Jangan lakukan ini

15.6K 264 7
                                        

Gus Al berjalan ke sebuah warung di depan pesantren. Ia ingin membeli minuman. Di sana, sudah ada seorang wanita yang menyuruh ibu warung ia sengaja pesan minuman sama seperti yang Gus Al pesan.

Ia memasukan obat perangsang ke dalam minuman yang sudah dipesan oleh Gus Al.

Gus Al yang tidak menyadari kalau minumannya sudah di campur oleh obat perangsang itu. Dia membayarnya, lalu langsung meminumnya. Ia merasakan tubuhnya terasa panas setelah meminum jus yang dibeli tadi, Gus Al langsung berjalan cepat. Ia tidak mampu menahan gejolak panas di tubuhnya itu.

Di tempat yang sama, Bilqis yang baru saja belanja di ibu warung yang sebelah, ia berniat untuk masuk kembali ke pesantren, tapi sayang langkahnya terhenti ketika ada tangan seorang pria menahannya.

Bilqis yang begitu kaget ketika lengannya ditarik paksa sama seseorang. Masuk ke dalam sebuah kamar yang tidak jauh dari asrama putri atau pun asrama putra.

"Astaghfirullah, Gus mau apa?" Tanya Bilqis yang mulai ketakutan ketika ia tau siapa yang menarik paksa tanganya.

Gus Al, tidak menggubris pertanyaan Bilqis. Ia sudah dikuasai oleh hawa nafsu yang sangat tinggi, membuat tidak mendengarkan permohonan gadis kecil itu yang dibawa masuk ke kamar.

"Gus.... Sakit tangan Iqis," tangisan Bilqis kembali pecah saat pergelangan tangannya memerah.

"T-tolong saya," hanya itu yang keluar dari mulut Gus Al yang begitu buta dikarenakan pengaruh obat perangsang yang dikasih sama seseorang.

"Gak... Gus, Iqis mau kembali ke kamar asrama," jawab Bilqis yang terus menangis ketika Gus Al mengunci pintu kamar.

Gus Al masih tidak mendengarkan jawaban Bilqis yang terus memohon dan menolak untuk menolong Gus Al. Menyebabkan Gus Al semakin liar ingin menuntaskan hasratnya kepada gadis kecil di hadapannya.

Gus Al terus melangkah mendekat ke arah Bilqis, sedangkan Bilqis mundur kan langkahnya karena takut. Bilqis heran kenapa putra Kyai yang selalu dingin ke setiap santriwatinya maupun ke para Ustadzah atau Ning.

"G-Gus All, mau apa? Tolong sadar ini salah, jangan lakukan ini sama Iqis," ucap Bilqis ketakutan ketika tau kalau Gus Al semakin mendekat. Ia terus memundurkan langkahnya sehingga terjatuh ke ranjang yang ada di kamar itu.

Kamar yang begitu tidak terlalu terang, tapi Bilqis teringat ketika berusia 13 tahun.  Ia sebelum masuk ke pasantren, ia juga hampir kehilangan kesuciannya karena ulah kakak iparnya. Tapi untung Allah masih baik kepadanya, keburu ada sang kakak pulang kerja.

Tapi hari ini, ia mengalami hal yang sama, dilakukan oleh putra Kyai pemilik pasantren ini. Bilqis semakin takut ketika Gus Al sudah ada diatas tubuhnya. Bilqis selalu memukul-mukul dada bidang Gus Al yang terus mendekatkan wajahnya ke wajah Bilqis.

"Gus jangan lakukan ini," ucap Bilqis yang semakin histeris saat wajah Gus Al terus memiringkan wajahnya.

"Tolong saya... Ini sangat panas sekali," jawab Gus Al.

"Gak, Gus jangan lakukan ini kepada Iqis. Iqis mohon Gus jangan lakukan ini," ucap Bilqis memohon.

Gus Al, yang telah dikuasai oleh hawa nafsu, bisa saja lupa dengan semua yang dilarang oleh Allah. Terus-terusan melakukan ciuman. Bilqis hanya menangis saat mendapatkan ciuman berkali-kali. Gus Al, yang sudah dikuasai hawa nafsu, membuka hijab, cadar dll.

Mereka sudah tidak menggunakan pakaian sama sekali, hanya selimut yang menutupi tubuh masing-masing.

Bilqis terus berontak,  mencoba  menolak  sentuhan  Gus  Al  yang  semakin  intens.  Ia  merasa  ketakutan  dan  kecewa,  seorang  putra  Kyai  yang  seharusnya  menjadi  teladan  justru  melakukan  hal  yang  sangat  tercela.

"Gus,  tolong  berhenti,"  racau  Bilqis  dengan  suara  yang  bergetar  karena  tangis.  "Iqis  mohon,  jangan  lakukan  ini."

"Tolong  saya,"  jawab  Gus  Al  dengan  suara  yang  parau  dan  tak  jelas.  "Sangat  panas..."

Bilqis  mencoba  menepis  tangan  Gus  Al  yang  terus  meraba  tubuhnya.  "Gak,  Gus,  tolong  hentikan."

Namun,  kekuatan  Gus  Al  yang  dipengaruhi  obat  perangsang  terlalu  besar.  Bilqis  terjatuh  lemas  di  ranjang,  tak  berdaya  menghadapi  kejahatan  yang  terjadi.

Tangan  Gus  Al  mencari  pakaian  Bilqis  dan  dengan  mudah  membuka  kain  yang  menutupi  tubuhnya.  Bilqis  menangis  ketika  tubuhnya  yang  terlindungi  oleh  kain  itu  terbuka  di  hadapan  Gus  Al.

"Gus,  ini  salah,  tolong  sadar,"  desis  Bilqis  dengan  suara  yang  bergetar  keras.  "Iqis  mohon,  jangan  lakukan  ini  kepada  Iqis."

"Ssssttt,"  Gus  Al  menahan  mulut  Bilqis  dengan  tangannya.  "Diam."

Bilqis  menangis  pilu,  ia  terjebak  dalam  situasi  yang  tak  pernah  ia  bayangkan.  Ia  mengingat  peristiwa  sebelumnya  ketika  kakak  iparnya  hampir  menyerangnya.  Namun,  Allah  menyelamatkannya.

Tapi, kali ini... Bilqis merasakan ketakutan yang lebih besar.  Ingatan akan kejadian di masa lalu,  ketika  kakak iparnya hampir menyerangnya,  berputar  di kepalanya.

"Gus,  tolong...  Iqis  mohon...  jangan  lakukan  ini!"  Bilqis  memohon  dengan  suara  yang  bergetar  keras.

Gus Al  menatap  Bilqis  dengan  tatapan  yang  kosong.  Ia  terlihat  bingung  dan  tak  mampu  mengendalikan  tubuhnya.  Pengaruh  obat  perangsang  semakin  kuat  menguasai  diri  Gus  Al.

Tangan  Gus  Al  menjelajahi  tubuh  Bilqis  dengan  kasar.  Bilqis  mencoba  menepis  sentuhan  Gus  Al,  namun  kekuatan  Gus  Al  terlalu  besar.  Ia  tak  berdaya  menahan  tangan  kasar  yang  terus  menyerangnya.

"Gus,  tolong  sadar...  Ini  salah,"  ucap  Bilqis  dengan  suara  yang  terbata-bata.  "Jangan  lakukan  ini  kepada  Iqis..."

Gus Al  mencium  leher  Bilqis  dengan  pakasa.  Bilqis  menangis  ketika  rasa  panas  dan  sakit  menyerang  tubuhnya.  Ia  merasa  terhina  dan  kecewa.

"Ini  salah,  Gus...  Iqis  mohon,"  Bilqis  terus  memohon  dengan  suara  yang  makin  lemah.

"Sssttt,"  Gus Al  menahan  mulut  Bilqis  dengan  tangannya gak mau diam.

Bilqis  terdiam,  ia  hanya  bisa  menangis  diam-diam  dalam  pelukan  Gus  Al  yang  kaku.  Ia  merasa  tak  berdaya  mengatasi  situasi  yang  menakutkan  ini.

Gus Al, yang  tak  sadar  dengan  perbuatannya,  terus  mencengkram  Bilqis  dengan  erat.  Ia  tak  mampu  mengendalikan  tubuhnya  yang  dipenuhi  oleh  keinginan  liar  yang  terpancar  dari  pengaruh  obat  perangsang.

Bilqis  mencoba  menepis  tangan  Gus  Al  yang  semakin  kasar  menjelajahi  tubuhnya.  Namun,  kekuatan  Gus  Al  terlalu  besar.  Bilqis  tak  berdaya  menahan  kekuatan  pria  yang  sedang  dikuasai  oleh  keinginan  liar.

"Gus,  tolong..."  racau  Bilqis  dengan  suara  yang  bergetar  keras.  "Iqis  mohon,  jangan  lakukan  ini..."

Bilqis  menangis  pilu.  Ia  tak  mampu  melepaskan  diri  dari  cengkeraman  Gus  Al.  Ingatan  tentang  kejahatan  yang  hampir  terjadi  padanya  di  masa  lalu,  kembali  menyerang  pikirannya.

"Jangan...  Tolong...  Gus..."  Bilqis  menangis  terisak-isak.  "Iqis  takut..."

Namun,  tangisan  Bilqis  tak  didengar  oleh  Gus  Al.  Gus  Al  terlalu  dibutakan  oleh  keinginan  yang  menguasa  tubuhnya.  Ia  terus  mencengkram  Bilqis  dengan  erat,  membuat  Bilqis  semakin  tak  berdaya.

Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang