"Keputusan tersulit adalah kamu terlalu lelah untuk mempertahankan, tetapi kamu juga terlalu cinta untuk melepaskan,"
^~^Naura Sasabila Azahra^~^
Gus Al masih menatap sang kakak dengan heran. Apa yang sebenarnya sang kakak pikirkan? Kenapa dia masih diam di tempat, tidak ada niat untuk mengejar sang istri? Apa sang kakak masih mencintai istrinya Gus Yusuf itu? Gus Al sangat heran. Gus Al memilih pergi menemui sang istri dan kakak iparnya.
Sebentar lagi pesawat akan siap. Gus Al berniat mengajak kedua wanita itu masuk ke pesawat. Untungnya Ning Naura mau ikut bersama mereka meskipun hatinya hancur. Ia tidak akan lupa tugasnya sebagai istri dari Gus tampan itu.
"Ya Allah, semoga Naura kuat menjalani rumah tangga ini dengan baik. Naura akan bertahan selama Gus Alzam belum untuk melepasnya. Ya Allah, Naura mohon luluhkanlah hati suami hamba," doa dalam hati.
"Kakak, pasti bisa menghadapi ini semua. Ini awal ujian rumah tangga kakak. Yang sabar yah," ucap Bilqis menyentuh lembut punggung tangan Bilqis.
"Terimakasih Ning Bilqis. Naura mohon jangan bilang ke Ummi Maryam. Takut nanti kepikiran ini aib rumah tangga Naura, Ning Iqis. Cukup Ning Iqis sama Gus Al yang tau," jawab Ning Naura menatap istri adik iparnya.
"Sama-sama Ning Naura. Kalau ada apa-apa, cerita sama Iqis ya. Iqis siap menjadi pendengar setia curahat Ning Naura," ucap Ning Bilqis yang tersenyum di balik cadarnya.
Sedangkan Gus Al mengambil foto Bilqis di pesawat. Gus Al juga mengambil foto saat di taman, di bandara, dll.
"Ternyata cantik istriku," gumam Gus Al.
"Mas, sini cerita dong," ucap Bilqis dengan manja.
"Cerita apa Sayang?" Jawab Gus Al.
"Cerita apa saja Mas, bebas," ucap Bilqis.
"Handzalah-Jamilah, Kisah Cinta Sahabat Nabi yang Mengharukan," jawab Gus Al.
"Cerita Mas tentang Hanfzalah-Jamilah," ucap Bilqis.
"Handzalah bin Abi Amir merupakan sosok pemuda Anshar yang tangguh dari Kabilah Aus. Ia juga menjadi salah satu sahabat Nabi yang sangat tunduk kepada perintahnya.
Suatu hari, Handzalah menikah di Madinah dengan seorang perempuan yang dicintainya bernama Jamilah binti Abdullah." Ucap Gus Al.
Perjalanan asmara antara Handzalah dan Jamilah disebut-sebut sebagai kisah cinta sahabat Nabi yang mengharukan karena harus mengutamakan rasa cintanya kepada Allah.
Dikisahkan setelah hari pernikahan Handzalah, ia meminta izin kepada Rasulullah untuk bermalam bersama istinya. Rasulullah pun mengizinkan.
Layaknya pasangan yang baru menikah, Handzalah dan Jamilah diselimuti rasa bahagia dengan menyandang status baru sebagai suami-istri.
Akan tetapi suasana kota Madinah saat itu memang tengah mencekam karena isu peperangan. Sejumlah prajurit Muslim banyak bersiaga di berbagai sudut kota.
Meski mencekam, di malam itu juga Handzalah sedang menikmati malam pengantin bersama istri tercinta.
"Malam kebahagiaan telah berlalu setelah terbitnya fajar. Handzalah pun melaksanakan salat Subuh, namun ia segera kembali ke pelukan istrinya."
"Di saat bersamaan terdengar sayup-sayup suara yang menyerukan 'Mari Berjihad', sebagai pertanda dari Rasulullah untuk memerintah perang."
"Berat sekali pilihan Handzalah kala itu karena harus memenuhi perintah Rasulullah dan meninggalkan istri tercintanya seorang diri tepat pada malam pernikahannya yang pertama."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
RandomBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
