Hai guys.... 🙋
Lanjut yuk....
Ini sebagai tanda terimakasih karena part yang baru upload kemarin udah hampir 100 yang baca.
Jadi silahkan menikmati teman-teman.
Happy Reading 🤗🤗
Syifa memberikan sedikit polesan di wajahnya. Ia juga menambahkan sedikit Lipgloss di bibirnya sehingga terlihat mengkilap di bibirnya.
Malam ini Rama mengajak Syifa untuk keluar. Entah akan di ajak ke mana gadis itu. Syifa sendiri tidak tahu.
Tiba-tiba Rama datang ke rumah dan minta izin pada ayahnya untuk mengajak Syifa keluar. Syifa sih mau-mau saja. Makanya ini sedikit bermake-up di kencan pertamanya pasca putus beberapa tahun lalu.
"Kita mau kemana kang? " Tanya Syifa setelah mobil Rama keluar dari pelataran rumahnya.
"Kang denger dari mang Ujang, di desa sebelah ada pasar malam. Kita ke sana yuk".
" Hah! Akang mau ke pasar malam? Nggak salah? "
"Nggak dong yank. Akang pengen banget ke sana. Akang belum pernah loh ke pasar malam. Penasaran di sana ada apa aja". Ucap Rama antusias.
" Ada pedagang, ada pembeli, ada wahana permainan. Yaa sama kayak tempat wisata pada umumnya. Bedanya, kalau pasar malam bukanya pas udah malam doang. Siangnya mereka tutup".
"Tetep penasaran yank. Pengen liat sendiri pokoknya. Kasih tau tempatnya ya. Adek tahu kan?". Tanya Rama memastikan.
" Tau. Lurus aja. Nanti pertigaan mau ke arah sekolah, kita belok kanan".
"Oke yank". Rama terlihat sangat bersemangat. Ia benar-benar ingin melihat apa itu pasar malam.
" Oh iya yank, nanti kalau udah nyampek, kita nyari makan dulu ya. Akang laper banget. Perut udah keroncongan nih".
" Idih... Kenapa tadi nggak makan di rumah dulu kalau laper".
"Nggak enak dong yank sama ayah dan ibu. Tadi siang akang udah numpang makan di rumah, masa iya malamnya numpang makan lagi".
Tadi siang Rama makan siang di rumah Syifa. Niatnya ingin meminta izin kedua orang tua gadis itu malah berakhir makan di sana sekalian sesuai ajakan ibu Syifa.
" Ckck... Ibu sama ayah malah seneng kalau akang makan di rumah bareng sama kami. Jadi lebih rame katanya".
Rama tersenyum mendengar penuturan Syifa. Keberadaannya di tengah keluarga Syifa sudah di terima dengan baik. Ia berdoa semoga semua yang ia inginkan bisa terlaksana.
Sampai di tempat yang mereka tuju, keduanya langsung mencari tempat untuk makan. Rama bilang ingin makan soto dan bersyukurnya di sana ada yang menjual makanan tersebut.
Syifa memesan dia porsi dengan satu mangkuk nasi untuk Rama. Laki-laki itu tidak akan kenyang jika hanya makan soto tanpa karbohidrat sebagai tambahannya.
"Yank, nanti kita naik itu yuk". Rama menunjuk salah satu wahan di pasar malam.
" Biang lala? Emang akang belum pernah naik? ".
"Belum".
" Ya udah. Nanti kita naik itu".
"Makasih sayang".
Setelah menghabiskan makanan yang mereka pesan, mereka segera menuju wahana biang lala. Rama berbaris bersama yang lain untuk membeli tiket agar bisa menaiki wahana tersebut.
"Yank, masa harga tiketnya murah banget". Ucap Rama sambil menunjukkan dua tiket di tangannya. Syifa menatap laki-laki tersebut seolah bertanya, memang berapa?
" Lima belas ribu yank. Murah banget ya ". Rama menjawab pertanyaan yang tidak di ucapkan oleh Syifa.
" Akang maunya berapa? Kalau disini mah segitu udah mahal kang".
