Kembaran Rara (Nara)

2.9K 82 0
                                        

Gus Al, bersama istrinya. Keluarganya sudah kembali ke pesantren.  Sedangkan Gus Alzam juga sudah kembali ke pesantren.  Mereka sudah mulai melakukan aktifitas rencana pernikahan Gus Alzam. Tapi sayangnya Gus Alzam kekeh ingin menikahi Rara, gadis remaja itu.

"Nak, kenapa kamu belum pergi ke majelis?  Katanya ada acara ceramah di sana.  Apa ada yang kamu pikirkan?" Ucap lembut Ummi Maryam menatap lembut sang putra pertamanya itu.

"Alzam gak papa Ummi. Apa boleh Ummi, Alzam minta sesuatu kepada Ummi dan juga Abi?" Jawab Gus Alzam menatap lembut sang ibu.

"Boleh nak, katakan apa itu?" Tanya Ummi Maryam.

"Alzam meminta kepada Ummi ataupun Abi, Alzam ingin menikahi wanita lain. Boleh Ummi?" Jawab Gus Alzam begitu serius.

Deggg......

"Tapi, nak..." Ucapan Ummi Maryam langsung dipotong oleh Gus Alzam.

"Aku tau Ummi gak akan mengabulkan permintaan aku. Aku berangkat dulu. Assalamualaikum," salam Gus Alzam berlalu dari hadapan sang Ummi.

Begitu hancur hati Gus Alzam. Di setiap keinginannya tidak akan dikabulkan.  Beda dengan Gus Al, ia selalu dituruti mau apa pun.  Sedangkan Gus Alzam tidak pernah dituruti oleh kedua orang tuanya.  Tapi ia juga begitu menyayangi Gus Al.

Setelah kepergian Gus Alzam dari rumah menuju kampung sebelah, dimana calon istri Gus Alzam juga menolak keinginannya untuk menikah dengan Gus Alzam. Tapi sayang, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.  Gadis remaja itu menangis.

Gadis itu memilih untuk mengikuti kajian atau ceramah di majelis terdekat.  Ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.  Nanti sore ia akan resmi menikah dengan salah satu putra kyai ternama.

Sedangkan Gus Alzam sudah tiba di kampung sebelah, dimana ia akan memberikan ceramah di sana. Tapi membuat daya tarik Gus Alzam di sebuah pemandangan, dimana ada gadis kecil menangis sambil memandangi alam sekitar.

Gadis kecil itu adalah bernama Naura Salsabila Azzahra.  Dia sebenarnya kembaran dari Rara, terpisah karena Naura diculik oleh salah satu ART di rumahnya dulu sebelum mereka lahir. Tapi sayang, mereka berdua tidak ada yang tau kalau Rara punya saudara kembar. Kecuali Nenek dan Kakeknya saja yang tau kalau Naura diculik oleh ART orang tuanya.

"Eh... Apa itu gadis nakal yang menolongku waktu kemarin?" Gumam Gus Alzam.

"Tapi, dia sangat polos, apa bukan gadis nakal?  Ah, kenapa dia sedih!! Apa ada yang menyakiti perasaannya? Apa aku harus ke sana?" Sambung Gus Alzam.

Gus Alzam mengirim pesan kepada asisten pribadinya untuk mencari tau tentang Rara dan keluarganya.  Sebelum membaca pesan balesan dari asisten pribadinya, ia terus memperhatikan gadis kecil itu.

"Naura!" Teriak gadis seusia Rara.

Deggg....

Gus Alzam bengong saat mendengar panggilan "Naura?" Bukan Rara atau Nara.  Gus Alzam sangat bingung mendengar nama dipanggil, tapi wajahnya sama.

"Apa Naura kan namanya?  Rara, gadis nakal itu. Apa mempunya saudara kembar," gumam Gus Alzam bingung sendiri.

Gadis itu menjawab teriakan sahabatnya.  "Ih.... Aisha, jangan teriak-teriak! Telingaku sakit," ucap Naura.

"Hehe... Maaf Naura cantik, Aisha gak tau kalau telinga sahabat aku yang cantik ini sakit.  Eh, kenapa kamu ada di sini?" Ucap Aisha menatap sahabatnya.

"Aisha, aku gak mau menikah sore ini.  Ibu dan ayah maksa aku harus menikah sama putra pertama Ummi Maryam.  Aku ingin merasakan hidup bebas kaya anak remaja lainnya," jawab Naura menundukan kepalanya.

"Astaghfirullah.  Apa ibu kamu akan menikahkan kamu sore ini?" Tanya Aisha begitu terkejut mendengar jawaban sahabatnya.

"Iya Sha.  Aku bingung udah bilang sama Ibu gak mau.  Tapi kamu tau kan dia selalu maksa aku.  Dia memberi pilihan mau menikah dengan putra Ummi Maryam atau menikah dengan juragan di sini sebagai istri ke-7 juragan itu.  Aku bingung Sha.  Harus bagaimana," jawab Naura menangis.

"Ya Allah, kasihan kamu Ra. Kamu harus memilih salah satu dari dua pilihan itu. Aku gak ridho kamu harus menjadi istri juraga Dirga. Kamu tau kan dia bagaimana sama wanita. Aku gak mau kamu jadi korban selanjutnya," ucap Aisha membawa sahabatnya kedalam pelukannya.

"Kalau aku memilih menikah dengan putra Ummi Maryam akan menikah sore ini. Kalau memilih menikah dengan juraga Dirga akan sekarang nikahnya. Sha, aku harus bagaimana?  Apa aku lari saja," jawab Naura menangis di pelukan sahabatnya itu.

"Menurut aku, ikuti kata hati kamu bagaimana Naura. Aku akan dukung kamu kok," ucap Aisha memeluk erat sahabatnya.

Deg...

Jantung Gus Alzam sangat sakit mendengar utaran hati Naura.  Gadis kecil itu tertekan oleh keadaan. Ia tidak mampu bagaimana raluhnya gadis kecil di hadapannya.  Apa ini alesan Ummi Maryam ngotot ingin Gus Alzam segera menikahi gadis kecil itu?

"Ya Allah apa ini alesan Ummi ngotot ingin menikahiku dengan pilihannya. Apa aku ikuti saja permintaan Ummi untuk menikahi Naura?" Gumam Gus Alzam.

Gus Alzam melangkah ke arah keduanya.  Tapi Aisha pamit untuk buang air kecil sebelum Gus Alzam menghampiri mereka.

"Assalamualaikum.  Kamu pasti Naura Salsabila Azzahra?" Salam Gus Alzam.

"Walaikumsalam. Iya. Maaf Gus, siapa? Kenapa tau nama lengkap saya?" Ucap Naura menundukan kepalanya.

"Perkenalkan nama saya Muhammad Alzam Azka. Putra. Saya putra pertama Ummi Maryam," jawab Gus Alzam.

"Oh, Gus Alzam. Kenapa Gus bisa ada di sini?" Ucap Naura.

"Karena saya ada kajian. Di tambah akan menikahi kamu.  Apa kamu akan menerima lamaran sekaligus pernikahan dari saya?" Jawab Gus Alzam tersenyum tipis.

Naura begitu kaget.  Pria di hadapannya adalah calon suaminya. Naura tidak sengaja menganggukan kepalanya.

Gus Alzam hanya tersenyum tipis dari sudut bibirnya.  "Apa kamu yakin akan menikah dengan saya?"

"A-aku yakin Gus.  Naura takut harus menikah sama juragan Dirga," ucap Naura gugup.

"Gus, mau tolong Naura?  Bawa Naura pergi setelah menikah. Tapi..."

"Tapi apa? Katakan lah," ucap Gus Alzam.

"Tapi jangan nanti Gus nikahnya.  Naura takut juragan itu udah ancam Naura kalau menolaknya atau menikah dengan orang lain. Naura akan dihamili oleh dia," ucap polos Naura, membuat Gus Alzam tersenyum.

"Baik, apa sekarang saja?" Tanya Gus Alzam.

Tiba-tiba Gus Al bersama Bilqis datang sebelum Naura menjawab.

"Cie, mau nikah sekarang ini ceritanya," goda Bilqis kepada kakak iparnya.

"Sayang, gak boleh gangguin mereka," tegur Gus Al.

"Kok Gus Alzam sama Gus All mirip sih?" Ucap Naura polos.

"Tapi suami Iqis yang lebih tampan kan hehe," jawab Bilqis membuat Naura tersenyum lepas.

"Iya, tampan Gus Al.  Tapi Gus Alzam juga tampan kok," ucap Naura tersenyum hangat ketiganya.

"Eh... Sebentar.  Kau Naura kan? Tapi kenapa sangat mirip dengan Nara yang suka dipanggil Rara?" Ujar Gus Al.

"Eh, benar mirip Kakak Rara. Sumpah. Apa mereka kembar, tapi terpisah?" Tanya Bilqis.

Gus Al, Gus Alzam, dan Naura terdiam mendengar pertanyaan Bilqis.  Mereka merasa sangat terkejut.

"Iya, Rara itu adik kandung Naura.  Dia diculik waktu masih bayi.  Naura tidak tau kalau Rara kembarannya.  Dan Naura juga tidak tau kalau Rara ada di sini," jawab Naura dengan suara yang bergetar.

"Masyaallah," ucap Gus Al dan Bilqis bersamaan.

Gus Alzam merasa sangat bahagia. Ia merasa sangat bersyukur karena akhirnya ia bertemu dengan Rara.

"Alzam, kamu harus bertanggung jawab atas perkataan kamu,"  ucap Gus Al.

"Iya, Gus Al," jawab Gus Alzam.

Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang