Bilqis berlari ke arah Husna. Bilqis bingung kenapa sikap istri kakak Yusuf sangat berubah total setelah kejadian beberapa bulan lalu. Bilqis merasa ada hal yang aneh dengan sikap Husna.
"Kak Nana, tunggu Iqis," teriak Bilqis mengejar Husna yang sudah meninggalkan ruang inap Gus Al.
Orang yang dipanggil berhenti ketika namanya dipanggil oleh Bilqis. Ia menoleh ke arah belakang. Benar saja, Bilqis mengejarnya sampai keceplosan berlari.
"Dek, kenapa kamu lari-lari seperti ini? Ada apa?" Tanya Husna menatap sang adik sepupu suaminya.
"Ada juga Iqis yang tanya. Kenapa sikap Kakak sangat berubah? Kenapa Kakak bilang begitu di hadapan Kakak Rara?" Ucap Bilqis. Ia sama menghormati Rara sebagai kakak iparnya meskipun mereka umurnya sama.
"Dek, apa yang kamu katakan Kakak gak paham? Kenapa kamu bilang seperti itu!! Apa kamu juga mau membela Rara hah?" Bentak Husna kepada Bilqis untuk pertama kalinya.
Bilqis hanya tersenyum di balik cadarnya. "Oke. Bilqis tau sekarang kenapa bisa bersikap ini. Kakak jangan lupa ya Kak. Disini hanya sebagai istri Kakak Yusuf sekarang!! Aku tau bagaimana Kakak memohon ke orang tua Kakak ataupun orang tua Kakak Yusuf agar bisa Kakak nikah sama Kak Yusuf. Sebenarnya Kakak tau orang yang Kakak Yusuf cintai selama ini adalah Nara atau sering dipanggil Rara, yang sekarang menjadi madu Kakak Husna," ucap Bilqis.
Husna yang syok mendengar apa yang diucapkan oleh Bilqis itu benar. Ia bertanya-tanya dari siapa dia tau tentang itu.
"Kenapa Kakak kaya panik begitu? Apa itu benar kan. Kakak Husna tau siapa cinta pertama Kakak Yusuf selama ini!! Kakak takut kalau posisi Kakak di ambil oleh Rara Kak. Tapi sayang semuanya udah terjadi," sambung Bilqis kembali tersenyum.
"Dari mana kamu tau itu semua Dek? Apa Mas Yusuf memberitahu kamu Dek ini semua?" Tanya kembali Husna.
"Aku tidak pernah memberi tahu tentang kita kepada adikku," ucap Gus Yusuf menatap tidak suka ke pada Husna.
"Terus Iqis tau dari siapa?" Jawab Husna gemeteran.
"Kakak Nana gak perlu tau aku tau dari siapa," ucap Bilqis berlalu di hadapan kedua pasangan itu.
Husna terdiam. Ia merasa sangat terkejut. Ia tidak menyangka kalau Bilqis tahu tentang semua ini.
"Dek, kamu dari mana tau semua ini?" Tanya Husna dengan suara bergetar.
"Kakak gak usah tau. Iqis hanya ingin mengatakan, Kakak harus kuat ya. Dan jangan lupa, Kakak harus selalu sabar menghadapi semua ini," jawab Bilqis sambil tersenyum.
Husna hanya bisa terdiam. Ia merasa sangat bingung. Ia tidak tau harus berkata apa lagi.
"Bilqis, kamu dari mana tau semua ini? Apa Mas Yusuf memberitahu kamu?" Tanya Husna dengan suara bergetar.
"Aku tidak pernah memberi tahu tentang kita kepada adikku," jawab Gus Yusuf menatap tidak suka ke pada Husna.
"Terus Iqis tau dari siapa?" Jawab Husna gemeteran.
"Kakak Nana gak perlu tau aku tau dari siapa," ucap Bilqis berlalu di hadapan kedua pasangan itu.
Husna terdiam. Ia merasa sangat terkejut. Ia tidak menyangka kalau Bilqis tahu tentang semua ini.
"Dek, kamu dari mana tau semua ini?" Tanya Husna dengan suara bergetar.
"Kakak gak usah tau. Iqis hanya ingin mengatakan, Kakak harus kuat ya. Dan jangan lupa, Kakak harus selalu sabar menghadapi semua ini," jawab Bilqis sambil tersenyum.
Husna hanya bisa terdiam. Ia merasa sangat bingung. Ia tidak tau harus berkata apa lagi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Seorang dokter masuk ke dalam ruangan pasien yang sedang di tempati oleh Gus Al. Dokter itu tersenyum melihat pasangan ini sangat bahagia.
Dokter itu berjalan ke arah pasangan halal itu. "Assamualaikum. Selamat malam, Gus Al, Ning Bilqis."
"Walaikumsallam Dokter," jawab keduanya.
"Bagaimana kondisi Anda Gus? Udah mendingan?" Tanya dokter itu.
"Alhamdulillah sudah Dokter," jawab Gus Al menatap sang istri yang menundukan kepalanya.
"Baik, saya akan periksa Anda Gus Al, biar tau perkembangannya," ucap dokter tersebut.
"Ya," jawab Gus Al.
"Mas, gak boleh dingin," ucap Bilqis.
"Maaf Yang," jawab Gus Al.
"Iya, asal jangan diulangi lagi. Mas, kasihan dokternya takut nantinya kalau pasiennya dingin," ucap Bilqis lagi.
"Astaghfirullah Yang," jawab Gus Al.
"Soalnya jelek kalau bermuka datar," ucap Bilqis.
Dokter itu hanya bisa geleng melihat kelakuan pasangan halal ini. Gus Al itu sudah terkenal dengan ke dinginannya. Sekarang takut sama istrinya.
"Alhamdulillah, keadaan Gus Al membaik. Ini anugrah dari Allah. Semua sakit diangkat olehnya."
"Alhamdulillah ya Allah, telah mendengarkan setiap doa Iqis untuk kesembuhan suami Iqis," gumam Bilqis.
"Ini berkat istri Anda Gus Al. Setiap saat selalu mendoakan Anda agar cepat sembuh dan siuman," ucap Dokter.
"Ya Dok. Istri saya sholehah. Dia wanita yang saya cintai sebelum saya menikahi istri saya," jawab Gus Al.
"Iya Gus, Ning Bilqis sangat mencintai Anda. Ia tidak mau makan sebelum Anda sadar," ucap Dokter.
"Masyaallah, apa itu benar Sayang?" Tanya Gus Al.
"Ya Mas, Iqis gak makan sebelum Mas bangun," jawab Bilqis.
"Maafin Mas ya Sayang," ucap Gus Al.
Bilqis hanya tersenyum mendengar ucapan Gus Al. Ia merasa sangat bahagia karena Gus Al selalu ada di sisinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
RandomBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
