🌜20🌛

1.4K 122 7
                                        

Hai guy's.... 😀
Kang Mantan meluncur... 💨💨
Langsung baca aja ya... 😎
Happy Reading🤗🤗🤗

Cara orang menikmati akhir pekan tentu berbeda-beda. Ada yang mengunjungi tempat wisata, menghabiskan uang dengan berbelanja atau hanya tiduran di rumah saja.
Hal itu itupun sedang di lakukan oleh Syifa. Ia sedang berbaring di atas kasurnya dengan headset menyumpal telinganya. Wajah yang biasanya putih bersih kini berubah hitam karena Syifa memakai masker untuk mengencangkan kulitnya.
Syifa berbaring dengan tangan yang ia lipat di atas dada. Mulutnya kadang bergumam sesuai lagu yang sedang ia dengarkan. Tiba-tiba Syifa merasa ada yang menarik headset dari telinganya. Syifa membuka mata dan mendapati Abi yang duduk di sebelahnya.

"Khenhapha? " Tanya Syifa dengan nada yang tidak jelas. Ia tidak bisa membuka mulutnya lebar-lebar takut maskernya retak.

"Teteh di panggil ayah".

Syifa merubah posisinya menjadi duduk.

" Thunggu lhima mhenit" Ucal Syifa kesusahan. Ia memegang masker yang berada di sekitar mulut.

"Yang manggil teteh tuh ayah. Bukan aku. Teteh tega nyuruh ayah nunggu? "

Syifa mengalah. Kalau ayahnya yang memanggil tidak ada kata lima menit, satu menit pun tidak akan ia biarkan ayahnya menunggu untuk urusan yang tidak terlalu penting ini.

Syifa mengelopek masker dari wajahnya.

"Teteh cuci muka dulu". Abi mengangguk. Ia pun ikut keluar namun tidak mengikuti Syifa ke kamar mandi. Abi memilih menonton TV.
Syifa kembali dengan wajah yang sudah bersih.

" Ayah dimana? "

"Di depan". Syifa pun langsung berjalan ruang tamu. Namun...

" Ganti baju yang sopan teh". Mendengar ucapan Abi, Syifa mengamati baju yang ia pakai. Ia rasa bajunya sudah sopan. Kaos lengan pendek dengan celana panjang warna hitam.
Syifa menatap Abi kemudian menggeleng.

"Ini udah sopan kali".
Ia kembali melanjutkan langkahnya namun secepat kilat Abi menariknya masuk ke dalam kamar.

" Abi apaan sih" Kesal Syifa karena Abi menariknya cukup keras.
Abi membuka lemari Syifa dan mencari cardigan serta hijab instan. Syifa memekik karena Abi menarik cardigan dan hijab nya dengan asal hingga berantakan.

"Kamu apa-apaan sih bi? Berantakan kan jadinya!!" Syifa hendak merapikan hasil kekacauan yang di buat Abi tapi Abi melarang.

"Udah...nanti aja beresin nya. Sekarang teteh ke depan udah di tunggu ayah". Sangking kesalnya karena ulah sangat adik, Syifa tidak sadar bahwa cardigan itu sudah menempel di tubuhnya dan hijab sudah menutupi kepalanya.

" Cepetan! Ayah udah nunggu dari tadi". Abi mendorong tubuh Syifa membuat Syifa kesal dan ingin memberi perhitungan pada adiknya itu.

"Ayah kenapa manggil te_teh". Ucapan Syifa terjeda saat melihat seseorang yang tengah mengobrol dengan ayahnya.
Sejenak Syifa berpikir, pantas saja Abi menyuruhnya memakai baju sopan dan memakaikannya hijab. Ini rupanya.
Syifa melirik ke belakang, Abi bersembunyi di belakang tembok dengan wajah tengilnya.
Yah walaupun wajahnya menyebalkan, Syifa tetap harus berterimakasih pada adiknya karena sudah menyelamatkannya.

" Teteh" Interupsi dari ayahnya membuat Syifa kembali menatap ayahnya.

"Iya yah".

" Hari ini teteh mau keluar? ".

"Enggak yah. Kenapa? "

"Hmm ayah mau minta tolong anterin nak Rama ke lahan kosong punyanya pak Haji yang di deket sungai". Jelas ayah Syifa.

KANG MANTANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang