Dini hari, semua santriwati maupun santri. Mereka melaksanakan sholat tahajud di jam 01.30 WIB. Mereka mengambil air wudhu dan pergi ke kamar masing-masing, ada juga yang pergi berjemaah di mesjid. Setiap hari mereka semua melaksanakan sholat tahajud bersama, ada seorang gadis kecil yang ikut juga ia sangat sakit di seluruh tubuhnya akibat sudah digauli oleh Gus Al.
'Ya Allah sangat sakit ini, aku takut ya Allah itu terjadi bagaimana? Kalau ketakutan ku terjadi begitu saja. Apa yang harus Iqis katakan kepada kakak dan om dan Tante, Iqis sangat bingung harus menjelaskan apa yang telah terjadi kepada Iqis. Ya Allah beri petunjuk kepada hambamu ini ya allah.' doa dalam hati.
Bilqis yang selalu sering melamun setelah selesai sholat tahajud. Dia selalu menatap kosong ke depan Dimana ia selalu terngiang-ngiang kejadian malam itu. Sahabatnya, Bunga, menepuk pundak sahabatnya.
"Iqis, kenapa melamun Hmm," ucap Bunga yang menekan pundak Bilqis.
"Aaaa...aahhh sakit Bunga jangan di sentuh," jawab Bilqis mengiris kesakitan.
"Maaf... Iqis aku, gak tau kalau pundak kamu sakit!!! Kenapa emang?" Tanya Bunga menatap wajah di balik cadar Bilqis.
"Sakit... Bunga... Ini sakit semua," jawab Bilqis menangis.
"Iqis... Kamu kenapa? Mana yang sakit? Cerita sama aku Iqis," ucap Bunga menangis ketika sahabatnya bersedih.
Bilqis menggelengkan kepalanya. Ia malu kalau bercerita kepada sahabatnya.
"Kita dengerin ustadz yang lagi ceramah saja, bagaimana?"
"Oke, kita dengerin pak ustadz yang di depan."
Akan tetapi tatapan Bilqis bertemu tatapan Gus Al yang teduh itu. Bukan Ustadz yang akan ceramah melainkan Gus Al.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Gus Al.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh," jawab para santriwati dan santri.
"PESAN RASULULLAH KE FATIMAH"
Rasulullah tidak pernah tidur sebelum mencium Fatimah, putrinya. Pernah suatu ketika ditegur dan ditanya salah satu istrinya, kenapa engkau selalu mencium Fatimah? Rasulullah menjawab, 'setiap aku rindu surga aku mendapatkan semerbak bau harum surga pada diri Fatimah'.
Suatu hari Siti Fatimah sudah masuk di kamarnya, sudah di dalam selimutnya, mau tidur. Rasulullah mengetuk pintu kamarnya, kemudian Rasulullah masuk dan Siti Fatimah bangun, kata Rasulullah 'jangan, tetaplah kamu di tempat tidurmu'.
Kemudian beliau bersabda 'putriku Fatimah, kamu jangan tidur sebelum mengkhatamkan Al-Quran. Kamu jangan tidur sebelum menjadikan seluruh nabi memberikan syafaat untukmu. Kamu jangan tidur sebelum merelakan atau memberi kerelaan kepada seluruh kaum mukminin-mukminat di dunia ini. Dan terakhir wahai putriku Fatimah jangan kamu tidur sebelum kamu Umrah dan Haji'.
Permintaan yang sulit semua. Sebelum tidur khatam Al-Quran. Sebelum tidur menjadikan seluruh Nabi memberikan syafaat. Sebelum tidur merelakan kaum mukminin-mukminat. Sebelum tidur Umrah dan Haji.
Siti Fatimah terkejut mendapatkan perintah ini. Sebelum sempat Fatimah berkata, Rasulullah shalat dua rakaat di kamar Siti Fatimah. Siti Fatimah duduk menanti selesai shalat ayahnya untuk menanyakan tentang perintah tadi.
Setelah Rasulullah salam, Siti Fatimah berkata, 'Ayahku, siapa yang mampu sebelum tidur khatam Al-Quran, menjadikan para Nabi memberi syafaat, merelakan seluruh kaum mukminin-mukminat, dan melaksanakan Umrah dan Haji?'
Rasulullah tersenyum kemudian beliau bersabda, 'Bukan begitu putriku, bukankah engkau kalau membaca Qulhuwallahu Ahad (Surah Al-Ikhlas) sebanyak 3x dihitung seperti khatam Al-Quran. Kedua, bershalawatlah kepadaku dan seluruh para nabi, nanti kami semua siap memberi syafaat. Ketiga, doakan kaum mukminin-mukminat; Astaghfirullah lil mukminina wal mukminat, supaya semua kaum mukminin-mukminat rela kepadamu. Ke empat, Umrah dan Haji yang kumaksud ialah membaca;
Subhanallah, walhamdulillah, wa Laa Ilaha Illallah, wa Allahu Akbar, maka pahalanya seperti kamu melakukan Umrah dan Haji'.
Jadi inilah amalan yang diajarkan Rasulullah kepada putrinya Fatimah. Dan mari kita amalkan dan ajarkan kepada anak-anak kita:
1. Membaca Qulhuwallahu Ahad (Al-Ikhlas) 3x.
2. Shalawat kepada para Nabi (Allahumma Shalli ala Muhammad wa Ali Muhammad wa Alal Anbiya-i wal Mursalin).
3. Mendoakan kaum Muslimin (Astaghfirullah lil mukminina wal mukminat).
4. Kemudian membaca (Subhanallah, wa-Alhamdulillah wa Laa ilaa ha Illallah wa-Allahu Akbar).
"Bagaimana kalian paham kan apa yang saya terangkan," ucap Gus Al.
"Paham Gus," jawab semua santri dan santriwati.
"Baik, kalau ada yang tidak paham silakan kalian tanyakan ke pada saya." Ucap Gus Al beralih menatap Bilqis dengan tatapan kosong.
"Bilqis, kenapa kamu, menatap kosong?" sambung Gus Al lagi.
Sedangkan, yang ditanya tetap dengan pandangan kosongnya itu. Bunga yang menyadari itu langsung mengusap punggung tangan Bilqis.
"Iqis, di tanya sama Gus Al," ucap Bunga yang masih saja mengusap punggung tangan Bilqis.
Bilqis tersadar ketika tangannya ada uang mengusap. " I-iya Bunga ada apa?" Tanya Bilqis.
"Dari tadi Gus Al, bertanya kamu kenapa," jawab Bunga tersenyum.
Bilqis beralih menatap ke depan Dimana disana ada Gus Al yang masih setia menunggu jawaban Bilqis. Bilqis yang bertatap mata langsung dengan Gus Al. Ia langsung membuang muka.
"Iqis tidak apa-apa kok Gus," ucap Bilqis yang masih memalingkan wajahnya.
"Kenapa kamu memalingkan wajah kamu kalau baik-baik saja?" Tanya Gus Al.
Bilqis memilih diem, tanpa satu kata pun untuk menjawab pertanyaan dari Gus Al, yang akan tetapi ia teringat kejadian itu. Bilqis ingin mengatakan itu kepada Gus Al tapi ia merasa sakit kalau teringat nya.
"Ya Allah kuatkan lah hati ini. Agar bisa menjadi wanita kuat. Setelah kejadian itu, yang tidak bisa aku lupakan ini sangat menyakitkan aku sangat trauma ketika melihat wajahnya selalu mengingat kejadian itu. Dia begitu kasar melakukannya." Ucap dalam hati.
"Iqis, kamu beneran baik-baik saja kan? Gak ada yang kamu sembunyikan dariku kan?" Tanya Bunga melihat perubahan sahabatnya itu.
"Aku, baik-baik saja Bunga!! Gak usah khawatirkan aku. Aku hanya capek saja," ucap Bilqis menahan tangisan.
'aku yakin kamu tidak baik-baik saja Iqis, dari sorotan mata kamu membuktikan kamu sangat takut. Ketika mendengar nama Gus Al. Putra Kyai disini. Apa yang sebenernya terjadi?? Aku merasa ada yang telah terjadi kepada kamu. Tapi apa? Aku bingung," ucap dalam hati Bunga.
"Alhamdulillah kalau kamu baik-baik saja Iqis. Bagaimana kita sekarang ke kamar asrama saja. Soalnya sudah selesai," jawab Bunga menuntun Bilqis.
"Iya, ayo Bunga. Aku takut," ucap Bilqis ketakutan.
"Kamu, kenapa Iqis? Takut. Takut sama siapa ?? Coba kasih tau aku," jawab Bunga yang sudah di luar mesjid.
"A-aku takut, sama d-dia Bunga," ucap Bilqis yang tidak melanjutkan ucapannya.
"D-dia siapa Iqis? Jangan buat aku bingung," jawab Bunga menatap sahabat.
Bilqis tidak menjawab pertanyaan dari Bunga. Ia berlari meninggalkan Bunga begitu saja!! Ia menangis ketika melihat Gus Al.
"Iqis kamu kenapa," ucap Bunga berlari mengejar Bilqis yang lari begitu saja.
Gus Al juga mau pulang bersama kedua orang tuanya. Tapi ia berniat mau ngambil sesuatu ke kantor dan asrama putri hampir dekat. Gus Al yang memainkan ponselnya tidak melihat ada Bilqis yang berlari ke arah asrama santriwati dimana disana ada juga Gus Al yang lewat sehingga mereka bertabrakan.
Bruuukkkk...
"Astaghfirullah," ucap keduanya.
Bilqis yang menyadari siapa yang di tabrak membuat, ia ketakutan sama ia menangis dan racau.
"J-jangan Gus jangan lakukan ini lagi, ini sangat sakit," racaunya Bilqis ketika mengingat kejadian itu.
"Ahhk... Ini sakit..kenapa Gus tega melakukan ini kepadaku," Bilqis menangis ketika ia teringat kejadian itu ketika melihat wajah tampan Gus Al.
Gus Al terdiam ketika mendengar racauan Bilqis yang barusan, dia selalu mengingat apa yang telah terjadi kepada dirinya maupun Bilqis.
"Apa maksud kamu, Bilqis? Kenapa kamu sangat ketakutan? Apa aku telah melakukan salah kepadamu, Bilqis?" ucap Gus Al.
"Kenapa Gus All!! Melakukan itu kepada Iqis. Kenapa Gus All sangat tega?" jawab Bilqis.
"Apa yang kamu katakan, Bilqis? Saya gak paham?" Tanya Gus Al lagi.
"Gus Al jahat... Jahat," ucap Bilqis meninggalkan Gus Al yang masih memantung.
'Ya Allah, kenapa dia tega, gak mengakui apa yang telah terjadi kepadaku. Dia kaya tenang-tenang saja ketika mahkotaku diambil paksa. Kenapa dia melakukannya dengan kasar dan berkali-kali menanamkan benih itu?' ucap dalam hati Bilqis yang terus menangis.
Bunga yang mendengar itu, sangat kaget apa yang terjadi kepada sahabatnya itu karena ia telah menjadi korban dari Gus Al. Tapi apa alasan Gus Al melakukan ini kepada sahabatnya?? Itu yang membuat Bunga bertanya-tanya.
"Apa yang sebenarnya Bilqis takutkan?" ucap Bunga yang bingung.
"Aku takut," sambung Bunga itu yang selalu terngiang-ngiang di kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dihamili Anak Kyai
SonstigesBilqis seorang gadis remaja yang baru berumur 15 tahun yang dicintai oleh CEO muda sekaligus kakak iparnya.
