"Iya, Sayang. Mana mungkin Mas nyakiti kamu, Sayang. Ibu dari anakku ini," ucap Gus Al menatap sang istri yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Mas, janji tidak akan kasar lagi. Aku takut kejadian itu terulang kembali," jawab Ning Bilqis menangis.
"Sayang, sudah yah jangan nangis. Mas gak bisa lihat kamu bersedih," ucap Gus Al mengangkat dagu sang istri.
"Janji Mas gak akan pergi dari kami?" Tanya Ning Bilqis menangis.
"Sayang, Mas gak bisa janji. Mas harap ada anugrah buat kesembuhan Mas Sayang. Udah ya, jangan nangis terus nanti matanya gak cantik lagi loh. Mau Mas cari yang baru?" ucap Gus Al membawa sang istri ke dalam pelukannya.
Bilqis mendengar ucapan suaminya, ia menggigit lengan sang suami sangat kencang sekali.
"Awas saja kalau Mas berani cari yang baru. Aku suruh Mas tidur di luar kamar," jawab Ning Bilqis cemberut di dekapan suaminya.
"Awww...ahhh... Sakit Sayang. Kenapa digigit sih? Lihat ini merah loh," tunjuk lengannya pada sang istri.
"Syukurin. Siapa suruh berani mengganggu istrinya," jawab Ning Bilqis semakin cemberut, membuat Gus Al gemes lihat bumil satu ini.
"Siapa mau cari istri lagi, Sayang? Satu saja susah untuk dibujuk, apalagi punya dua, Sayang," ucap Gus Al mencium bibir mungil singkat sang istri.
Cuppp!!!
Satu kecupan singkat Gus Al berikan, membuat yang punya bibir merajut.
"Maaaasssss," teriakan Ning Bilqis.
"Apa Sayangku, mau lagi?" ucap genit Gus Al membuat sang istri mengejarnya.
"Mas, berhenti jangan berlari," jawab Ning Bilqis.
"Aaaahhh....aaawwww..aahhh sakit Mas. Perut Iqis," sambung Ning Bilqis menyentuh perutnya.
"Sayang kamu kenapa?" ucap Gus Al panik saat melihat istrinya kesakitan.
"Sakit Mas. Ini sakit sekali," jawab Ning Bilqis mengerjai suaminya.
Ning Bilqis langsung memegang lengan suaminya yang sedang memeluk dari samping. "Nah dapet kan Mas? Jangan nakal ih."
"Sayang, kamu yah udah berani ngerjain suami kamu, Hmm," ucap Gus Al tersenyum ramah.
"Mas yang mulai," jawab Gus Al semakin cemberut.
"Hmm, maafin Mas yah Sayangku. Udah gak boleh marah-marah, hmm, atau cemberut atau mau Mas cium lagi ini?" sambung Gus Al lagi.
Cupp!!
Kecupan lembut diberikan Gus Al. Membuat seisi kamar terasa panas yang tadinya dingin oleh AC, sekarang berubah semakin panas oleh ibadah panjang mereka berdua.
Di kamar sebelah, sepasang halal satu ini sama seperti yang dilakukan pasangan Gus Al sama Ning Bilqis. Pasangan yang baru jatuh cinta, mereka mulai dengan Gus Alzam mencium kening sang istri. Ini kedua kalinya ia melakukan, terus turun ke kedua mata sang istri. Terus turun ke hidung mancung di balik cadar milik Ning Naura, terus ke kedua pipi dan terakhir ke bibir di balik cadarnya.
"Sayang, boleh saya buka cadar dan hijab kamu Sayangku?" ucap Gus Alzam meminta izin untuk membuka cadarnya dan juga melihat wajah cantik yang selama ini dijaga sama gadis kecil istri Gus Alzam.
Ning Naura menganggukan kepalanya, agar Gus Alzam membuka cadarnya dan hijabnya. Dia gak mungkin menolak keinginan sang suami. Meskipun belum ada rasa cinta di hati Gus Alzam, ia melakukan sebagai seorang suami istri. Sedangkan Ning Naura juga melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang seharusnya dilakukan pada gan suami istri seperti yang lain.
"Gus, boleh membukanya, saya ridho Gus melihat seluruh tubuh saya. Karena kita adalah sepasang suami istri. Saya akan melakukan apa yang seharusnya seorang istri melayani suami ya melakukan tugasnya sebagai seorang istri," jawab Ning Naura menundukan kepalanya.
"Terimakasih Sayang. Saya berjanji akan belajar mencintai kamu Sayang. Saya mau kamu milik saya seutuhnya. Izinkan saya melakukan malam pertama sama kamu Sayang. Apa boleh?" Tanya Gus Alzam menatap sang istri.
"Insyaallah, Naura izinkan Abang melakukan malam pertama kita. Izinkan Naura berbakti kepada Abang. Meskipun Abang belum bisa mencintai Naura, Naura akan selalu mencintai Abang sampai kapan pun. Naura gak meminta apapun dari Abang, hanya saja Naura ingin Abang berjanji jangan pernah ucapkan kata perpisahan meskipun kita diuji dalam rumah tangga kita," ucap Ning Naura tersenyum di balik cadarnya.
"Abang janji gak akan ada ucapan kata perpisahan diantara kita meskipun ada badai yang akan menguji kisah cinta kita Sayang," jawab Gus Alzam membawa sang istri ke dalam dekapannya.
Cupp!!!!
Kecupan pertama mendarat di bibir merah alami Ning Naura, mereka berdua baru pertama melakukan ciuman.
"Hmmmm, Abang lepas," ucap Ning Naura memukul dada bidang sang suami.
'Hmmmm, Sayang," jawab Gus Alzam ketika dia melepas ciumannya, lalu mengusap bibir sang istri.
"Boleh, Abang lakukan sekarang Sayang?" Tanya Gus Alzam.
Ning Naura hanya menganggukan kepalanya ketika sang suami memintanya. Ia gak mau dibilang istri durhaka ketika suaminya menginginkannya.
Setelah mendapatkan lampu hijau, Gus Alzam tidak menyia-nyiakan waktu untuk melakukan ibadah panjang agar mereka dianugerahi malaikat kecil.
Di sisi lain, Gus Al dan juga Ning Bilqis melakukan ibadah indah. Gus Al melakukan beberapa kali, menanam benih cinta supaya nanti tumbuh lagi setelah melahirkan anak pertamanya. Gus Al akan membuat anak lagi nantinya.
Setelah melakukan ibadah indah bersama istri masing-masing, mereka lalu membawa sang istri ke kamar mandi. Setelah mandi, mereka bisa tidur sebelum azan subuh berkumandang.
"Sayang, terimakasih yah. Kamu udah melawan rasa trauma kamu kepada suamimu ini," ucap Gus Al mencium puncak kepala Ning Bilqis.
"Iya Mas. Semoga rasa trauma yang aku alami segera hilang ya Mas. Doakan aku agar aku bisa nemenin Mas yah sampai nanti," jawab Ning Bilqis tersenyum.
"Iya Sayang, Mas akan selalu mendoakan kamu selalu Sayang," ucap Gus Al menatap wajah cantik sang istri. Ia tidak bisa membayangkan ketika ia kehilangan sosok Bilqis sebagai penyemangat hidupnya.
Ning Bilqis adalah obat bagi Gus Al untuk sembuh, ditambah malaikat kecil yang sedang tumbuh di rahim Ning Bilqis. Saat ini, Gus Al akan berusaha untuk sembuh. Gus Al sudah membayangkan bahagianya ia bersama keluarga kecilnya. Bagaimana tidak bahagia mempunyai istri paket komplit seperti istrinya.
"Mas, udah dong. Jangan pandang aku seperti ini, malu tau," protes Ning Bilqis ketika menyadari sang suami memandang wajah cantiknya.
"Kenapa malu Sayang, kan Mas udah tau semuanya? Mas sangat bersyukur mempunyai istri paket komplit seperti kamu Sayang," ucap Gus Al tersenyum.
"Aku juga sangat bahagia mempunya suami paket komplit seperti Mas Al. Terimakasih Mas Al masih mau berjuang untuk kami," jawab Ning Bilqis tersenyum.
"Sama-sama Sayang, terimakasih juga kamu masih berjuang setelah tau kalau Mas sakit, kamu masih ada," ucap Gus Al.
Mereka kemudian tertidur dengan nyaman di dalam pelukan masing-masing. Mereka merasa sangat bahagia karena mereka saling mencintai dan menjalankan kehidupan bersama dengan penuh cinta dan kebahagiaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
DiversosBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
