang lalu. Mereka menginap di rumah pak Haji Abdul yang kini sudah beralih kepemilikannya menjadi milik Rama.

" Dulu kamu kayak gini juga enggak sih Lan? "

"Semua calon pengantin pasti akan merasakan hal ini fa.... Tapi setelah terdengar kata SAH nanti, hati kita akan merasa lega dan plong. Jadi bersabar ya. Akang mantanmu akan segera menghalalkan mu".
Wulan mengedipkan matanya untuk menggoda Syifa.

Terdengar pintu kamar Syifa di ketuk. Santi, sepupu Syifa masuk dan mengatakan bahwa mempelai laki-laki bersama keluarganya sudah datang.

" Kita keluar yuk". Ajak Wulan.

Syifa keluar dari kamarnya dengan di dampingi Wulan dan Santi.
Semua mata tertuju pada Syifa karena gadis itu terlihat sangat cantik di hari spesial nya kali ini.

Syifa mengalihkan tatapannya saat tahu Rama tengah menatapnya. Jujur ia gugup mendapat tatapan dari Rama.
Syifa di dudukkan di samping Rama. Gadis itu belum berani melihat calon suaminya karena jika ia melakukan hal itu, jantungnya akan semakin berdetak kencang dan itu sangat tidak baik untuk dirinya.
Syifa menarik nafas dalam. Dari ekor matanya ia tahu Rama masih menatapnya dalam.

"Ekhem.... Di tahan dulu nak Rama. Sebentar lagi nak Rama bisa memandangi neng Syifa sepuasnya. Bukan cuma memandang, yang lainnya juga di bolehkan".
Interupsi dari pak penghulu membuat Rama malu dan yang lainnya tertawa.

" Mau langsung atau_".

"Langsung saja pak". Jawab Rama cepat. Hal itu tentu saja mengundang tawa dari para tamu undangan yang hadir.

" Baiklah. Berhubung mempelai pria sudah tidak sabar, jadi kita segerakan saja acara ini".
Para tamu masih cekikikan mendengar ucapan pak penghulu yang menggoda Rama.

"Ayo nak Rama. Silahkan ulurkan tangannya pada calon ayah mertua"
Rama mengikuti intruksi pak penghulu. Ia mengulurkan tangannya dan langsung di jabat oleh pak Harun.

"Pak Harun sudah hapal dengan lafal ijab nya? " Ayah Syifa itu terlihat mengangguk.

"Kalau nak Rama sudah hapal dengan lafal qabul nya? " Rama pun dengan mantap mengangguk.

KANG MANTANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang