"Ah... Ah... Ah... Ssshhh..." Desah Don saat selangkangannya kini ia benturkan ke salah satu paha bos itu.
Bos itu masih asik melumati ketiak Don dengan sangat nafsu, tidak peduli dengan keringat Don yang bercucuran karena terlalu letih.
Sedangkan tangan pria itu yang tadinya terus menggosok kasar selangkangan Don kini tengah asik mengocok penis Don yang semakin membengkak.
"Aaahhhh!!!!!....." Don semakin mengerang kesakitan saat penisnya kini semakin membesar dan siap mengeluarkan spermanya, namun rasa sakitnya justru semakin menjadi ketika jari jempol pria yang melecehkannya itu menutup lubang kencing Don.
Don menggeliat kesakitan tanpa bisa keluar dari pelukan bos itu. Rasa sakit yang diterimanya itu membuat tubuhnya menggelinjang hebat. Don kini terlihat semakin seksi ketika dadanya membusung, sehingga bos itu semakin bernafsu dan mulutnya kini kembali menggigit kasar puting Don.
"Lepaskan... Aaahhhh!!" Erang Don yang sudah tidak tahan karena rasa sakit yang berasal dari saluran kemihnya.
Namun melihat pria itu yang semakin menderita, penyiksaan itu semakin menjadi. Hingga akhirnya pria buncit itu puas dan jempolnya kini membuka saluran kemih Don. Dan kini cairan berbau pandan itu bermuncratan membasahi ujung meja di depannya.
Sambil mengabaikan rasa letih dan jijiknya, Don kini terbujur lemas di pangkuan bos itu. Matanya sayu melihat cipratan bening itu sedangkan tangan investor penipu itu masih asik menyiksa bagian tubuh paling sensitif di tubuh Don.
"Ah, tubuhmu memang sangat menggoda, selangkangan. Sampai bertemu nanti malam. Aku tidak sabar ingin melihat kamu tersiksa dengan hewan-hewan peliharaan ku itu." Ucap bos itu sambil kembali menjilati ketika Don.
Setelah puas menikmati tubuh pria telanjang bulat itu, bos itu melempar asal tubuh Don di samping sofa itu, layaknya pria seksi itu adalah barang yang tidak berharga.
"Hei kalian!" Panggil bos itu kepada tiga orang yang sedang mengobrol di ruang teras. "sekarang giliran kalian. Berpuas-puaslah menyiksa tubuh selangkangan itu. Tapi ingat, nanti malam kita kembali mengeluarkan serangga-serangga itu." Perintah bos itu.
"Baik, bos. Kami sudah tidak sabar untuk menikmati tubuh pria itu." Ucap salah satu orang sambil menyeringai mesum. Bos itu pun juga membalas senyuman itu.
Secara mengantri, mereka bertiga masuk ke dalam ruangan itu. Ketika kameraman tadi yang hendak ingin masuk, bos itu menahan tangan pria itu.
"Kenapa, bos?" Tanya pria kameraman.
"Aku minta video yang tadi dikirimkan kepadaku. Sekarang." Perintah bos itu.
"Baik, bos." Lantas pria itu mengeluarkan handphonenya dan mengirimkan video penyiksaan terhadap lubang anus Don itu ke kontak bosnya. "Ini, bos. Sudah." Lapor kameraman itu sambil memperlihatkan video tersebut telah dikirim ke kontaknya.
Melihat video itu telah dikirim, bos itu menyeringai licik. "baik. Sekarang selamat bersenang-senang. Tapi ingat nanti malam."
"Baik, bos." Ucap kameraman itu patuh.
"Dena. Lihat. Kamu akan semakin jatuh dan merasa rendah. Dan aku tidak sabar untuk melihat kehancuranmu." Ucap bos itu sambil tersenyum penuh kemenangan.
Pria itu lalu merogoh sakunya dan memegang benda pipih yang menjadi alat komunikasinya untuk melihat video tersebut. Lalu setelah puas melihat video yang dikirimkan oleh kameraman itu, ia mengirimkan video tersebut ke kontak Dena.
Setelah selesai mengirim video pelecehan seksual itu disertai dengan kata-kata ancaman yang menjatuhkan harga diri Dena, bos investor penipu itu masuk ke dalam rumah untuk menyaksikan adegan pelecehan seksual yang dilakukan ketiga anak buahnya terhadap Don.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guratan Kehidupan S2
Storie d'amoreBaca Guratan Kehidupan S1 dulu, ya. supaya lebih mengerti alur ceritanya. penyesalan terbesar bagi Dena adalah merebut paksa Rino, dengan berbagai cara, dari pelukan Rani. Walaupun Dena kini sudah berhasil mendapatkan Rino, bahkan seluruh semesta me...
