khawatiran Gus all

1.5K 50 0
                                        

Oke, lanjut ya!

Bab 56: Perlindungan Terhadap Cinta

Gelak tawa di dalam mobil karena rengekan Bilqis. Semua pada saling pandang saat melihat ada seseorang di luar sana yang mereka kenali.

"Abi, itu bukannya Kakak Faizar? Kok ada sini?" ucap Ning Bilqis.

"Iya, Nak, kamu benar itu Faizar. Kenapa ada disini? Dia benar-benar gak kapok ganggu kamu Nak," jawab Kyai Rahmat.

"Dia siapa, Abi? Kenapa natap adik ipar nakal?" ucap Gus Alif, tidak suka pada Faizar, kakak ipar Bilqis.

"Dia sempat mempunyai niat ingin ngelecehin adik ipar kamu," jawab Kyai Rahmat.

"Tenang aja Abi, ada Alif disini. Banyak teman kampus Alif di sini. Kita tinggal telpon mereka untuk datang kemari," Ucap Gus Alif.

"Tapi Iqis takut Gus, dia macam-macam sama Iqis," jawab Bilqis memeluk tubuh Ustadzah Aisyah.

"Iqis, kamu tenang yah. Disini ada kami yang akan melindungi kamu dari pak Faizar!! Kamu tenang disini yah," ucap Ustadzah Aisyah membalas pelukan santriwati kesayanganya itu.

"Begini saja, kita kembali ke hotel. Jangan makan di sini," jawab Kyai Rahmat pada putranya.

"Baik, Abi. Kita putar arah saja. Alif tau tempat makan yang enak dan aman," ucap Gus Alif.

Gus Alif membawa keluarganya ke restoran milik sahabatnya ketika ia masih kuliah di sini. Mereka menempuh jarak sekitar tiga puluh menit saja dari tempat tadi.

Setelah sampai, mereka segera mencari parkir. Gus Alif segera menghubungi sahabatnya itu. Untung saja sahabatnya sedang ada di restoran miliknya. Gus Alif langsung mengajak keluarganya dan dia berkata kepada pegawai restoran ini.

"Kalau ada pria ini, jangan berikan dia masuk ke sini. Dia pria berbahaya. Mengincar adik iparku," ucap Gus Alif menatap pegawai sahabatnya.

"Baik tuan, saya akan melarang pria itu untuk masuk ke sini,"

"Bagus kalau begitu, saya masuk dulu," ucap Gus Alif pada pagawai itu.

"Ayo Abi, Iqis sayang. Kita masuk ke dalam," sambung Gus Alif mengajak keluarganya.

"Ayo Nak, kita masuk ke dalam," Jawab Kyai Rahmat pada anak dan menantunya.

"Iya Abi," ucap Bilqis menggandeng tangan Ustadzah cantik.

"Iya, Gus. Kyai mari," jawab Ustadzah Aisyah.

Gus Alif dan juga keluarganya berjalan ke arah sahabat Gus Alif yang sedang duduk meja istimewah untuk sahabatnya itu.

"Assalamualaikum, Yusuf," salam anggota keluarga Gus Alif.

"Walaikumsallam, Alif. Gue kangen sama Lo," jawab Yusuf memeluk Gus Alif.

"Gue juga kangen sama Lo Yusuf," ucap Gus Alif membalas pelukan sahabatnya itu.

"Loe kesini ada acara apa? Udah lama gak ketemu sama Lo, Alzam dan Al," jawab Yusuf pada Gus Alif.

"Kabar adik gue baik. Disini juga ada istri Gus Al," ucap Gus Alif.

"Wah, benar? Yang mana istri Gus Al? Salam kenal sama istri Gus Al," Jawab Yusuf sekilas menatap kedua perempuan yang ada di depannya.

"Ini, namanya Ning Bilqis istri Gus Al," ucap Gus Alif.

"Yang ini istri gue. Namanya Aisyah," sambung Gus Alif.

"Oh, ini yang namanya Ning Bilqis yang membuat s Al tergila-gila sampai sekarang," Jawab Yusuf.

"Iya, saya Bilqis, Kak," ucap Bilqis menundukan kepalanya.

"Oh, ini istri Lo? Yang waktu itu mana?" Tanya Yusuf.

"Gue udah cerai Sama dia. Dan dia tega menyimpan anak gue di depan jendela kamar Gus Al," ucap Gus Alif pada sahabatnya.

"Apa? Gila. Hah? Dia tega mebuang anaknya begitu saja," jawab Yusuf menggeleng-geleng kepala saat mendengarkan curhatan sahabatnya.

🍀🍀🍀🍀🍀

Di perusahaan Gus Al. Baru saja selesai tanda tangan berkas-berkas penting. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, di sana sang kakak masuk membawa gadis yang tadi pagi dinikahi secara mendadak.

Ceklek....

Suara pintu terbuka, disana ada pria tampan dan gadis cantik masuk kedalam ruangan Gus Al.

"Assalamualaikum, Al. Kamu sibuk?" salam Gus Alzam.

"Walaikumsallam, Kakak. Silakan duduk," jawab Gus Al pada sang kakak.

"Ada apa Kakak, keliatan serius banget sih?" sambung Gus Al lagi.

"Begini Al, Kakak mau memberitahu bahwa ini istri kedua Kakak," ucap Gus Alzam pada Gus Al.

Gus Al terdiam mendengarkan apa yang diucapkan sang kakak atas penjelasannya.

"Dia lagi hamil Kakak. Tapi tunggu dulu, ini mahasiswa yang pindah itu kan?" Tanya Gus Al pada sang kakak.

"Iya, Prof. Saya Nura. Yang waktu itu pindah ke Mesir melanjutkan kuliah di sana," jawab Nura pada Gus Al.

"Baik, Nura. Kamu udah lama pulang ke Indonesia? Selamat disana banyak kamu mahasiswa terbaik dari Indonesia," ucap Gus Al bangga sama mahasiswa yang dulu pernah ia ikut kelasnya.

"Iya, terimakasih Prof. Selamat atas pernikahannya dan sebentar lagi akan menjadi seorang Abi," jawab Nura.

"Kakak, bagaimana kalian menjelaskan pada Ummi dan Kakak ipar nanti?" ucap Gus Al pada kakaknya.

"Kakak udah siap mendapatkan amarah Ummi maupun Ning Naura. All, Kakak harus bertanggung jawab ini semua," jawab Gus Alzam.

"All, doakan semoga Ummi dan juga Ning Naura bisa memaafkan dan menerima pernikahan kalian," ucap Gus Al pada sang kakak.

"Sebentar Kakak, Istri Al nelpon Al," sambung Gus Al.

"Iya, Dek. Silakan," jawab Gus Alzam.

"Assalamualaikum, Mas. Iqis takut tadi ketemu kakak ipar disini," salam Bilqis.

"Walaikumsallam. Apa Sayang, kurang ajar si Faizar belum kapok dia dengan acaman Mas," jawab Gus Al geram pada kakak iparnya.

"Bentar Sayang, Kakak telepon teman Kakak yang ada di sana," sambung Gus Al lagi.

"Iya Mas, Iqis takut keluar sekarang," ucap Bilqis menangis.

Setelah mendapatkan kabar dari sang istri, sekarang kakak iparnya ada di sana. Gus Al mulai gak tenang kalau si brengsek ada di sana. Gus Al akan mengambil alih semua rekan kerja Faizar dan mengerahkan anak buahnya untuk melindungi sang istri selama ada di Madinah Mesir.

"Ada apa Al? Kenapa kamu panik?" ucap Gus Alzam pada sang adik.

"Ini Kakak. Tau si Faizar sudah menyusul Bilqis ke Madinah. Alasan kepada kakaknya Bilqis untuk bertemu dengan rekan bisnis ya, tapi dia berbohong," jawab Gus Al.

"Kurang ajar sekali dia!! Berani sekali dia pada adik ipar," ucap Gus Alzam.

"Aku juga tidak mengerti Kakak, mau dia apa!! Al udah telepon anak buah Al suruh melindungi istri Al," jawab Gus Al pada sang kakak.

"Itu harus! Jangan biarkan dia seenaknya saja pada istrimu," ucap Gus Alzam.

"Iqis, bisa denger Kakak," sambung Gus Al pada adik iparnya.

"Iya Kakak, ada apa?" jawab Bilqis di sebrang sana.

"Kamu dulu saya diajarkan --" ucapan Gus Alzam langsung diputus oleh Bilqis.

"Ya Kakak, Iqis paham. Nanti Iqis coba," jawab Bilqis langsung.

"Harus itu, kamu coba pada pria brengsek,"

"Siap Kakak ipar,"

Gus Al kemudian mengakhiri panggilan dengan Bilqis. Ia merasa sangat khawatir dengan keselamatan istrinya. Ia bertekad untuk segera menyusul Bilqis ke Madinah dan melindungi istrinya dari kejaran pria brengsek itu.

"Kakak, aku akan menyusul Bilqis ke Madinah. Aku harus melindunginya dari pria brengsek itu," ucap Gus Al dengan nada tegas.

"Baiklah, Al. Jaga dirimu di sana. Beri tahu Kakak kalau ada sesuatu," jawab Gus Alzam.

Gus Al kemudian berpamitan dengan sang kakak dan langsung bergegas ke bandara. Ia harus segera menemui istrinya dan melindunginya dari bahaya.



Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang