Kesayangan Abang

6.9K 145 11
                                        

Ummi Anita berjalan ke kamar utama Gus Yusuf ketika masih lajang. Berapa langkah Ummi Anita melihat sang putra sedang duduk bersama Rara.

Ummi Anita tersenyum melihat kasih sayang putranya kepada istri keduanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ummi Anita tersenyum melihat kasih sayang putranya kepada istri keduanya. Ia tidak pernah membeda-bedakan istri keduanya dengan istri pertamanya.

Ummi Anita berjalan ke arah sang putra dan menantunya. "Assalamualaikum nak."

"Walaikumsallam Ummi," jawab keduanya.

"Nak, ajak Ning Rara makan malam bersama dulu sebelum kalian tidur," ucap Ummi Anita tersenyum ramah.

Rara menggelengkan kepalanya, ia belum siap ketemu dengan keluarga besar Gus Yusuf. Ia merasa tidak pantas untuk berada di lingkungan ini.

"Ummi," lirih Rara menangis.

"Loh, apa yang membuat Ning Rara menangis Hmm?" Ucap Ummi Anita.

Rara berjalan ke arah Ummi Anita, ia berhamburan ke dalam pelukan Ummi. Ia merasa kangen kepada sang bunda yang telah meninggal dunia.

"Ummi maafin Rara," jawab Rara setelah sadar ia memeluk Ummi Anita tanpa izin terlebih dahulu.

"Iya tidak masalah, kok Ning Rara harus minta izin terlebih dahulu kan Ummi adalah Ummi kamu juga kan?" Ucap Ummi Anita.

"Tapi tetap saja Rara gak sopan Ummi!!  Rara selalu diajarkan oleh Nenek harus izin terlebih dahulu," jawab Rara menundukan kepalanya.

"Udah iya, nak Ummi sangat sayang sama kamu mari kita makan dulu, atau suami kamu yang akan mengambil makanan ke sini biar kamu nak nyaman yah," ucap Ummi Anita tersenyum ramah.

"Sayang, biar Abang ambilin kamu makan malam, kita makan di sini dulu yah," Gus Yusuf selalu mengelus rambut panjang Rara.

"Abang, boleh Rara perlahan baju kaya Ummi, Ning Husna, dan santriwati yang disini," ucap Rara menatap wajah tampan suaminya.

"Boleh, sayang. Abang sangat senang kamu udah mau menutup auratnya," jawab Gus Yusuf tersenyum hangat.

Ummi Anita tersenyum melihat sikap sang putra yang baru pertama kalinya memperlakukan dengan manis. Tidak seperti ketika bersama Ning Husna! Gus Yusuf merasa segan kepada Ning Husna dan orang tuanya yang dihormati banyak orang.

Tidak dengan Rara, dimanja meskipun mereka kenal setelah menikah. Sikap manis Gus Yusuf pada istri ke duanya itu. Dimana Rara masih polos tapi lebih jauh ilmu agamanya, meskipun penampilannya terbuka, tapi Alhamdulillah ia bisa menjaga dirinya dari lelaki hidung belang di luar sana.

 🍀🍀🍀🍀🍀

Di ruang makan sudah ada Gus Al, Bilqis, Kak Nova, Kak Faizar, Kyai Rahman, Ummi Maryam, Gus Irfan, Ning Husna dll.  Mereka semua menunggu Ummi Anita, Gus Yusuf, dan juga Rara.

"Paman, kemana Kak Yusuf, Kak Rara??  Kok belum datang-datang sih. Iqis udah kelaparan nungguin mereka?" Tanya Bilqis cemberut menunggu sang kakak kesayangan lama.

"Sayang, sabar yah mungkin sebentar lagi mereka datang," ucap Gus Al yang mewakili pamannya Bilqis.

"Tapi, Iqis udah lapar loh Gus, ini juga," jawab Bilqis menunjuk perutnya.

"Saya tahu, bayi kita kuat seperti ummanya," ucap Gus Al mengelus perut datar Bilqis.

Sebelum Bilqis menjawab, Gus Yusuf dan juga Ummi Anita datang bersama kecuali Rara yang di kamar sendirian. Gus Yusuf bersama Ummi berjalan bersama ke ruangan makan.

"Assalamualaikum," ucap keduanya.

"Walaikumsallam," Jawab semua orang.

"Maaf, sudah membuat kalian semua menunggu lama. Soalnya Rara sakit demam malam ini," ucap Gus Yusuf.

"Kakak, Rara sakit. Kakak kenapa gak bawa makan dari tadi tau istrinya sakit?" Jawab Bilqis sangat gereget.

"Iya, kakak ngaku salah. Tapi Rara tidak mau ditinggal sendirian. Rara memilik rasa trauma di masa lalunya," Ucap Gus Yusuf mengusap kepala Bilqis yang tertutup hijabnya.

"Sayang, udah kasihan Gus Yusuf kalau terus kamu omelin," ujar Gus Al mengusap punggung sang istri.

"Maaf, Gus. Iqis udah sayang sama Kak Rara maka khawatir," ucap Bilqis menundukan kepalanya. Ia sangat takut saat mendengar teguran Gus Al.

"Sudah, kenapa kalian malah ribut.  Nak bawa makan malam buat istrimu lalu kasih obat, kalau demamnya masih tinggi bawa Rara ke rumah sakit segera."

Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang