Dia istriku

2.8K 91 4
                                        

Oke, lanjut ya!

Bab 33:  Teror Berlanjut

"Mending kita bersiap dulu, Mas. Boleh Iqis bantu merias Kak Ipar Naura, gak?" Tanya Bilqis pada suaminya.

"Boleh, Sayang. Tapi di awasin oleh mereka," ucap Gus Al.

"Asyik, ada Ustadzah Annisa dan juga Ustadzah Aisyah," jawab Bilqis tersenyum di balik cadarnya.

"Sayang, hati-hati kamu lagi hamil," ucap Gus Yusuf pada adik sepupu kesayanganya.

"Hehe, maaf Kakak Yusuf.  Mas lupa," jawab Bilqis.

Semua orang tersenyum, termasuk kedua Ustadzah cantik itu. "Ustadzah, mau gak dikenalkan sama anak Om Bima? Mereka semua pria mapan, paket lengkap dan paham agama," ucap Rara.

"Jangan malu Ustadzah, mereka baik dan penyayang. Soalnya Kak Ilham sama Kak Ilyas nyuruh Rara cari calon istri yang sholehah," sambung Rara.

"Kak Rara, Pak Ilham dan Pak Ilyas itu CEO terkenalkan?" Tanya Bilqis antusias.

"Iya Iqis, mereka CEO Mandiri dan CEO Mahardika," jawab Rara tersenyum.

"Udah, sana masuk yah.  Jangan sampai lengah Ustadzah. Jaga diri baik-baik," ucap Ummi Maryam tersenyum hangat.

Sedangkan, di kamar kaum pria sedang sibuk merias diri. Menemani pengantin pria.

"Cie, kenapa Kakak kok gugup sih?" Ledek Gus Al.

"Pasti dag dig dug serr. Adik Kakak," ucap Gus Alif tersenyum melihat adik keduanya.

"Pasti deg-degan Kak, kan ini pertama kali Kak Alzam melakukannya," jawab Gus Al merangkul si calon pengantin pria.

"Awal All, kamu itu sangat berat tau," ucap Gus Alzam.

"Ih, apa sih Kak.  Biasanya gak papa kalau aku rangul," jawab Gus Al merajuk.

"Dih, dasar gak berubah. Dasar calon bapak manja Lo," ucap Gus Alzam geram melihat sikap merajuk adik ketiganya.

Ketika mereka sedang bercandaan, mereka sangat bahagia dan tidak menyadari kedatangan sang Abi dan Gus Yusuf.

"Assalamualaikum, para Gus tampan," salam Abi Rahmat dan Gus Yusuf.

Ketiga pria tampan itu menoleh ke arah pintu, di sana sudah ada yang berdiri.

"Walaikumsallam Abi, Gus Yusuf," jawab ketiga pria tampan itu.

"Bagaimana nak, kamu udah siap?  Kasihan Naura," ucap Kyai Rahmat.

"Sudah, Abi. Alzam gak ingin menunda lagi. Alzam gak sanggup melihat Naura menangis lagi Abi," jawab Gus Alzam menatap sang Abi.

"Baik, nak. Mari kita keluar, kasihan keluarga pihak penganti wanita menunggu lama," ucap Kyai Rahmat menuntun putra keduanya.

Di ruangan majelis sudah banyak warga dan jemaah yang menyaksikan acara ijab qobul Gus Alzam oleh warga sekitar dan secara live di media sosial. Sebelum acara kajian berlangsung, keluarga Kyai Rahmat dan Ummi Maryam segera melangsungkan acara pernikahan putra keduanya hari ini juga.

Semua masyarakat di desa ini sangat bahagia bisa kedatangan keluarga terkenal secara langsung di kampung mereka. Semua wanita terpana oleh ketampanan sosok keempat Gus tersebut.

Ijab qobul yang akan dilangsungkan secara sederhana tapi terkesan mewah itu.  Banyak yang memuji kedua pasangan itu yang akan sah. Banyak orang juga yang tidak suka Naura bersanding dengan Gus Alzam.

"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq."

 

Setelah pernikahan lancar dilangsungkan, dilanjutkan dengan acara kajian. Semua masyarakat di sana banyak yang datang ingin mendengarkan kajian Gus tampan, putra Kyai Rahmat.

Semua wanita terpana melihat ketampanan keempat Gus yang duduk bersama Kyai Rahmat di depan.  Bilqis yang cemburu ketika banyak wanita yang memuji ketampanan suaminya itu.

Gus Al menyadari ketika raut wajah sang istri menatap dengan lekat, "Apa ini salah? Kenapa istriku menatapku seperti ini?"

Gus Al dapat merasakan ketika melihat sang istri tidak baik-baik saja.  Pasti cemburu. Ia bisa melihat dari sorotan mata cantiknya yang menatap semua wanita yang ada di dekatnya. Membuat Gus Al geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang istri.

"Ih, dasar pada genit.  Gak tau kalau para istri Gus tampan itu ada di sini semua? Kenapa sih harus memuji suami orang?" Gumam Bilqis yang moodnya tidak baik-baik saja.

Rara, Naura, dan Husna menyadari apa yang dikatakan Bilqis benar.  Kenapa sih para wanita yang ada di sekitarnya begitu genit pada suami masing-masing, membuat mood mereka semua hancur.

"Jaga mata ke lawan jenis. Itu termasuk zina mata," ucap Rara akhirnya.

Ada satu wanita yang duduk dekat Rara merasa tersinggung oleh ucapan Rara barusan. Ia tidak terima dikatain zina mata oleh Rara, sehingga membuat marah yang lain.

"Apa maksud kamu Naura?" Ucap Maya tidak terima.

"Kurang jelas apa yang saya katakan barusan? Bahwa Kakak harus jaga pandangan jangan membuat dosa atau zina mata Kak," jawab Rara enteng, tidak memikirkan apapun.

"Kami tidak zina mata. Apa yang kamu tuduhkan? Kamu sudah berani kepada saya," ucap Mita.

"Kalau bukan zina mata yang tadi apa? Iya, saya berani kepada kalian. Mau apa?" Jawab Rara, tidak pernah takut.

"SUDAH CUKUP! Benar kata Rara ataupun kata Naura, kalau kalian tidak bisa jaga pandangan atau disebut zina mata, lawan jenis tidak diperbolehkan!" Bentak Bilqis.

"Kamu siapa?" Tanya mereka.

"Dia, istri saya," jawab Gus Al.

"Dan yang ini istri saya," ucap Gus Yusuf.

"Kan kalian tau dia istri saya," kata Gus Alzam.

"Dan satu lagi ini istri saya," ucap Gus Alif.

Semua wanita tadi syok mendengar jawaban keempat Gus tampan itu. "Jadi mereka istri Gus?"

"Benar, mereka istri kami. Maka harus hormati mereka semua," jawab keempat Gus tampan itu.

Sedangkan Ummi Maryam hanya tersenyum mendengarkan ocehan mereka dan jawaban dari keempat Gus tampan itu.

"Sebenarnya, saya tidak sengaja.  Saya hanya ingin memuji Gus Al saja.  Maaf ya," ucap Maya sambil menunduk malu.

"Iya, gak apa-apa.  Tapi ke depannya, jaga pandangan kamu," jawab Gus Al.

"Iya, Gus," jawab Maya.

Semua wanita yang ada di sana langsung menunduk malu. Mereka merasa sangat malu karena sudah bersikap genit di hadapan istri-istri Gus.

"Ayo, kita lanjutkan kajiannya," ucap Kyai Rahmat.

"Baik, Abi," jawab Gus Al.

Gus Al kemudian memulai kajiannya dengan khidmat.  Ia  menjelaskan  tentang  pentingnya  menjaga  pandangan  dan  perilaku  di  hadapan  lawan  jenis.

"Saudara-saudara,  kita  harus  selalu  menjaga  hati  dan  pandangan  kita  di  hadapan  lawan  jenis.  Karena  zina  mata  merupakan  dosa  yang  sangat  berat,"  ucap  Gus  Al  dengan  suara  yang  merdu.

"Kita  harus  berhati-hati  dalam  bergaul  dengan  lawan  jenis.  Jangan  sampai  kita  terjerumus  ke  dalam  perbuatan  zina.  Karena  zina  merupakan  dosa  yang  sangat  besar,"  sambung  Gus  Al  dengan  suara  yang  tegas.

"Kita  harus  selalu  mengingat  Allah  SWT.  Dan  kita  harus  selalu  berusaha  untuk  menjauhi  larangan-larangan  Nya.  Semoga  kita  selalu  diberikan  petunjuk  dan  hidayah  oleh  Allah  SWT,"  ucap  Gus  Al  sambil  menutup  kajiannya.

Semua  jamaah  yang  hadir  merasa  sangat  terkesan  dengan  kajian  Gus  Al.  Mereka  semua  merasa  terinspirasi  dan  termotivasi  untuk  menjalani  hidup  yang  lebih  baik  lagi.

"Masyaallah,  kajian  Mas  Al  sangat  menginspirasi,"  ucap  Bilqis  sambil  tersenyum.

"Iya,  Sayang," jawab  Gus  Al  dengan  suara  yang  lembut.

Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang