Setelah meninggalkan kediaman Assegaf, Arkhan mengajak Bilqis berkeliling, di saat sudah sampai di taman, tiba-tiba ada yang menyerang Arkhan, mereka musuhnya.
"Kakak gak papa? Siapa mereka? Kenapa mereka ingin menyakiti kakak?" ucap Bilqis, masih khawatir pada Arkhan dan putrinya.
Arkhan (menghela napas) "Saya tidak tahu, Bilqis. Entah itu musuh saya atau musuh keluarga Assegaf atau bisa jadi musuh adik-adik saya. Keluarga Assegaf terlalu sukses sehingga banyak orang yang mengincar kami. Waktu Ainun kecil, dia bahkan diculik bersama almarhum saudara kembarnya Aidan," jawab Arkhan. (tersenyum sedih).
"Hmmm, iya awas kak," teriak Bilqis.
Baby Alyssa menangis karena kaget. Saat mendengar teriakan bundanya, ia langsung menangis kencang.
Bilqis kaget ada musuh keluarga Assegaf, tiba-tiba menarik Bilqis masuk ke dalam sebuah mobil.
"Kakak tolong!" (teriak) Bilqis.
Arkhan (menendang orang yang menarik Bilqis dan menarik Bilqis ke pelukannya, kemudian menyerahkan Alyssa) "Pegang. Kamu tetap di belakang saya." (mengeluarkan pistol dan kemudian mulai menghajar orang-orang itu).
"Baik kak, hati-hati, Iqis gak mau kakak terluka," ucap Bilqis menangis saat ini, antara takut dan khawatir.
Arkhan (mengangguk dan menghajar semua orang-orang itu sampai pengawalnya datang).
"Tuan!" Pengawal 1
"Bereskan," ucap Arkhan. (dingin)
"Baik Tuan!" Jawab semua Pengawal.
Arkhan (membawa Bilqis menjauh) "Bilqis kamu nggak papa? Si kecil nggak papa?" (Khawatir).
"Gak kak, Iqis baik-baik saja, hanya takut sama mereka main tarik tangan Iqis kak," Bilqis.
Arkhan: (menghela napas lega) "Syukurlah kamu baik-baik saja."
"Iya kakak tapi dia pegang Iqis disini," ucap Bilqis.
Arkhan (Mengerutkan kening lalu mengambil sapu tangan dan menyeka dengan lembut).
"Kakak kenapa dia ingin culik Iqis." Ucap Bilqis.
"Mungkin karena sekarang kamu termasuk salah satu kelemahan saya," jawab Arkhan. (tersenyum sedih).
"Hah, kok bisa kaya gitu yah kak. Iqis takut mereka culik Iqis lagi kak," Ucap Bilqis menangis.
"Tidak akan (tegas). Saya akan memastikan masalah ini selesai," jawab Arkhan (mengusap kepala Bilqis pelan).
"Iya, Iqis percaya sama kakak. Iqis masih takut kak," ucap Bilqis.
Keselamatan Bilqis adalah prioritas utama bagi Arkhan. Dalam situasi yang melibatkan keselamatan seseorang, sangat penting untuk mengambil tindakan yang tepat dan segera.
"Percaya pada saya, Bilqis. Selama saya hidup, tidak akan ada yang bisa menyakiti kamu," jawab Arkhan. (tersenyum).
"Iqis percaya sama kakak, tapi ketika kakak marah Iqis takut. Kakak cukup serem," Ucap Bilqis.
Arkhan (terkekeh) "Maaf. Saya sangat menakutkan yah?" (Tersenyum sedih).
"Sangat menakutkan kak, tapi Iqis nyaman berada di samping kakak. Meskipun menakutkan," (berkata jujur) Bilqis.
Bilqis memang sangat takut ketika Arkhan marah seperti tadi ketika ada musuh keluarganya.
Arkhan (terkekeh) "Lucunya," (mengusap pelan kepala Bilqis).
"Hehe, kakak bisa aja. Apa yang lucu?" Tanya Bilqis pada Arkhan.
"Kamu," jawab Arkhan. (tersenyum).
"Ih kakak," (rengek) Bilqis.
"Lucunya," jawab Arkhan. (terkekeh).
"Kakak ih ngeselin," rengek Bilqis.
"Maaf cantik," jawab Arkhan (tersenyum lalu mengusap pelan kepala Bilqis).
Bilqis (cemberut di balik cadarnya).
"Ya sudah. Ayo pulang," jawab Arkhan. (tersenyum).
"Ayo mari pulang Lala," ucap Bilqis.
"Kakak cepat kan, Iqis mau bertemu Ning Alena."
Di tempat lain, antara Haikal dan Ning Alena masih berjalan bersama. Sebenarnya Ning Alena merasa tidak enak kalau ada yang lihat ia berjalan dengan seorang pria bukan muhrimnya. Mereka tidak menyadari ada sang Abi dan Ustadz membututi mereka berdua. Sang Abi kecewa dengan kelakuan sang putri.
"Ayo Mas, eh Mas kaya baru pulang." Ucap Ning Alena baru sadar ketika melihat Haikal.
Haikal (mengangguk sambil tersenyum) "Saya memang baru pulang."
"Pantas saja, ini masih jauh gak Mas?" Tanya Ning Alena.
"Sebentar kok. Kamu lihat gerbang komunitas yang besar di depan itu? Nah itu komunitas Assegaf (tersenyum). Capek, yah? Atau...mau saya gendong?" Tanya balik Haikal (Mengangkat alis sambil tersenyum kecil)
"Hmm, baik Mas gak usah gendong, kita bukan muhrim Mas," Ucap Ning Alena.
Haikal (tertawa terbahak-bahak) "Astaga. Kamu lucu sekali (memegang perut karena tertawa). Saya bercanda tahu," jawab Haikal. (terkekeh)
"Gak ada yang lucu Mas, dan gak ada bercanda Mas. Ayo atau aku pergi saja," Ucap Ning Alena.
"Maaf maaf. Jangan di ambil hati yah? Lagipula bukannya kamu ingin bertemu Bilqis?" Tanya Haikal. (Tersenyum).
"Iya Mas, tapi Alen kecewa sama kakak Alen," ucap Ning Alena.
"Hm? Emangnya kakak kamu kenapa?" Tanya Haikal. (Mengambil permen karet di sakunya dan mengunyahnya).
"Kakak, aku yang telah nyakiti hati Bilqis dan meninggalkan Bilqis dan putrinya," Ucap Alena.
"Oh? Tunggu...Kakak kamu mantan Bilqis itu? Pria brengsek yang memilih wanita lain ketimbang anak istrinya....upsss (menatap tidak enak pada Alena). Maaf, Lena," jawab Haikal. (menggaruk pipi malu).
"Iya Mas, Alen baru tau tadi pas mau pulang ke pasantren lalu memutuskan pergi dari sana. Iya gak papa kok Mas," Ucap Alena.
Haikal (menggaruk pipi malu) "Sekali lagi maaf yah."
Ning Alena (tersenyum hangat) "Gak usah minta maaf, pas awal kakak lakukan itu pada Bilqis aku gak setuju kalau Bilqis disakiti nantinya."
"Kamu benar. Saya pernah bertemu sekali dengan Bilqis. Dia gadis yang baik. Sayang sekali bila disakiti," jawab Haikal. (menghela napas).
"Benar kata Mas, aku kecewa sama kakak pas mengambil keputusan menerima permintaan Ning Aluna. Aku juga gak ada hak, karena aku hanya putri angkat dari mereka," Ucap Alena tersenyum.
"Sebagai seorang adik, angkat atau kandung, kamu punya hak mengomentari saudaramu sendiri. Di Keluarga ku, tidak peduli kamu anak kandung atau anak angkat, kamu punya hak bersuara. Jangan merasa rendah diri," jawab Haikal. (tersenyum kecil).
"Iya Mas, aku suka mengomentari kelakuan Kakak Al, tapi aku gak bisa ikut campur dalam hubungan mereka, tapi setelah tau dari semua orang pengurus pasantren, Alen paham Mas, kalau Kak Al belum bisa melupakan cinta pertamanya ke Ning Aluna," Ucap Alena.
"Ckckck kalau begitu kakakmu itu terlalu brengsek (menggeleng prihatin). Masa lalu yah masa lalu. Untuk apa dipertahankan jika hanya merusak masa sekarang (memutar mata). Untungnya kamu adalah gadis manis yang tahu benar dan salah, sehingga Bilqis masih memiliki orang yang berpihak padanya," jawab Haikal. (tersenyum lebar).
"Iya Mas, terimakasih atas pujiannya. Aku tidak setuju kakak kembali lagi pada masa lalunya, tapi mau bagaimana lagi Mas, dia memilih bersama," Ucap Alena.
"Mas boleh minta tolong di sekitar sini ada kosan? Lena gak mau pulang, Abi mau jodohkan Lena sama teman Abi," sambung Alena (Ning Alena menangis ketika mengingat pas mau pulang ia diminta menikah temannya Abi angkatnya).
"Iya juga sih. Yang sabar yah Nona Lena," jawab Haikal.
"Kos? Hmm kayaknya nggak ada. Tapi kalau mau, kamu bisa tinggal di komunitas Assegaf. Hanya perlu minta izin ke kakak pertama saya dulu (menggaruk kepala). Ah! Kenapa tidak bertanya pada Bilqis saja? Yakin deh Bang Arkhan nurut sih kalau Bilqis yang nanya," sambung Haikal. (tersenyum lebar).
"Iya sih Mas," Ucap Alena.
"Eh, jangan nanti Alen cari saja di luar dari sini Mas," Sambung Alena.
Haikal (mengangkat alis) "Mending di kompleks Assegaf sih menurut saya. Soalnya kamu tidak perlu mengeluarkan uang lebih dan.... (tersenyum kecil) kamu bisa lebih dekat dengan Bilqis."
"Hmm, gak usah Mas nanti merepotin, mending cari kosan saja terdekat dengan sekolahan yang saya nanti akan mengajar di sana," Ucap Alena.
"Tidak apa-apa. Bagaimana jika kamu tinggal bareng Bilqis saja? Lebih hemat biaya juga buat kamu," jawab Haikal. (tersenyum).
Alena tidak enak kalau harus tinggal di sekitar rumah Haikal, ia baru pertama kenal dengan dia.
"Hmmm, Alen gak suka repotin orang Mas. Apalagi Alen gak ada ikatan keluarga ataupun kalau tinggal di sini. Lebih baik Bilqis yang tinggal di sini lebih aman dari Kak Al dan Ning Aluna. Gak papa Mas, udah terbiasa hidup seperti ini hehe." Ucap Alena tersenyum.
Haikal (menatap lama) "Nggak baik lho menolak seorang teman (terkekeh). Saya tahu kamu terbiasa. Tapi ada baiknya kamu bisa nemenin Bilqis disini. Di kompleks Assegaf yang luas, hanya Bilqis yang tidak memiliki hubungan dengan Assegaf. Saya rasa, dia akan bahagia jika kamu bisa tinggal bersamanya. Kamu tidak mau membuat Bilqis bahagia?" (Mengangkat alis).
"Ah, kita sudah sampai. Ini kompleks Assegaf. Ayo, saya bawa kamu ke rumah Bilqis. Tunggu saya minta pintu gerbang dibuka dulu yah (tersenyum lalu pergi menyapa penjaga keamanan kompleks kemudian kembali). Ayo, Lena. Mari masuk," (tersenyum pada Alena).
"Tapi, apa kata keluarga kamu Mas, kamu bawa orang baru dalam lingkungan keluarga," ucap Alena.
Alena sangat terpana saat sampai di komplek Assegaf.
"Mari Mas, (Masya Allah sungguh indah ciptaan Mu ya rob) Masya Allah luas sekali Mas." Sambung Alena.
Sedangkan Arkhan sudah janji pada dirinya sendiri akan bersama Bilqis dan Beby Alyssa.
Dalam situasi ini, Arkhan mungkin memiliki alasan dan motivasi pribadi untuk ingin bersama Bilqis dan Beby Alyssya. Namun, penting untuk diingat bahwa janji pribadi tidak selalu memiliki kekuatan hukum atau menggantikan kewajiban hukum yang ada.
Jika Arkhan ingin menjalankan janjinya untuk bersama Bilqis dan Beby Alyssya, ia harus mempertimbangkan hukum yang berlaku.
Arkhan (tersenyum tipis).
"Kakak jangan tinggalin Iqis yah," jawab Bilqis.
"Iya, Bilqis," ucap Arkhan. (tersenyum).
"Janji Kakak gak akan tinggalkan Iqis."
"Saya janji," jawab Arkhan (tersenyum).
"Terimakasih kak," ucap Bilqis (memeluk Arkhan) maaf kak,"
"Sama-sama Bilqis (mengangguk sambil tersenyum). Jangan minta maaf," jawab Arkhan. (tersenyum).
"Iya kakak (tersenyum) hehe iya kak," ucap Bilqis.
"Kakak jangan jauh dari Iqis, takut mereka kembali lagi," Sambung Bilqis.
"Iya Bilqis," jawab Arkhan (tersenyum).
"Awas saja kakak jauh dari Iqis gak mau ngomong sama kak," ucap Bilqis.
"Iya cantiknya Arkhan," jawab Arkhan (terkekeh).
"Jangan bercanda kakak Iqis serius ih," ucap Bilqis.
"Saya tidak bercanda, Bilqis. Saya serius. Hanya saja saya takut kamu tidak nyaman jika saya menunjukkan wajah serius," jawab Arkhan. (tersenyum).
Bilqis (menatap dalam mata elang Arkhan lalu menundukan kepalanya lagi.) "Iya kakak, kalau gak bercanda ayo kita pulang. Kasihan si kecil."
Arkhan (tersenyum lalu mengangguk dan membawa Bilqis pulang).
Bilqis (tersenyum di balik cadar menatap Arkhan sambil tersenyum).
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
De TodoBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
