CRAZY PLAYER

13.6K 194 9
                                        

Lisa tidak bisa berhenti melompat seperti anak kecil di depan cermin. Dia gugup sekali dengan pertemuannya dengan Jennie Kim, seorang aktris yang namanya sudah lebih dulu melambung tinggi daripada dirinya yang baru di kenal dua tahun belakangan ini.

Kegugupannya dimulai sejak Lisa mendapatkan tawaran bahwa dia akan melakukan proses film dengan salah satu wanita yang dia sukai sejak dia merintis karir sebagai aktris. Yang lebih gilanya lagi, dia harus beradegan dewasa dan intim dengan lawan mainnya.

"Lisa, santai saja. Ini baru proses pelatihan. Kalian bahkan baru akan bertemu hari ini." Ujar Chaeyoung muncul sambil memberikan segelas es kopi pada Lisa.

"Itulah kenapa aku gugup sekarang, Congah. Ini adalah pertemuan yang aku impikan. Sialan, bagaimana jika dia tidak menyukai berciuman denganku?" Tanya Lisa mengecek aroma mulutnya sendiri.

"Jangan bodoh. Kalian tidak akan berciuman di pertemuan pertama. Ayo pergi."

Lisa menghela nafas. Sekali lagi melihat ke cermin dan mencoba untuk memasang wajah setenang mungkin sebelum dia keluar dari ruangannya. Itu adalah pertama kalinya Lisa merasa akan pingsan ketika dia akhirnya bertemu dengan wanita favoritnya.

***

"Jangan konyol. Jisoo, ini baru pertemuan pertama dan kau sudah menyuruhku untuk mencium pemain baru itu?" Gerutu Jennie tak percaya akan usul asisten pribadinya itu.

"Sutradara Jimin yang menyuruh, bukan aku. Ayolah, tidak ada salahnya. Mau cepat atau lambat kalian akhirnya akan tetap berciuman kan?" Tanya Jisoo tidak mengerti dimana salahnya.

Kepala Jennie rasanya mau meledak. Bukan hanya karena dia harus mencium lawan mainnya saja. Tapi di pertemuan pertama, yang Jennie tidak ketahui seperti apa wanita bernama Lisa ini. Yang jelas Jennie tahu, bahwa wanita itu masih bocah labil yang sering bertingkah.

"Setidaknya, biarkan aku bicara dulu dengannya." Gerutu Jennie sambil berjalan cepat di lorong lobi.

"Apa yang perlu kalian bicarakan lagi? Bertindak lebih cepat daripada bicara. Nah, apa kau perlu pengharum mulut?" Tanya Jisoo mulai merogoh tas kecil yang dia bawa dan Jennie menoleh dengan tatapan tersinggung.

"Kau ingin mengatakan bahwa mulutku bau?" Tanya Jennie kesal.

"Eh, tidak. Hanya saja, ah sudahlah. Ayo cepat, aku yakin Lisa sudah menunggu di ruanganmu." Ujar Jisoo praktis menyeret Jennie dan buru-buru memasuki lift hingga berada di lantai kantor pelatihan.

Ketika mereka masuk ke dalam ruangan, tidak ada orang lain yang hadir selain Lisa dan salah satu wanita berambut pirang yang mungkin bekerja seperti Jisoo juga. Lisa berdiri, melambaikan tangan pada Jennie dan kening Jennie mengernyit sangat dalam.

Oh, astaga. Tidak mungkin dia harus berhadapan dengan wanita aneh ini kan?

"Halo, perkenalkan namaku Chaeyoung. Aku asisten pribadi Lisa Manoban. Dan kau?"

"Jisoo. Jisoo Kim. Asisten pribadi Jennie Kim."

"Hai, Jisoo! Senang bertemu denganmu. Akhirnya, aku bisa melihatmu secara langsung." Ujar Lisa dengan penuh semangat.

"Eh? Apa kau mengenalku?"

"Tentu saja! Aku mengenal siapa orang yang dekat dengan Jennie. Yah, anggap saja aku salah satu orang yang naksir dengan Jennie, hehe." Lisa menyeringai.

Jennie hanya berdiri memandang Lisa dengan tatapan aneh. Sungguh, dia benci harus berhadapan dengan seseorang seperti Lisa apalagi setelah mendengar pengakuan bahwa wanita itu naksir padanya.

Itu sama sekali tidak penting.

"Jadi, dimana yang lain?" Tanya Jennie memotong perkenalan di antara Lisa, Chaeyoung dan Jisoo itu.

JENLISA ONESHOOT (GIP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang