"Iya, Rara itu adik kandung Naura. Dia diculik waktu masih bayi. Naura tidak tau kalau Rara kembarannya. Dan Naura juga tidak tau kalau Rara ada di sini," jawab Naura dengan suara yang bergetar.
"Masyaallah," ucap Gus Al dan Bilqis bersamaan.
Gus Alzam merasa sangat bahagia. Ia merasa sangat bersyukur karena akhirnya ia bertemu dengan Rara.
"Alzam, kamu harus bertanggung jawab atas perkataan kamu," ucap Gus Al.
"Iya, Gus Al," jawab Gus Alzam.
"Alzam, kamu mau menikahi Naura?" Tanya Gus Al lagi.
"Iya, Gus Al. Saya ingin menikahi Naura," jawab Gus Alzam dengan mantap.
"Alhamdulillah. Iqis senang mendengarnya," ucap Bilqis sambil tersenyum.
"Masyaallah, akhirnya ketemu juga sama kembarannya. Semoga mereka bahagia yah," ucap Bilqis lagi.
"Sebenarnya, Naura ingin melarikan diri dari rumah," ucap Naura.
"Lari? Kemana kamu mau lari?" Tanya Gus Al.
"Naura mau lari dari rumah. Naura gak mau dinikahkan sama juragan Dirga," jawab Naura dengan suara yang bergetar.
"Kenapa? Apa kamu tidak suka sama juragan Dirga? Kenapa kamu memilih Alzam?" Tanya Gus Al.
"Karena... Naura tidak suka sama juragan Dirga. Dia orangnya jahat. Dia sering melakukan hal-hal yang tidak baik. Naura tidak ingin menjadi korban dari keserakahannya," jawab Naura.
"Sebenarnya, Naura sudah mencintai seseorang. Tapi Naura tidak tau bagaimana caranya mengatakan perasaannya ke seseorang itu," sambung Naura.
"Siapa? Siapa orang yang Naura cintai?" Tanya Gus Al dengan penuh rasa penasaran.
"Naura mencintai Kakak Yusuf," jawab Naura dengan suara yang gemetar.
"Kakak Yusuf? Tapi, Rara sudah menjadi istrinya," ucap Gus Al.
"Naura tau. Naura sangat menyayangi Kakak Yusuf. Tapi, Naura tidak berani mengatakan perasaannya. Naura takut ditolak," jawab Naura.
Gus Al terdiam mendengar jawaban Naura. Ia merasa sangat terkejut. Ia tidak menyangka kalau Naura mencintai Gus Yusuf.
"Naura, kamu harus berani mengatakan perasaannya ke Kakak Yusuf. Jangan takut ditolak. Karena cinta tidak bisa dipaksa," jawab Gus Al.
"Naura akan mencoba, Gus Al. Semoga Naura bisa berani mengatakan perasaannya ke Kakak Yusuf," jawab Naura dengan suara yang gemetar.
Gus Al tersenyum mendengar jawaban Naura. Ia merasa sangat bahagia karena akhirnya Naura bisa mengatakan perasaannya ke Gus Yusuf.
"Naura, aku sangat menyayangimu. Semoga kamu bisa mendapatkan bahagia yang kamu inginkan," ucap Gus Al.
"Terima kasih, Gus Al," jawab Naura dengan suara yang gemetar.
Gus Al kemudian menoleh ke arah Gus Alzam. "Alzam, apa kamu akan menikahi Naura?" Tanya Gus Al lagi.
"Iya, Gus Al," jawab Gus Alzam dengan mantap.
"Alhamdulillah, Gus. Iqis senang mendengarnya," ucap Bilqis sambil tersenyum.
"Masyaallah. Akhirnya ketemu juga sama kembarannya. Semoga mereka bahagia yah," ucap Bilqis lagi.
🍀🍀🍀🍀
"Nak, bawa istrimu istirahat," ucap Ummi Maryam. Ia tidak ingin melihat menantu kesayangan lelah karena perjalanan sangat jauh.
"Baik, Ummi. All akan membawa istri All istirahat dulu," jawab Gus Al sambil mengenggam tangan lembut Bilqis.
"Iya, nak. Masih lama jadwal ceramah dan acara nikahan kakak kamu. Mending kalian istirahat dulu, kasian istri kamu keliatan capek," ucap Ummi Maryam.
"Baik, Ummi. Kami pamit dulu. Assalamualaikum," salam Gus Al bersaliman dan mencium punggung wanita hebat itu.
Setelah kepergian putranya, Ummi Maryam berjalan ke arah putra pertamanya. Ia menyentuh bahu sang putra dengan penuh kasih sayang.
"Nak, apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu melamun sendirian di sini? Coba ceritakan sama Ummi sayang," ucap lembut Ummi Maryam.
"Apa ini sudah benar Ummi, dengan keputusan Alzam? Alzam gak tega melihat Naura menangis tertekan oleh keluarganya," jawab Gus Alzam menatap sang Ummi dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, apa Ummi boleh jujur kepada kamu nak?" Tanya Ummi Maryam menatap lekat wajah tampan sang putra.
"Boleh, Ummi katakan saja. Alzam akan mendengarkan apa yang Ummi katakan kepada Alzam," jawab Gus Alzam.
"Maaf, sebelumnya Ummi memaksa kamu untuk menikahi Naura. Ummi ingin membebaskan dia dari keluarga angkatnya. Naura sebenarnya bukan putri kandung Pak Ridwan dan Bu Tina. Dia putri angkat mereka. Sebenarnya Naura mempunyai keluarga. Dia diculik oleh keluarga Pak Ridwan karena sakit hati kepada ayah Naura. Dia juga punya saudara nak," ucap Ummi Maryam.
"Jadi maksud Ummi, Naura punya keluarga kandung?" Tanya Gus Alzam syok mendengarnya.
Ummi Maryam menganggukan kepalanya. "Benar nak. Dia mempunya keluarga kandung. Malah yang tadi Bilqis katakan itu pasti ada hubungannya sama Rara," ucap Ummi Maryam.
"Tapi, benar kata Ummi. Aku juga berpikiran seperti itu. Soalnya mereka mirip sekali. Apa kita cari tau tentang ini Ummi?" Jawab Gus Alzam.
"Tenang saja kak. Aku udah mencari tau itu semua. Aku sudah menyuruh asisten pribadiku untuk mengungkapnya nanti setelah kalian resmi menikah," ucap Gus Al datang tiba-tiba bersama Abi.
Ummi Maryam bersama Gus Alzam saling lempar pandang. Mereka bingung apa yang dimaksud oleh sang adik.
"Apa maksud kamu nak?" Tanya Ummi Maryam menatap serius sang putra.
"Ummi, kita sekarang harus fokus sama rencana pernikahan kakak dengan Naura. Habis ini All akan menceritakan semuanya kepada Ummi atau pun kakak dan juga Naura kalau kalian sudah resmi menikah nanti sore," Ucap Gus Al menatap serius.
"Eh, sebentar istri kamu mana?" Tanya Gus Alzam.
"Disini kakak ipar. Ada apa?" Tanya Bilqis menghampiri keluarga suaminya.
"Takut, nanti ada yang culik kamu dari kami," jawab Gus Alzam kepada adik iparnya.
"Hmmm, aku akan selalu bersama suamiku kakak ipar," ucap Bilqis duduk di samping suaminya.
"Sayang, kamu sudah bangun," jawab Gus Al.
"Aku tidak bisa tidur tanpa Gus Al," ucap Bilqis memeluk lengan suaminya.
"Hmm, kamu sayang harus banyak istirahat kan. Sebentar lagi acara nikahan sama ceramah kakak di desa ini sayang," jawab Gus Al memeluk sang istri tercintanya.
Bilqis menggelengkan kepala, ia tidak mau jauh dari suaminya. "Iqis mau di sini saja, gak mau tidur."
"Astaghfirullah sayang, loh kenapa? Gak mau tidur segala sih. Harus banyak istirahat, kasian loh Dede bayi," ucap Gus Al memandang mata cantik sang istri.
"Nak, bawa istrimu istirahat," ucap Ummi Maryam. Ia tidak ingin melihat menantu kesayangan lelah karena perjalanan sangat jauh.
"Baik, Ummi. All akan membawa istri All istirahat dulu," jawab Gus Al sambil mengenggam tangan lembut Bilqis.
"Iya, nak. Masih lama jadwal ceramah dan acara nikahan kakak kamu. Mending kalian istirahat dulu. Kasihan istri kamu keliatan capek," ucap Ummi Maryam.
"Baik, Ummi. Kami pamit dulu. Assalamualaikum," salam Gus Al bersaliman dan mencium punggung wanita hebat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
RandomBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
