Bilqis terbangun setelah mendengar percakapan keluarga suaminya dan asisten pribadi suaminya. Bilqis tertarik dengan percakapan mengenai masalah korupsi yang jumlahnya lumayan besar. Dia berencana untuk mengambil kembali uang yang telah diambil oleh kakak iparnya dan juga Karyaman, kepercayaan suaminya itu. Ia menyusun rencana dengan matang.
Bilqis mengambil laptop milik suaminya. Ia mulai mencari akses data milik kakak iparnya. Dengan satu detik, Bilqis berhasil mengambil semua uang yang diambil kakak iparnya. Bilqis, dengan kemampuan spesialnya, ia bisa mengembalikan hasil korupsi suami kakaknya dan uang kembali lagi masuk rekening suaminya langsung.
Sedangkan Gus Al sangat heran dengan notifikasi dari pihak bank dan juga dari seseorang yang mengirim email.
"Siapa yang telah mengembalikan uang yang telah diambil dari tangan Faizar dan dari karyawannya? Soalnya Gus Al tau bagaimana liciknya Fauzar," gumam Gus Al bingung.
"Ada apa Gus Al? Kayanya sangat bingung sekali kelihatannya?" Tanya Gus Yusuf tersenyum.
Sebelum Gus Al menjawab, sang istri sudah berlari ngidam ingin memeluk sang suami.
"Mas, bagaimana kerjaan Iqis udah selesai. Uang yang dicuri udah kembali lagi," ucap Bilqis tersenyum.
"Apa maksud kamu Sayang? Kenapa kamu Sayang ngomong seperti itu?" Jawab Gus Al semakin bingung.
Bukan hanya Gus Al, semua orang anggota keluarga Gus Al dibuat penasaran apa maksud Bilqis.
"Maksud Iqis, udah mengembalikan uang yang sudah diambil dari perusahaan Mas. Iqis udah mengembalikan semua uangnya itu ke rekening Mas Al. Semua total uang yang mereka ambil 800M dan 100$ dari perusahaan luar negeri," ucap Bilqis yang masih menyembunyikan wajah cantiknya di dada suaminya.
"Dek, kamu udah mengambil semuanya dari mereka?" Tanya Gus Yusuf.
"Bilqis sudah menguras uang mereka Kakak. Jadi mereka akan jatuh bangkrut semua. Kerja sama di perusahaan milik Mas Al dan milik teman bisnis kalian semua sudah kembali lagi ke uang perusahaan Kak," ucap Bilqis tersenyum di balik cadarnya.
"Loh, nak? Apa kamu sudah banyak belajar dalam bisnis?" Kata Ummi Maryam dan Kyai Rahmat.
"Iya Bilqis. Kami bingung kenapa kamu bisa melakukan itu secepat ini," jawab keempat pria tampan itu.
"Hehe... Barusan Bilqis mengambil semua data dari suami Kakak Iqis, termasuk Iqis ambil alih semua yang ada di rekening Kak Faizar," ucap Bilqis duduk di sebelah sang suami.
"Hah, jadi ini semua karena kamu Bilqis?" Jawab Gus Alzam.
"Benar Kak, kalau ada kaya gini di perusahaan Kak Yusuf, Iqis yang hendel semua masalah ini," ucap Bilqis.
"Sayang, kok bisa? Ayang melakukan ini semua? Apa selama ini ayang sering melakukan ini?" Tanya Gus Al menatap sang istri.
Bilqis hanya menganggukan kepalanya. "Iya, Mas. Iqis sering membantu Kak Yusuf kalau lagi ada masalah."
"Bagaimana cara bantunya nak? Kamu sering ada di pesantren milik Abi nak," ucap Kyai Rahmat.
"Iya, Abi. Emang benar kata Abi. Bagaimana caranya Iqis membantu Kak Yusuf? Melalui Ustadzah cantik ini," jawab Bilqis enteng.
"Hah, Ustadzah cantik," ucap semua orang, membuat mereka sangat bingung.
Bilqis hanya tersenyum melihat kebingungan semuanya. "Begini Mas Al, Ummi, Abi, dan juga Gus Alzam, Gus Alif, dan Kakak ini. Iqis membantu Kak Yusuf melalui laptop Ustadzah Annisa, maupun Ustadzah Aisyah. Kak Yusuf sering menghubungi kedua Ustadzah cantik ini, soalnya aku sering membantu di perusahaan milik Paman dan Kak Yusuf. Dan kami juga sering kerja sama dengan perusahaan di luar negeri juga."
"Dan satu lagi, Gus Al, jaga istrimu dan calon anak kamu. Bukan hanya Faizar yang menginginkan istrimu, tapi banyak yang ingin menghilangkan nyawa istrimu. Dia pewaris tunggal dari keluarganya. Mereka bukan saudara kandung asli, hanya beda ibu satu ayah. Ibu Bilqis pengusaha ternama dimana-mana semua sudah tau dia nona muda yang dicari agen karena kemampuan membajak akses semua orang. Kalau kemampuan dan kecerdasan dia dimanfaatkan orang bisa gawat," ucap Gus Yusuf.
"Hah, jadi yang dicari mereka adalah Bilqis? Kita harus jaga ketat istrimu All," ucap Gus Alif.
"Baik, All akan jaga istri All dan bayi kita," jawab Gus Al.
"Tapi kalian tenang aja, gak ada yang tau siapa agen rahasia itu," ucap Gus Yusuf memberi kode ke Bilqis agar memberikan sesuatu ke orang yang sedang menguping.
Bilqis yang peka dengan isyarat sang kakak langsung membuat orang itu lupa semua yang mereka bicarakan, melupakan semua yang terjadi kecuali kajian yang diingat.
Setelah kembali lagi di malam hari, pasangan Gus Al dan juga istrinya Bilqis yang sudah berada dalam satu kamar, membuat keduanya semakin leluasa bermesraan tidak seperti kemarin.
"Sayang, Mas rindu kamu yang. Sama bayi kita Mas juga rindu. Terimakasih Sayang, kamu gak takut lagi dekat bersama Mas," ucap Gus Al yang duduk di tepi ranjang.
"Iqis gak tau kenapa Iqis gak ingin ditinggal. Mau dekat dengan Mas Al. Apa ini bawaan bayi kita Mas?" Tanya Bilqis menatap sang suami.
"Sayang, mesikup. Bukan bawaan bayi. Mas senang Sayang. Apa lagi itu bayi kita, gak mau melihat kita berantem atau menjauh," ucap Gus Al yang gemas melihat sang istri.
"Assalamualaikum bayi Abi, bagaimana kabar kamu Sayang. Maafin Abi tadi buat Umma kamu menangis karena ulah Abi," salam Gus Al.
"Walaikumsallam Abi, iya Abi gak papa kok. Asal jangan diulangi lagi, aku gak akan maafin Abi," jawab Bilqis meniru suara anak kecil.
"Masyaallah Sayang kamu ini," ucap Gus Al gemes sekali.
"Soalnya lucu kamu Mas, hahaha..." Jawab Bilqis tersenyum lebar.
"Awas Mas, hukum kamu yang," ucap Gus Al mencium lama kening sang istri.
Bilqis merasa nyaman ketika Gus Al melakukan dengan baik. Gus Al selalu membuat Bilqis merasa nyaman berada di sisinya. Dengan penuh kasih sayang yang diberikan Gus Al kepada ya.
"Mas Iqis, mau sekolah lagi boleh nanti hari Senin kan udah mulai ujian? Apa boleh?" Tanya Bilqis hati-hati.
"Boleh, asal janji harus hati-hati jangan kecapean. Ingat di dalam perut kamu yang ada bayi kita. Awas kalau lari-lari, Mas gak akan izinin kamu masuk kelas lagi," ucap Gus Al.
"Ih, kok gitu sih Mas? Masa Iqis dikurung terus di dalam kamar?" Jawab Bilqis murung.
"Tergantung kamu yang. Janji pergi sekolahnya dengan penuh hati-hati," ucap Gus Al, demi kebaikan Bilqis juga, ia harus tegas, apa lagi nanti di lingkungan pesantren harus seperti guru dan santriwatinya. Bukan seperti di rumah, suami istri.
"Ini demi kebaikan kamu Sayang. Kalau kita di lingkungan pesantren, kita gak bisa bebas seperti sekarang. Kamu yang tau bagaimana pernikahan kita belum dipublikasikan sebelum kamu lulus," sambung Gus Al.
"Iya Mas, Iqis mengerti," jawab Bilqis.
"Masyaallah, Sayang. Mas sangat mencintai kamu," ucap Gus Al sambil mencium kening Bilqis dengan lembut.
Bilqis tersenyum bahagia. Ia merasa sangat lega karena akhirnya ia bisa membantu suaminya dalam menangani masalah ini.
"Sekarang, kita harus bersiap-siap untuk kembali ke pesantren. Kita harus segera menangani masalah korupsi ini," ucap Kyai Rahmat.
"Baik, Abi," jawab mereka bersama-sama.
Mereka semua kemudian bersiap-siap untuk kembali ke pesantren. Mereka berharap segalanya akan baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
RandomBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
