Di dalam perjalanan, mereka dihadang oleh mobil Gus Al, yang baru pulang tidak sengaja melihat anak dan istrinya mengobrol dengan seorang pria. Gus Al sangat emosi melihat istri dan anaknya digendong pria lain.
Bilqis menyadari mobil di hadapannya ialah mobil milik Gus Al. Ia meminta Kak Naufal hati-hati kalau di depan ada Gus Al baru pulang antar Ning Aluna pulang.
"Kakak awas di depan," Ucap Bilqis pada Kak Naufal maupun Ainun.
"Hah? Ada apa, Qis?" Tanya Ainun.
"Oh? Tenang aja. Pegangan Qis," ucap Ainun.
"Kak Naufal, tunjukkan kemampuan kakak sebagai mantan pembalap profesional," sambung Ainun pada Kak Naufal.
"Ck, berisik dek," ucap Naufal.
"Baby Alyssya: (menangis)" jawab Bilqis.
"Nangis babynya," ucap Ainun.
Setelah mendengar suara Bilqis, Beby Alyssya sangat paham bagaimana kondisi hati bundanya itu, tidak sedang baik-baik saja, maka dari itu ikut menangis.
"Sayang, auty yah mau elus pipi gemoy kamu sayang," jawab Bilqis pada sang putri.
"Hahaha. Maafin aunty yah sayang. Cup cup cuk," ketawa Ainun, lalu mencium kedua pipi baby Alyssya.
"Baby Alyssya (memegang baju Kaka Arkhan)"
"(tersenyum tipis lalu mengelus lembut pipi Alyssa)_ Jangan nangis, si kecil," Ucap Arkhan membuat Beby Alyssya diam.
"Baby Alyssya (tersenyum langsung diam)"
"Kak, hati-hati, itu Kak Azka, dia akan melaporkan Iqis pergi," ucap Bilqis panik.
Setelah melihat asisten pribadi Gus Al yang sedang menyetir mobil Gus Al itu, Bilqis sangat sedih ketika mengingat hal tadi.
"Gak papa. Kak Naufal ngebut naik mobilnya yah," jawab Ainun.
"Tapi Iqis takut kak, kalau Kak Azka bilang sama Mas Al," ucap Bilqis.
"Iya," ucap Naufal.
Bilqis ingin berbicara, tapi sayangnya di depan ada seseorang menghadang.
"Siapa kamu?" Tanya Ainun.
"Tolong menyingkir. Kami ingin lewat," sambung Ainun.
"Kakak coba kakak perhatikan itu ay--" ucapan Bilqis terhenti.
"Qis, dia siapa?" Tanya Ainun.
Bilqis enggan menjawab pertanyaan Ainun, memilih diam dan bilang seperti ini.
"Kaka putar arah," jawab Bilqis.
"Toh, dia udah ada disini. Ada baiknya kita minta kejelasan, Qis," ucap Ainun.
"(menggelengkan kepala)" Bilqis.
Bilqis yang ikut turun menghampiri Ainun yang sedang berbicara sama Azka, asisten pribadi Gus Al.
"Yaudah. Kalau gitu kamu mau pergi, Qis? Kalau mau, ayo masuk mobil sekarang," Ucap Ainun.
Sebelum Bilqis pergi, Gus Al sudah membawa Bilqis ke dalam pelukannya, agar ia tidak ingin kehilangan Bilqis. Tapi Gus Al enggan untuk mengakhiri keputusannya untuk memilih salah satunya.
"(menarik Bilqis ke dalam pelukannya) Sayang kamu mau kemana." Jawab Gus Al.
Bilqis sadar ketika merasa kehadiran Ning Aluna di antara mereka membuat suasana memanas saat ini.
"(memberontak, di dekapan Gus Al ketika mendengar suara Ning Aluna) Lepasin Iqis Mas," ucap Bilqis.
"(menatap tajam suaminya. Beralih ke Aluna) Oh, kamu bawa dia Mas," sambung Bilqis.
Gus Al sangat kaget ketika mendengar suara Bilqis begitu dingin dan tegas. Gus Al merasa bersalah pada Bilqis dan putrinya.
"Kamu mau bawa kemana putriku dan istriku?" jawab Gus Al.
"Bawa pergi (mendengus dingin)," jawab Ainun.
Gus Al sangat marah, melihat Ainun membawa pergi begitu saja Bilqis.
"Kamu punya hak apa bawa istriku?" ucap Gus Al.
"Kamu punya hak apa nanya ini setelah kamu buat Iqis nangis!" Jawab Ainun menatap tajam Gus Al.
"Maksud kamu apa?" jawab Gus Al.
"Heh. Tanya sama orang yang bernama Aluna itu," ucap Ainun.
"Ada masalah?" Tanya Ning Aluna.
Ainun, sangat muak mendengar ucapan Ning Aluna dan Gus Al, ingin sekali mencabut hijabnya atau rambutnya.
"Oh? Biang keladinya disini toh. Ya. Ada. Masalahnya lo ada dan nyakitin adek gw dengan itu." Ucap Ainun.
"Kenapa kamu gak terima?" jawab Ning Aluna.
"Heh? Tentu. Lagipula kamu siapa? Hanya Masa Lalu yang mencoba merusak rumah tangga orang lain," ucap Ainun.
"Bdah kak, kita pergi saja."
"Gus Al, saya menghormati anda. Tapi anda dengan segela hormat, telah menyakiti Iqis. Lagi." Ucap Ainun.
"Jangan ikut campur, kembalikan putri dan istriku," jawab Gus Al, nada emosi.
Ainun, semakin gak suka melihat sikap Gus Al seperti itu, ia menyamakan Bilqis dan putrinya sebagai barang yang siap kesini memarikan.
"(Mengepalkan tangan)_ Sialan. Iqis bukan barang yang bisa dikembalikan dan diambil! Kamu tanya dia, dia mau pergi ke kamu atau nggak!" Ucap Ainun.
"Iqis? Kamu gak papa? (Menatap Bilqis)," sambung Ainun.
Bilqis menggelengkan kepalanya, ia sudah tidak sanggup melihat mereka, atau sudah muak melihat drama mereka.
"Kakak, ayo pergi," jawab Bilqis.
"Ayo, Qis (menarik tangan Iqis)," ucap Ainun.
"Ayo kak," jawab Bilqis.
Bilqis maupun Ainun yang hendak melangkahkan kakinya terhenti mendengar ucapan Ning Aluna.
"Iya, dia memilih menemani aku dari pada kamu wanita murahan," Jawab Ning Aluna.
"JAGA MULUT MURAHAN LU, SIALAN," bentak Ainun emosi.
"Udah kak, ayo pergi," ucap Bilqis.
"Gus Al, kalau anda sayang Bilqis, selesaikan masa lalu anda dulu. Baru jemput dia di rumah saya. Ayo, Qis," ucap Ainun.
"Tapi aku gak bisa jauh dari istri dan putriku," jawab Gus Al.
"Heh. Kalau masa lalu anda tidak selesai, anda hanya akan menyakiti diri sendiri, Alyssa dan Iqis. Saya bawa Alyssa dan Iqis pergi untuk sementara. Jika masa lalu anda telah selesai, anda boleh datang memohon kembali pada Iqis. Itupun jika Iqis mau," Ucap Ainun.
Gus Al tidak menggubris ucapan Ainun, ia berjalan mendekati putrinya, tapi sayang malah menangis begitu Gus Al yang hendak ingin menggendong putrinya.
"Baby Alyssya (memegang jemari Arkhan begitu erat) menangis ketika Gus Al dekat."
"Udah kak, kita pergi saja," jawab Bilqis.
"Ayo, Qis (masuk ke dalam mobil)," ucap Ainun.
Ainun menarik Bilqis, dan mereka memasuki mobil diikuti Arkhan yang menggendong Alyssa dan Naufal yang mengikuti di belakang.
"Ayo kak (maafkan Iqis Mas, Iqis harus pergi dari Mas Al. Semoga bahagia bersama pilihan kamu dan orang tuamu)," Jawab Bilqis.
Ainun, Iqis, Arkhan dan Naufal memasuki mobil dan pergi dari hadapan Gus Al yang mematung dan Aluna yang tersenyum.
Mobil putih meninggalkan tempat tersebut. Di dalam mobil, Iqis menangis dan Ainun dengan sabar membujuk dan memeluknya.
"Kakak kenapa aku merasakan sakit hati, lagi setelah lama saya kubur. Kenapa dia kembali lagi kak, Iqis bingung harus bagaimana?" ucap Bilqis.
"Sabar, Qis. Ini ujian buat kamu. Kita pulang ke rumah kakak yah? Istirahat. Besok kita bicarakan. Kak Naufal, kebut yah," jawab Ainun.
Ainun sangat paham betul bagaimana perasaan Bilqis saat ini. Ia harus menanggung tanggung jawab ini di usia masih muda.
"Iya dek. Siap," ucap Naufal.
"Jangan terlalu cepat, Fal. Ada anak kecil," Jawab Arkhan.
"Iya bang," ucap Naufal.
"Iya kak, kita pulang, Iqis capek nangis terus," jawab Bilqis.
"Kak jangan ngebut, Iqis takut," sambung Bilqis.
"Iya, Qis. Udah jangan nangis lagi," ucap Ainun.
"Iqis cengeng yah kakak," jawab Bilqis.
"Nggak kok, Qis," ucap Ainun.
Kakak Naufal yang sedari tadi hanya diam diri sekarang ikutan nimbrung bersama ketiganya.
"Iya dek. Kamu gak cengeng kok. Adek kakak si Ainun tuh lebih cengeng. Apalagi pas masa datang bulan. Beuhhh, cengeng banget. Mana rewel kayak anak kecil lagi." Jawab Naufal.
"Ainun (tersenyum kesal lalu menabok kepala Naufal dari belakang) Diam, Kak Naufal. Fokus nyetir noh," ucap Ainun.
Bilqis hanya tersenyum melihat kelakuan adik kakak di hadapannya.
"Kak Naufal jangan ngebut," ucap Ainun.
"Ck. Iya iya," Jawab Naufal.
"Kakak Arkhan maaf baby Alyssya merepotkan kakak," ucap Bilqis.
"(tersenyum kecil dan mencoba menidurkan Alyssa)_ Tidak apa-apa. Lagipula, saya suka anak-anak. Tidak merepotkan," Jawab Arkhan.
"Tapi putriku bikin kamu repot, sini saja biar saya gendong. Saya bingung kenapa putri saya sangat nyaman bersama kak. Sama ayahnya tadi menangis belum juga digendong," Ucap Bilqis.
Bilqis merasa tidak enak saat putrinya merepotkan Arkhan, seperti ini enggan untuk jauh dari Arkhan, seperti ada ikatan. Batin padahal bukan ayah kandungnya tapi Beby Alyssya sangat nyaman berada di dekapan Arkhan.
"Bilqis (memperhatikan putrinya yang dekat dengan Arkhan, tersenyum di balik cadarnya) Sayang kamu jangan rewel, kasian om yah. Kamu harus bisa melupakan ayah kamu yah, Ayang," ucap Bilqis.
"Nggak perlu risau, Qis. Emang entah kenapa tuh semua anak-anak suka sama Kak Arkhan. Semua anak aku juga nempel ke dia. Paling hati Kak Arkhan udah berbunga-bunga sekarang. Dia bucin anak kecil soalnya," jawab Ainun.
Ainun terus menghibur Bilqis ketika melihat raut wajah Bilqis sedih setelah kejadian tadi.
"Bilqis (tersenyum canggung mendengar ucapan Kak Ainun dan Kak Naufal) Hmm, tapi ini kali pertama Baby Alyssya mau digendong orang baru kenal," Bilqis.
"Makanya itu dek. Anak-anak yang pernah ketemu Bang Arkhan langsung suka sama dia. Aneh tau. Padahal Bang Arkhan mukanya nggak ada ekspresi," jawab Naufal.
"Hehe, tapi lucu (upps Bilqis menutup mulutnya. Tidak seharusnya memuji pria lain yang bukan muhrimnya)," Ucap Bilqis.
Bilqis keceplosan bilang Arkhan lucu, selama ini ia tidak pernah berkata jujur pada pria bukan muhrimnya.
"Terima kasih (tetap fokus mengurus Alyssa)," jawab Arkhan.
"Sama sama kak," ucap Bilqis.
"Hahahaha. Bisa aja kamu, Qis," ucap Ainun.
Arkhan: (tersenyum tipis)
"Hahahaha. Duh, manis banget sih temen kamu dek. Pengen kakak suruh Ibu masukin ke KK kita supaya jadi bagian keluarga Assegaf deh," Jawab Naufal.
Biqlis merasa ada yang aneh di antara ketiganya ketika memandang satu per satu lalu menundukan kepala lagi.
"Hmm, ada yang salah ucapan Iqis yah," Ucap Bilqis.
"Kak Naufal gak usah repot-repot," sambung Bilqis.
"pfttt hahahaha, setuju-setuju," ucap Naufal.
Arkhan (mengabaikan kedua adiknya yang mengejeknya dan fokus menidurkan Alyssa)
"Tapi kak, Iqis suka nangis. Terutama ketika di bentak. Iqis cengeng setelah punya baby Alyssa," ucap Bilqis.
"Kamu gak cengeng, Qis. Kamu hanya punya hati yang lembut dan baik," ucap Ainun.
"Kakak, sini Beby Alyssya yah, mungkin kakak lelah," sambung Bilqis.
Gak biasanya Arkhan sangat perhatian sama wanita selain anggota keluarga ya.
"Tidak apa-apa. Saya saja. Kamu pasti lelah. Lebih baik istirahat," Jawab Arkhan.
"Tapi kak, Iqis gak mau merepotkan kalian. Biar saya saja," ucap Bilqis.
"Tidak merepotkan sama sekali. Seperti yang dikatakan adik saya, saya suka anak kecil. Jadi tidak apa-apa (tersenyum tipis sambil membantu membersihkan wajah Alyssa bekas menangis)," jawab Arkhan.
Bilqis tidak enak kalau harus tinggal lama-lama di rumah Kak Ainun, termasuk Bilqis tidak mempunyai ikatan halal.
"Baik, kak tapi kepada lain Iqis mau izin buat tinggal sama kalian hanya dua hari, Iqis akan pergi yah. Iqis mau pindah kak," Ucap Bilqis.
"Tidak perlu. Kamu bisa tinggal di rumah sebelah rumah Ainun. Rumah itu kosong. Besok saya akan minta rumah itu dibersihkan," Jawab Arkhan.
Entah bagaimana, Arkhan enggan untuk Bilqis pergi meninggalkan rumah karena ia sudah sayang pada Beby Alyssya.
"Tdak usah kak, Iqis akan pergi dari sini saja akan mengurusi perusahaan di negri orang." Bilqis.
Arkhan sangat kekeh untuk tidak mengizinkan Bilqis pergi dari rumah.
"Setidaknya untuk sementara waktu, tinggallah disana dulu. Setidaknya sebulan. Saya memohon ke kamu. Bukan hanya untuk diri kamu sendiri. Tapi untuk Ainun. Saya tidak mau adik saya khawatir berlebihan. Dia terlanjur sayang sama kamu. Dan saya juga masih ingin menghabiskan waktu dengan si kecil ini (mengelus kepala Alyssa). Bisa?" Tanya Arkhan.
"Tapi kak---" ucapan Bilqis terhenti ketika mendengar tangisan putrinya.
"Hmm, Kak Ainun bisa saja, jangan puji Iqis nanti hidung Iqis terbang," jawab Bilqis.
"Duh, gini nih kalau Kak Arkhan dikasih anak kecil," ucap Ainun.
"Dibiasakan yah dek Iqis. Anak kamu pasti nanti bakal diambil terus sama Bang Arkhan," Jawab Naufal.
"Sayang, kita harus pergi yah dari sini. Jangan susahkan om Arkhan lagi. Bunda gak mau kamu tergantung sama mereka," ucap Bilqis.
"Dek Iqis, kamu gak nyusahin kok. Kita-kita malah senang kamu ada. Artinya Ainun gak akan kesepian saat kami sibuk kerja," jawab Naufal.
"Bilqis: (menatap sebentar Naufal) Maaf kak, Ais bukan gak hargai kakak semua, tapi Iqis gak mau Mas Al berbuat teledor kepada kalian, terutama Kak Arkhan," ucap Bilqis.
"Ainun (berbisik ke Iqis) Paling Kak Arkhan terlanjur sayang sama Alyssa jadi gak mau pisah. Haha," jawab Ainun.
"Bilqis (menatap Arkhan dari kaca spion) kami akan pergi kak." Ucap Bilqis.
"Pfttt. Dek. Kamu jangan khawatir. Nggak ada yang bisa nyakitin Bang Arkhan. Dia pernah jadi jendral di ketentaraan. Dan selain itu, kami bukan keluarga biasa. Faktanya Bang Arkhan termasuk dalam salah satu 10 orang terkaya di dunia lho," jawab Naufal.
"Tapi kak, Iqis gak nyaman tinggal bersama kalian. (Ya Allah, nak kenapa kamu gak mau pisah sama Ka Arkhan)" ucap Bilqis.
"Kan Bang Arkhan udah bilang dek. Kamu tinggal di rumah sebelah Ainun. Hanya satu komunitas saja. Tapi tinggal dirumah kosong sebelah rumah Ainun," jawab Naufal.
"Tapi kak," ucap Bilqis.
"Saya mohon. Saya terlanjur sayang sama anak kamu. Izinkan saya bermain dengannya. Dan kamu bisa menenangkan diri dan memantapkan diri. Jangan ambil keputusan gegabah yang akan kamu sesali," jawab Arkhan.
"Maaf kak, saya harus pergi. Maaf kak Ainun Iqis harus pergi. Iqis udah kirim pesan ke pengacara almarhum ayah untuk mengurus surat cerai dan penerbangan saya," ucap Bilqis.
Bilqis hanya tersenyum mendengarkan ucapan Kak Naufal barusan.
"Sayang, jangan buat bunda serba salah. Kamu mau ikut bunda kan?" Tanya Bilqis.
Setelah itu, Bilqis memutuskan untuk tinggal bersama mereka, ia gak mau melihat putrinya menangis memisahkan putrinya dengan Arkhan.
"Sebulan. Saya mohon tinggal sebulan di komunitas keluarga kami. Untuk kebaikan kamu. Disana lebih aman. Penjaga keamanan di komunitas kami adalah mantan tentara. Jadi suami kamu tidak akan mudah masuk," ucap Arkhan.
"Jangan sebut dia suami Iqis lagi, Iqis gak mau denger nama dia lagi. (Maafin Iqis Mas Al, sebaiknya kita pisah saja) Tidak bisa kak," jawab Bilqis.
"Maaf. Tapi saya masih berharap kamu tinggal sebulan saja. Untuk menenangkan diri kamu. Setelah itu, saya bantu kamu pergi ke luar negeri." Ucap Arkhan.
"Maaf kak, Iqis gak bisa," jawab Bilqis.
"Kak Arkhan, Kak Naufal, Iqisnya jangan di paksa," ucap Ainun.
"Terimakasih kak udah mau nolong Iqis." Jawab Bilqis.
"Iqis, abaikan kakak-kakak aku. Kamu ambil keputusan apapun yang kamu inginkan oke?" Tanya Ainun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
SonstigesBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
