86. Epilog

588 70 189
                                        

Tonight, I'ma let you be the captain
Tonight, I'ma let you be a rider
Tonight, I'ma let it be fire
Tonight, I'ma let you take me higher
Tonight, Baby, we could get it on, yeah,
Do you like it?
Boy, I want, want, want what you want
Give it to me, Baby
Tonight, I'ma give it to ya harder
Buckle up, I'ma give it to ya stronger
Hands up, we could go a little longer
Come here, rude Boy, Boy, can you get it up?
Is you big enough?
Take it, take it, Baby, Baby
Love me, love me
🎶Rude Boy🎶

—————————————————————
Baca sampai bawah dan mohon kerja samanya dengan tinggalkan jejak!
THANK ME LAST TIME WITH LOT OF COMMENTS, DEAL?
(Terima kasihnya dalam bentuk SPAM KOMENTAR aja. Gratis ini cerita. Komen nggak bayar, plus masuk surga jalur bahagiain penulis yang udah kasih kalian hiburan toxic ini, LOL.)

Enjoy, Angels!

-🖤🖤🖤-

L'FIS' Best Legacy Couple. Semacam penghargaan yang diturunkan kepada junior oleh senior pemegang penghargaan ini sebelumnya. Biasanya lima pasangan terbaik, baik dari kelas 10 atau 11 yang sudah dipungut suara di sekolah menjelang malam perpisahan akan turut diundang ke prom night karena masuk nominasi.

Yang berwenang menentukan juaranya nanti adalah pemenang L'FIS' Best Legend Coupleaward untuk para pasangan khusus kelas 12 yang sudah berpacaran lebih dari setahun. Lalu, akan dilanjutkan dengan penyerahan piala oleh pemegang gelar Best Legacy Couple sebelumnya sebagai tanda turun tahta kepada pasangan baru yang terpilih sebagai Best Legacy Couple tahun ini.

Kebetulan pemenang Best Legend Couple tahun ini adalah pasangan yang tahun lalu juga memenangkan penghargaan Best Legacy Couple. Arkan dan Sabine. Mantan kapten basket dan mantan sekretaris OSIS.

Kemenangan mereka tampaknya selain karena populer dan pemegang piala Legacy Couple, mereka juga sudah berpacaran sejak kelas 10, memecahkan rekor pasangan lain yang masuk nominasi Legend Couple. Jadi, mereka berhak memilih sekaligus menyerahkan piala malam ini.

Setelah mereka maju menerima piala Best Legend Couple, memberikan pidato singkat dan ucapan terima kasih kepada semua yang memilih mereka, tibalah saatnya mereka memilih pasangan untuk pemegang gelar Best Legacy Couple berikutnya. Gambar setiap pasangan ditampilkan berganti-gantian di layar videotron sebelum Arkan dan Sabine diberikan waktu untuk berdiskusi memilih pemenang.

Mereka tidak perlu berdiskusi lama. Bukan saja mereka, seluruh orang di ruangan rasanya sudah tahu kepada siapa gelar Best Legacy Couple patut diberikan. Tak ada yang meragukan atau mempertanyakan ketika Arkan dan Sabine memilih pasangan junior yang akan menerima gelar ini.

Sementara Arkan dan Sabine sempat diragukan akan bertahan lama karena hubungan mereka terkesan tenang, dewasa, dan lebih sering menghindari kebersamaan di tengah publik sehingga tidak begitu menarik perhatian, pasangan yang mereka pilih justru kebalikannya.

Pasangan ini terang-terangan di sekolah, bahkan tidak sungkan memamerkan kemesraan, juga menunjukkan keintiman dan kasih sayang di muka publik dengan level maksimal. Asmara mereka menggebu-gebu. Mereka panas, memesona, penuh gairah.

Yang seperti itu sejujurnya lebih meyakinkan akan bertahan lama. Karena itulah tidak ada yang terkejut ketika Arkan dan Sabine sepakat menyebut, "Wifo Álvarez dan Ocean Vásquez!"

Riuh tepuk tangan langsung memenuhi seantero ruangan. Wifo sedang duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja bundar sambil memutari bibir gelas dengan telunjuknya ketika teman-teman semejanya berseru heboh, asyik menggoda dengan kata-kata umum yang diucapkan sejuta umat untuk meledek temannya soal asmara.

Guilty PleasureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang