Setelah pergebatan kecil Rara, memutuskan untuk pergi meminta izin meminjam dapur rumah sakit. Kalau pulang gak mungkin bisa keluar lagi. Ia akan dikurung oleh suaminya itu.
Rara terus berjalan. Ia tidak sengaja berpapasan dengan salah satu anggota dari calon istri Gus Alzam. Ia berniat untuk menengok Gus Al.
Rara juga berpapasan sama salah satu suster. "Assalamualaikum Sus, boleh Rara tanya gak?"
"Walaikumsallam. Boleh. Silakan," jawab suster itu.
"Boleh Rara pinjam dapur rumah sakit? Soalnya ada salah satu pasien gak bisa makan rumah sakit," ucap Rara menatap serius sang suster.
"Boleh, mari ikut saya," jawab suster itu.
Rara mengikuti langkah kaki suster itu. Ia membawa bahan yang akan Rara masak. Itu semua makanan sehat.
"Silakan. Ini dapurnya. Apa saya boleh bantu?" Tanya suster itu lagi.
"Boleh, silakan. Mau bantu, tapi gak ngerepotin Suster," ucap Rara lembut.
"Gak kok, saya ingin membantu Rara. Apa boleh?" Jawab suster itu lagi.
"Boleh kok Sus. Ayo kita masak biar cepat selesai. Suster bisa merasakan masakan Rara nanti ya," ucap Rara semangat kalau urusan masak.
"Masyaallah, biasanya remaja seusia Rara kan. Sukanya main, berbelanja bersama teman-teman," jawab suster itu.
"Hehe, Rara udah hidup dalam keadaan susah. Mana sanggup main dan berbelanja bersama teman sekolah Rara Sus," ucap Rara fokus membuat bumbu untuk membuat sop ayam.
Sedangkan suster motong-motong sayuran segar. Disana juga buat telur mata sapi, tempe sama tahu goreng krispi. Ada ayam krispi sambel ijo kesukaan Rara maupun Gus Alzam.
"Hmm, Rara masak buat siapa sih? Pacar yah?" Jawab suster itu jail membuat Rara merona pipinya.
"Eh, Suster. Mana ada Rara diizinin pacaran sama Nenek ataupun Kakek. Rara gak pernah. Tadi Rara ketemu sama Gus Alzam di jalan ketika mau pulang setelah menjenguk Gus Al," ucap Rara fokus sama masaknya.
"Hmm, jadi ini buat Gus Alzam yang terkenal sangat dingin itu kan?" Jawab suster itu.
"Hehe... Ia Sus. Kasihan kalau dipaksa harus makan rumah sakit. Kayanya dia belum biasa makan rumah sakit deh Sus," ucap Rara sambil goreng ayam, tahu, dan juga tempe.
"Bisa jadi sih Rara. Soalnya beliau baru kembali ke Indonesia. Soalnya ia menempuh pendidikan di kota Madinah," jawab suster.
"Hmm, iya. Mungkin dia nakal Sus. Soalnya tadi Rara mau masak, dia malah mau turun dari ranjang. Terus gak mau diperiksa dokter atau dibersihkan lukanya ya," ucap Rara cemberut.
"Iya, tadi pada cerita Suster yang mendampingi Dokter. Katanya dia nolak, tapi sama kamu nurut diam dia. Tapi awas nanti kamu dimarahi sama calon istrinya," jawab suster itu.
"Mudah-mudahan jangan sampai salah paham ya Sus. Rara hanya ingin menolongnya gak lebih," ucap Rara menundukan kepalanya.
"Amin. Mudah-mudahan tidak ada masalah ya sama kamu Rara," jawab suster itu.
"Amin Allahumma amin. Doain Rara ya Sus semoga gak terjadi kesalahpahaman antara Rara sama Gus Alzam nantinya," ucap Rara usai acara masaknya.
"Doa terbaik ya buat Rara. Saya akan belain kamu kalau kamu dipojokkan," jawab suster itu.
"Masyaallah terimakasih Sus," ucap Rara memeluk suster itu dengan haru.
"Ini, buat Suster sama yang lain. Rara bawa segini aja ya. Assalamualaikum," ucap Rara.
"Walaikumsallam terimakasih Rara," jawab Suster.
Rara berjalan ke ruang inap Gus Alzam. Disana seorang pemuda sedang berbaring di ranjang pasien begitu damai dilihatnya. Rara mulai melangkah maju ke arah ranjang Gus Alzam.
Rara mulai membangunkan Gus Alzam yang sudah terlelap. "Assalamualaikum Gus Alzam, bisa bangun dulu. Gus harus makan terus minum obat," ucap Rara.
Gus Alzam terusik ketika ada seseorang mengguncang bahunya agar cepat bangun.
"Walaikumsallam. Kamu gadis nakal udah kembali," ucap Gus Alzam dengan suara khas bangun tidur.
"Iya, Rara udah selesai masak. Ini buat Gus yang sakit. Makan sop ayam yah. Ini buat Rara," jawab Rara mulai makan makanannya.
Gus Alzam juga terdiam, menikmati masakan Rara yang begitu lezat di mulutnya. Ia juga mulai mengambil suapan Rara dan memasukannya ke mulutnya.
"Ahhh, ini nikmat sekali makanan yang kamu masak gadis nakal," ucap Gus Alzam.
"Ihhhh.... Gus kok dimakan sih? Ini milik Rara tau. Kan itu milik Gus," jawab Rara cemberut.
"Hahaha... Ini nikmat sekali tau gadis nakal. Fokoknya kamu harus jadi istriku. Biar bisa masakin saya setiap hari," ucap Gus Alzam mulai makan makanan punya Rara dan miliknya.
"Dasar Gus nyebelin. Itu punya Rara tau," jawab Rara cemberut.
"Hah, jadi istri Gus nyebelin? Gak mau Rara? Nanti Rara kurus menghadapi sikap Gus yang paling nyebelin."
"Udah, Gus. Jangan ngelantur. Rara gak mau jadi istri Gus." jawab Rara sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
AcakBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
