Gus Al, begitu gemes melihat sikap istrinya begitu polos. Ia tahu Perempuan yang polos umumnya memiliki pikiran yang sangat positif. Mereka bisa membawa diri untuk nggak berpikir buruk dahulu dalam menilai sesuatu. Hal tersebutlah yang membuat cewek tipe ini jarang terkena stress atau berpikir negatif yang berlebihan.
Selain itu, perempuan dengan karakter ini juga bisa membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman dan bisa terpengaruh vibe positif yang mereka miliki. Karenanya, ada banyak sekali orang yang menyukai mereka, termasuk juga para pria.
"Iya. Bilqis, saya gak akan pergi meninggalkan kamu kok. Jadi jangan banyak pikiran ya," ucap Gus Al tersenyum tipis.
"Tapi, kenapa tadi Gus Al mau pergi?" jawab Bilqis menundukan kepalanya.
"Gus," panggil lirih Bilqis.
Gus Al tidak menjawab pertanyaan Bilqis. Ia masih diem, Gus hanya tersenyum melihat sikap polos istrinya. Kadang dia tidak mau ditinggalkan, kadang ia merasa takut kalau lagi bersama.
"Gus," panggil Bilqis lirih. Ia mengangkat wajah cantiknya untuk memandang wajah tampan Gus Al.
"Iya."
"Gus, marah ya sama Bilqis kenapa hanya diem?" Ucap Bilqis menatap wajah tampan suaminya.
"Saya tidak marah Bilqis." Jawab Gus Al.
"Kok, diem terus. Kalau bukan marah," ucap polos Bilqis.
"Saya, gak apa-apa kok. Sekarang kamu istirahat dulu ya," jawab Gus Al tersenyum.
Bilqis menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin jawaban seperti itu. "Iqis gak mau istirahat kalau Gus Al tidak ikut istirahat."
"Baik, saya mau temanin Iqis tidur. Udah yah jangan banyak pikiran," ucap Gus Al tersenyum.
Gus Al, Bilqis langsung rebahan meskipun Bilqis sangat takut ketika ada Gus Al telah merusak masa depannya.
"Gus," panggil Bilqis menatap wajah tampan Gus Al.
Bilqis sedikit terpana saat melihat wajah tampan Gus Al terlelap tidur. Bilqis berusaha ingin memegang wajah tampan Gus Al tapi ia sangat takut kalau Gus Al terbangun.
'Ya Allah, kenapa Iqis selalu ingin dekat Gus Al. Ada apa dengan diri Iqis, kenapa Iqis selalu menginginkan hal yang aneh. Ini bukan diri Iqis. Apa ini karna Iqis mengandung bayi Gus Al? Dia selalu ingin dekat ayahnya.' Ucap dalam hati Bilqis.
"Nak, kenapa kamu selalu menginginkan dekat dengan ayah kamu sih? Ibu sangat takut kalau berada di dekat ayah kamu," gumam Bilqis pelan.
Bilqis juga berusaha menutup matanya karena ia juga merasa lelah setelah acara pernikahan satu bulan ini langsung dilaksanakan. Bilqis tidur terlelap di samping Gus Al, ia merasa nyaman.
🍀🍀🍀🍀
Di pagi harinya kedua pasangan pengantin itu bangun. Di kamar pasangan Bilqis dan Gus Al, mereka masih terbalut dalam satu selimut. Bilqis yang sedari tadi setelah sholat subuh tidak ingin ditinggal oleh Gus Al, ia selalu rewel, pas ditinggal di kamar mandi.
"Mas Al," rengek Bilqis telah sadar. Di sampingnya sudah tidak ada Gus Al.
"Mas Al, kemana? Kenapa ninggalkan Iqis bersama Dede bayi kita?" Tangisan Bilqis pecah.
Ceklek....
Pintu kamar mandi terbuka, muncullah sosok pria tampan di sana. Yang berjalan ke arah ranjang Bilqis yang sedang menangis.
"Gus Al ini siapa? Kenapa bisa bersama Gus Al, siapa dia?" Tanya Bilqis masih menangis.
Gus Al membulatkan matanya saat melihat siapa yang mengirim Poto ke ponselnya.
"Bilqis, saya bis," ucapan Gus Al langsung dipotong oleh Bilqis.
"Gus Al .... Jahat," jawab Bilqis.
"Bilqis, saya bisa jelasin. Tolong jangan potong ucapan saya dulu," ucap Gus Al.
Bilqis menggelengkan kepala. Ia tidak ingin mendengar perkataan Gus Al.
"Pergilah Gus. Iqis gak mau lagi lihat Gus Al. Gus Al jahat," jawab Bilqis menangis histeris sampai terdengar ke ruangan tengah.
Gus Al tidak menggubris perkataan Bilqis. Ia langsung duduk, langsung merangkul bahu Bilqis membawanya ke dalam pelukannya.
"Jangan, seperti ini. Saya gak sanggup saat melihat kamu seperti ini, tolong berhenti menangis. Saya janji akan memberbaiki sikap saya, atau sifat saya yang telah melukai hati istri saya."
"Gus Jahat kenapa lakukan itu pada Iqis!! Apa salah Iqis Gus? Kenapa Gus nyakiti fisikku dan hatiku. Aku capek Gus Al, aku capek," jawab Bilqis menangis di dada bidang Gus Al.
"Sayang, saya mohon jangan menangis lagi, saya gak sanggup melihat kamu menangis seperti ini," ucap Gus Al masih mengusap punggung Bilqis.
"Gus," panggil lirih Bilqis.
"Ya," jawab Gus Al.
"Gus, janji gak akan lakukan itu lagi kan?" Tanya polos Bilqis.
"Saya janji kepada Iqis dan calon bayi kita. Saya gak akan pernah lakukan itu, atau menyakiti perasaan kalian berdua," jawab Gus Al memandang wajah cantik Bilqis.
Di luar sana satu keluarga berjalan ke arah kamar Bilqis. Mereka sangat khawatir saat mendengar jeritan Bilqis hingga ke ruangan tengah.
Setelah tiba di depan kamar Bilqis, sang bibi mengetuk pintu kamar.
Tok....tok...tok..
"Assalamualaikum, Iqis sayang, kamu kenapa?" Salam semua orang.
"Walaikumsallam, Bibi tunggu yah, Iqis lagi pakai baju. Tadi ada kecoa lewat, kan Bibi sama Paman tau kalau Bilqis takut kecoa." Jawab Bilqis di dalam kamar.
"Astaghfirullah, sayang. Kirain Bibi kamu kenapa-kenapa, kok teriak sampai terdengar ke rumah tetangga," canda Bibi Anita.
"Ih, Bibi nyebelin," jawab Bilqis cemberut di dalam pelukan Gus Al.
"Gus, Bibi tuh," ucap Bilqis manja.
"Hmm, iya sayang jangan sedih yah," jawab Gus Al tersenyum melihat istrinya tersenyum kembali.
"Sayang, Ummi tadi kirim pesan, katanya kita harus segera kembali ke pesantren. Soalnya Kakak akan segera pulang ke Indonesia, ia akan melakukan lamaran," ucap Gus Al.
"Hmm, Gus Alif mau pulang yah? Hmmm, sayangnya Iqis udah nikah," jawab Bilqis dengan polosnya.
Gus Al yang tahu bagaimana istrinya mengagumi Kakak keduanya itu. Emang tak kalah tampan dari dirinya. Gus Al memilih diam, ia berniat untuk bangkit dari duduknya melepaskan pelukannya dari tubuh Bilqis. Ia merasa kecewa tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
'Kenapa sangat sakit mendengar ucapan polos istrinya yang masih mengagumi sang kakak. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan agar istriku mencintai suaminya ini.' Doa dalam hati.
"Mas, All mau kemana?" Ucap Bilqis sudah berkaca-kaca menahan tangisan.
Gus Al yang tidak kuasa melihat wajah cantik Bilqis menangis, ia kembali duduk lagi. "Jangan menangis lagi. Saya hanya pergi ingin mengambil air," ucap Gus Al.
"Maaf, Iqis udah melukai hati suami Iqis. Maafin Iqis ya Mas, ajarin Iqis mencintai Mas," ucap Bilqis menatap wajah tampan suaminya.
"Hmm, udah jangan menangis ya. Saya akan mengajari istri Mas untuk jatuh cinta," jawab Gus Al tersenyum.
"Apa itu jatuh cinta? Apa itu indah Mas?" tanya Bilqis.
"Ya, jatuh cinta itu indah, sayang. Kamu akan merasakannya nanti. Sekarang kamu beristirahat dulu, nanti kita ngobrol lagi ya," jawab Gus Al sambil mengelus rambut Bilqis.
Bilqis mengangguk. Ia merasa bahagia mendengar jawaban Gus Al. Ia berharap bisa mengalami perasaan jatuh cinta yang indah seperti yang diceritakan oleh Gus Al.
"Assalamualaikum, Iqis sayang. Kamu kenapa?" Tanya Bibi Anita sambil mengetuk pintu kamar.
"Walaikumsallam, Bibi. Iqis lagi pakai baju. Tadi ada kecoa lewat, kan Bibi sama Paman tahu kalau Bilqis takut kecoa," jawab Bilqis di dalam kamar.
"Astaghfirullah, sayang. Kirain Bibi kamu kenapa-kenapa, kok teriak sampai terdengar ke rumah tetangga," canda Bibi Anita.
"Ih, Bibi nyebelin," jawab Bilqis cemberut di dalam pelukan Gus Al.
"Gus, Bibi tuh," ucap Bilqis manja.
"Hmm, iya sayang. Jangan sedih yah," jawab Gus Al tersenyum melihat istrinya tersenyum kembali.
"Sayang, Ummi tadi kirim pesan, katanya kita harus segera kembali ke pesantren. Soalnya Kakak akan segera pulang ke Indonesia, ia akan melakukan lamaran," ucap Gus Al.
"Hmm, Gus Alif mau pulang yah? Hmmm, sayangnya Iqis udah nikah," jawab Bilqis dengan polosnya.
Gus Al yang tahu bagaimana istrinya mengagumi Kakak keduanya itu, memang tak kalah tampan dari dirinya. Gus Al memilih diam, ia berniat untuk bangkit dari duduknya, melepaskan pelukannya dari tubuh Bilqis. Ia merasa kecewa tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
'Kenapa sangat sakit mendengar ucapan polos istrinya yang masih mengagumi sang kakak. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan agar istriku mencintai suaminya ini.' Doa dalam hati.
"Mas, All mau kemana?" Ucap Bilqis sudah berkaca-kaca menahan tangisan.
Gus Al yang tidak kuasa melihat wajah cantik Bilqis menangis, ia kembali duduk lagi. "Jangan menangis lagi. Saya hanya pergi ingin mengambil air," ucap Gus Al.
"Maaf, Iqis udah melukai hati suami Iqis. Maafin Iqis ya Mas, ajarin Iqis mencintai Mas," ucap Bilqis menatap wajah tampan suaminya.
"Hmm, udah jangan menangis ya. Saya akan mengajari istri Mas untuk jatuh cinta," jawab Gus Al tersenyum.
"Apa itu jatuh cinta? Apa itu indah Mas?" tanya Bilqis.
"Ya, jatuh cinta itu indah, sayang. Kamu akan merasakannya nanti. Sekarang kamu beristirahat dulu, nanti kita ngobrol lagi ya," jawab Gus Al sambil mengelus rambut Bilqis.
Bilqis mengangguk. Ia merasa bahagia mendengar jawaban Gus Al. Ia berharap bisa mengalami perasaan jatuh cinta yang indah seperti yang diceritakan oleh Gus Al.
"Gus, Iqis mau nanya," ucap Bilqis dengan suara yang gemetar.
"Tanya saja sayang," jawab Gus Al dengan lembut.
"Apa Gus juga pernah mengalami perasaan jatuh cinta?" Tanya Bilqis dengan suara yang gemetar.
Gus Al menatap Bilqis dengan tatapan yang penuh cinta. Ia merasa terharu dengan kepolosan Bilqis.
"Tentu saja sayang. Gus juga pernah mengalami perasaan jatuh cinta," jawab Gus Al dengan suara yang lembut.
"Siapa wanita itu Gus?" Tanya Bilqis dengan suara yang gemetar.
"Wanita itu adalah Ning Salwa. Dia adalah mantan pacar Gus. Mereka sudah berpacaran selama lima tahun. Tapi takdir memilih untuk memisahkan mereka," jawab Gus Al dengan suara yang sedih.
"Kenapa Ning Salwa meninggal Gus?" Tanya Bilqis dengan suara yang gemetar.
"Ning Salwa meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Gus sangat terkejut mendengar kabar itu," jawab Gus Al dengan suara yang sedih.
"Gus, maaf ya kalau pertanyaan Iqis menyinggung perasaan Gus," ucap Bilqis dengan suara yang gemetar.
"Tidak apa-apa sayang. Gus mengerti perasaanmu," jawab Gus Al dengan suara yang lembut.
"Gus, kalau Iqis sudah jatuh cinta sama Gus, apa Gus akan menerima perasaan Iqis?" Tanya Bilqis dengan suara yang gemetar.
Gus Al menatap Bilqis dengan tatapan yang penuh cinta. Ia merasa terharu dengan kepolosan Bilqis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
DiversosBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
