Bertemu Ning alena

587 16 0
                                        

Arkhan, Bilqis, dan Alyssa akhirnya sampai di rumah. Saat mereka masuk, Ainun sudah menunggu dengan wajah cemas.

"Arkhan, Bilqis! Kalian baik-baik saja?" Tanya Ainun sambil berlari menghampiri mereka.

"Alhamdulillah, kami baik-baik saja, Ainun. Hanya sedikit kejadian di luar," jawab Arkhan.

"Kejadian? Apa yang terjadi?" Tanya Ainun khawatir.

"Nggak papa kok, kakak cuma ketemu sama teman lama kakak. Eh, ini dia. Kenalin Alena. Dia temen Iqis," jawab Arkhan.

Bilqis (tersenyum) "Hai, Alena. Senang ketemu kamu lagi."

Alena (tersenyum) "Hai, Bilqis. Senang ketemu kamu lagi."

Ainun (menatap Alena dan Bilqis bergantian, lalu menatap Arkhan) "Kamu kenapa gak langsung bawa ke sini? Kenapa malah jalan-jalan?" Tanya Ainun.

Arkhan (tersenyum) "Iya, kakak lupa. Maaf, kak. Kejadian di luar membuat kakak lupa."

"Kejadian? Apa?" Tanya Ainun (menatap Arkhan penasaran).

"Nggak kok, cuma ada sedikit masalah di luar sana," jawab Arkhan (mengelak).

"Hmmm, yaudah. Bilqis, kamu udah makan? Alyssa juga?" Tanya Ainun.

"Udah kak, aku sama Alyssa udah makan di rumah makan. Gak tau depan. Kakak udah makan?" Jawab Bilqis.

"Belum, Aku mau makan dulu sama kamu." Jawab Ainun (sambil mengelus kepala Bilqis).

"Yuk makan bareng," ajak Arkhan.

"Kakak, mau makan juga?" Tanya Bilqis.

"Iya, mau makan juga," jawab Arkhan.

Mereka pun beranjak ke meja makan.

"Arkhan, kalau kamu mau makan di sini, kamu harus mandi dulu. Kamu berkeringat banyak, lihat itu. Kamu berkeringat semua," ucap Ainun.

Arkhan (mengusap keringat di dahinya) "Iya, kak. Aku mandi dulu. Tunggu aku yah?"

"Iya, Arkhan," jawab Ainun.

Arkhan pun berlalu pergi ke kamar mandi.

"Bilqis, kamu gak papa?" Tanya Ainun.

"Iya kak, aku gak papa. Cuma agak kaget aja tadi. Alena, kamu gimana?" Jawab Bilqis.

"Alhamdulillah, aku baik-baik saja," jawab Alena.

"Alena, kenapa kamu gak langsung pulang ke pesantren? Kamu ke mana aja?" Tanya Ainun.

"Alhamdulillah, aku baik-baik saja. Aku ingin mencari ketenangan setelah di paksa pulang ke pasantren dan di jodohkan sama teman Abi. Aku tidak mau dipaksa untuk menikah." Jawab Alena.

Ainun (mengangguk) "Alena, kamu jangan sedih. Kamu di sini, dekat dengan Bilqis. Kamu bisa tenang di sini. Mau ikut tinggal bareng di sini? Atau mau cari kos?" Tanya Ainun.

Alena (menundukan kepala) "Aku ingin cari kosan saja. Aku gak mau ngerepotin. Aku juga ingin belajar mengajar di sekolah dekat sini."

"Hmmm, kalau begitu kamu bisa tinggal di kamar tamu. Saya bisa hubungi temen saya untuk carikan kosan," ucap Ainun.

"Terimakasih, Kak Ainun," jawab Alena.

Mereka pun berbincang-bincang sambil menikmati makan malam mereka. Saat itu, Arkhan sudah selesai mandi dan bergabung bersama mereka.

"Bilqis, kamu dan Alena tidak perlu khawatir. Saya akan tetap melindungi kalian. Tidak akan ada yang bisa menyakiti kalian lagi," ucap Arkhan.

"Iya, kak. Terima kasih," jawab Bilqis.

"Alena, jangan sedih lagi yah? Kamu sudah ada di tempat yang aman. Kamu tidak sendirian. Kamu punya Bilqis dan kami di sini," ucap Arkhan.

Alena (menangguk) "Iya, terima kasih. Aku merasa tenang di sini."

Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan suasana yang lebih tenang dan penuh kasih sayang.

Setelah makan malam, Arkhan mengajak Bilqis dan Alyssa ke taman untuk bersantai. Mereka bertiga duduk di kursi taman, sambil menikmati udara malam yang sejuk. Alena memilih untuk beristirahat di kamar tamu. Ia merasa lelah setelah perjalanan jauh dari pasantren.

"Bilqis, saya akan mengantar kamu ke sekolah besok pagi. Kamu bisa sekalian cari kosan di dekat sekolah," ucap Arkhan.

"Iya, kak. Terimakasih. Ngomong-ngomong, kakak tidak perlu mengantarkan Iqis. Iqis bisa pergi sendiri saja. Gak tau depan," jawab Bilqis.

"Bilqis, saya ingin mengantarkan kamu. Saya ingin memastikan kamu selamat sampai di sekolah. Jangan khawatir, saya tidak akan mengganggu kamu," jawab Arkhan.

"Hmmm, baiklah kak. Terimakasih," jawab Bilqis.

"Bilqis, kamu tidak perlu sungkan dengan saya. Saya ingin membantu kamu. Saya ingin melakukan hal-hal baik untuk kamu," ucap Arkhan.

"Hmm, iya, kak. Terima kasih," jawab Bilqis.

Mereka berdua terdiam sejenak, saling menatap. Alyssa yang sedang asyik bermain di taman, tiba-tiba menghampiri mereka.

"Kakak," panggil Alyssa.

"Ya, Sayang?" Tanya Arkhan.

"Alyssa mau susu." Ucap Alyssa.

"Sini, Sayang. Om gendong Alyssa dulu." Ucap Arkhan (mengambil Alyssa dan menggendongnya).

"Om, susu." Ucap Alyssa.

Arkhan (menatap Bilqis) "Bilqis, susu Alyssa ada di mana?" Tanya Arkhan.

"Di dalam kak, di tas Iqis. Bentar yah." Jawab Bilqis.

Bilqis pun beranjak masuk ke dalam rumah untuk mengambil susu Alyssa.

"Kakak, bisa tolong jaga Alyssa sebentar yah? Iqis mau ke toilet dulu." Ucap Bilqis.

"Tentu, Bilqis," jawab Arkhan.

Bilqis pun berlalu pergi ke toilet.

Arkhan (menatap Alyssa) "Sayang, kamu mau susu?" Tanya Arkhan.

"Mau!" Ucap Alyssa sambil tersenyum.

Arkhan (mengusap lembut rambut Alyssa) "Sabar yah, Sayang. Bentar lagi susu nya datang."

Alyssa (tersenyum dan mengangguk) "Iya, Om."

Mereka berdua pun menunggu Bilqis sambil berbincang-bincang. Tidak lama kemudian, Bilqis keluar dari toilet.

"Ini, Sayang. Susu kamu." Ucap Bilqis (memberikan susu pada Alyssa).

Alyssa (menyeruput susu dengan lahap).

"Bilqis, kamu mau makan sesuatu? Saya akan siapkan," ucap Arkhan.

"Gak usah kak, aku udah kenyang. Terima kasih," jawab Bilqis.

"Ya sudah, kalau begitu aku juga kenyang. Kita bisa beristirahat," jawab Arkhan.

"Hmmm, iya, kak." Jawab Bilqis.

Mereka pun beranjak masuk ke rumah.

"Alena, kamu sudah beres-beres? Bagaimana dengan kosan?" Tanya Ainun.

"Iya kak, aku sudah beres-beres. Aku juga sudah menghubungi beberapa tempat kos. Besok aku mau keliling untuk melihat tempat kosnya," jawab Alena.

"Ya sudah. Bilqis, kamu mau ikut Alena besok untuk mencari kos? Nanti saya bisa antar kalian," ucap Ainun.

"Hmm, baiklah kak. Terima kasih," jawab Bilqis.

"Kalau begitu, saya pamit dulu ya, kak? Saya harus pulang. Besok pagi saya akan jemput Bilqis dan Alena," ucap Arkhan.

"Ya sudah. Hati-hati di jalan," ucap Ainun.

"Iya, kak," jawab Arkhan.

Arkhan pun berlalu pergi meninggalkan rumah Bilqis.

"Bilqis, Alena, kalian istirahat yang cukup ya. Besok kita cari kosan. Jangan sampai malam," ucap Ainun.

"Iya, kak," jawab Bilqis dan Alena serempak.

Mereka pun beranjak ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Dihamili Anak KyaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang